Mau Sukses Usaha Franchise Seperti Ayam Gepuk Pak Gembus, Ini Tipsnya

by Hardian 291 views0

Sukses Usaha Franchise

Franchise Ayam Gepuk Pak Gembus lagi jadi trending topic. Gimana gak diomongin, omzetnya aja disebut sampai Rp 14 miliar per bulan!

Tapi jangan cuma ngobrolin dan terpukau dong. Bisa gak mengikuti jejak Pak Gembus?

Beli hak franchise-nya? Ah, itu mah gampang selama ada duit yang cukup dengan harganya. Kalau mengikuti jejak kesuksesan Pak Gembus? itulah yang jadi tantangan.

Gak semua orang bisa sukses dengan usahanya, apalagi sampai berbuah franchise. Franchise berbeda dengan cabang. Kalau buka cabang, kita perlu keluar duit.

Adapun kalau buka franchise, kita justru terima duit. Orang yang mau beli usaha franchise itulah yang akan memberikan dana tersebut. Kita tinggal membagikan nama usaha serta peralatan, juga pengetahuan tentang usaha itu.

Soal Pak Gembus, usaha berupa ayam gepreknya terbilang sukses. Banyak franchise-nya di mana-mana. Nah, kalau mau terima tantangan sukses seperti dia, bisa dicoba tips ini:

1. Berani keluar dari zona nyaman

sukses usaha franchise
Emangnya mau mirip kura-kura yang nyaman di dalam rumahnya? Lihat dunia luar bro! (Laki-Laki di Dalam Kardus / kompasiana)

Dari karyawan, Pak Gembus berani beralih jadi pengusaha. Memang harus berani keluar dari zona nyaman. Dari nerima gaji rutin dengan nominal tetap, harus waswas karena ada risiko gak dapet laba karena usaha seret.

Asal tahu timing dan punya modal kuat, sebaiknya berani coba. Konsultasi dengan orang terdekat, terutama keluarga. Memang kitalah yang membuka usaha, tapi masukan dari orang lain tetaplah penting.

2. Pantang menyerah

Pak Gembus pernah jatuh saat berbisnis. Tapi itu gak membuatnya mundur. Kalau mundur, gak bisa sukses seperti sekarang. Justru kejatuhan itu yang jadi penambah motivasi untuk makin bersemangat meraih kesuksesan.

Namanya usaha, pasti ada pasang-surutnya. Tinggal disiasati saja situasi yang muncul agar mendapat jalan terbaik.

3. Percaya diri

sukses usaha franchise
Percaya diri aja bro, jangan terlalu dengerin kata orang yang cuma bikin bete! (Pria Berkaca / wordpress)

Meski tanpa pengalaman, Pak Gembus berani berbisnis sendiri. Bahkan bisa mempekerjakan puluhan karyawan. Kalau gak pede, mana mungkin berani melangkah. Yang ada malah terkungkung di satu titik tanpa kemajuan berarti.

Tapi jangan kepedean juga. Bagaimanapun, bisnis memerlukan rencana dan pemikiran yang matang. Kepercayaan diri perlu dilengkapi dengan strategi bisnis yang mumpuni.

4. Inovasi

Nyawa suatu bisnis adalah inovasi. Lihat deh produk yang gak berinovasi, termakan zaman. Misalnya Friendster yang dilahap Facebook.

Dalam bisnis Pak Gembus, inovasinya adalah olahan makanan yang berbeda. Ayam goreng digeprek dulu dan diberi sambel khusus, beda dengan ayam goreng biasa yang cuma digoreng dan diberi sambel seadanya.

5. Bikin franchise

Mau sukses usaha franchise, ya bikinlah franchise. Ini khusus ketika warung dirasa laris manis. Salah satu cirinya adalah ada permintaan pelanggan agar buka cabang.

Kalau sudah begini, opsi franchise bisa diambil. Tapi harus tahu bagaimana sistem bisnis franchise. Baca-baca buku tentang franchise, dan paling gak ikut satu atau dua seminar tentang bisnis franchise agar lebih paham.

sukses usaha franchise
Semangat mbaksis belajarnya, jangan cuma semangat stalking akun edsos gebetan ya hehehe (Perempuan Belajar / dynamicdust)

Ayam Gepuk Pak Gembus hanyalah salah satu contoh franchise yang terbilang sukses. Meski baru di tingkat regional, omzetnya sudah mencapai belasan miliar rupiah.

Bagaimana dengan franchise kelas internasional seperti KFC atau McDonald’s ya. Kesuksesan mereka bisa dijadikan tujuan jangka panjang.

Kita wajib bermimpi setinggi mungkin. Gak cukup buka usaha franchise di dalam negeri. Di luar negeri, dari Amerika hingga Afrika, usaha franchise kita pun punya peluang maju.

Tapi untuk pertama-tama, kalahkan dulu pesaing di dalam negeri. Yuk, jadi wirausahawan sukses.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Harus Gak Sih Bikin Badan Usaha untuk Bisnis Kita? Simak Jawabannya di Sini!]

[Baca: Bikin Bisnis Kok Stagnan, Kamu Bisa Tiru Jurus Jitu Mengembangkan Usaha Ini]

[Baca: Mau Jadi Pengusaha, Pilih Waralaba atau Produk Sendiri ya?]

[Baca: Takut Memulai Bisnis? Mungkin Ini Alasan kenapa Kamu Gak Segera Memulai Bisnis]

Hardian

Sebagai penulis dan penyunting, saya sangat akrab dengan tenggat alias deadline. Dua profesi ini mengajari saya tentang betapa berharganya waktu, termasuk dalam urusan finansial. Tanpa rencana dan kedisiplinan soal waktu, kehidupan finansial pastilah berantakan. Cerita inilah yang hendak saya bagikan kepada semuanya lewat beragam cara, terutama tulisan.

Masih banyak lagi dari duitpintar.com