Melunasi Utang Itu Wajib Hukumnya, tapi Jangan Pakai 4 Cara yang Salah untuk Membayar Utang Ini Ya!

by Hardian 901 views0

melunasi utang

Memiliki utang itu hal biasa. Bahkan hampir semua negara punya utang, termasuk Indonesia. Tapi tentunya kewajiban membayar utang harus dipenuhi.

Yang jadi masalah adalah punya utang tapi gak mampu atau bahkan gak niat melunasi. Itu namanya gak bertanggung jawab. Pasti bukan kita yang seperti itu ya.

Bagaimanapun, kita mesti menemukan cara membayar utang hingga lunas. Namun bukan sembarang cara.

Beberapa cara tampaknya akan membuahkan hasil yang diinginkan. Tapi di baliknya tersembunyi bahaya yang mengancam. Berikut ini di antaranya:

1. Berutang lagi

Ada yang mau bayar utang dengan utang lain alias berutang lagi, entah ke teman, ke keluarga, atau bahkan ke bank. Cara ini sangat gak disarankan.

Ngutang buat lunasin utang? Sungguh Ter-La-Lu (Rhoma Irama/paper riders)
Ngutang buat lunasin utang? Sungguh Ter-La-Lu (Rhoma Irama/paper riders)

Metode gali lubang tutup lubang ini ibarat hidup dengan bom waktu. Tinggal tunggu waktu saja saat jatuh ke lubang yang digali sendiri dan terkubur di dalamnya.

Ini sih namanya membebani hidup. Bahkan anak-cucu bisa kena efeknya ketika kita sudah meninggal dan utang belum lunas. Bukan harta yang diwariskan, melainkan utang plus bunganya.

2. Menguras tabungan dan dana darurat

Tabungan, terutama dana darurat, memang dialokasikan untuk hal-hal yang bersifat darurat. Tapi untuk bayar utang? Tunggu dulu.

Terlebih jika utang gak langsung lunas setelah menguras tabungan. Kita jadi gak punya pegangan lagi bila suatu saat membutuhkan dana mendesak. Sementara itu, cicilan masih berjalan lantaran utang masih bersisa.

3. Mencairkan semua produk investasi

Tujuan investasi adalah mendapatkan keuntungan entah dalam jangka pendek, menengah, atau panjang. Bila kemudian produk investasi dicairkan untuk bayar utang, tujuan itu gak tercapai. Apa gunanya berinvestasi?

Apalagi investasi yang menerapkan penalti bila dicairkan sebelum waktunya, kayak deposito atau reksa dana terproteksi. Malah mengurangi potensi profit kan?

4. Jual semua aset

Cara membayar utang yang satu ini gak sepenuhnya keliru. Perusahaan yang terlilit utang pun akan diminta menjual aset-asetnya agar utang bisa dilunasi.

melunasi utang
kalau rumahmu dijual buat bayar utang? Lantas mau tinggal di mana? (jual rumah/imrblaw)

Namun ini adalah cara terakhir. Lakukan jika betul-betul terdesak, karena konsekuensinya adalah kehilangan aset yang bisa jadi berupa kebutuhan penting seperti tempat tinggal.

Alih-alih menjual semua aset, pilih kira-kira mana yang bisa dilego duluan. Barang elektronik dulu, misalnya. Atau mungkin jual kendaraan pribadi.

Saat utang kian menumpuk, coba lakukan hal-hal berikut ini dulu sebagai langkah awal:

1. Negosiasi dengan pihak yang diutangi

Ceritakan sejujurnya tentang masalah yang menghadang sehingga kita susah bayar utang. Negosiasi harus dilakukan dengan hati dan kepala dingin, gak perlu sampai terbawa emosi.

Bila berurusan dengan bank, negosiasi bisa berlangsung resmi di kantornya. Bukan mustahil nilai utang bisa dipotong setelah negosiasi, atau mungkin jangka waktu pembayaran diperpanjang.

2. Kurangi pengeluaran secara ekstrem

Bila sebelumnya pengeluaran sebulan total Rp 3 juta, potong hingga jadi Rp 1 juta saja. Mengurangi pengeluaran secara ekstrem bisa menjadi cara ampuh dan paling efisien buat membayar utang.

Namun perlu diseleksi pos mana saja yang bisa dikurangi. Utamakan hal-hal yang sifatnya pelengkap atau bukan pokok, misalnya nonton bioskop atau makan di luar. Gak nonton bioskop sebulan gak bakal kena penyakit kok.

3. Refinancing

Jika utang ke bank atau instansi keuangan, bisa cari refinancing kredit dengan bunga lebih rendah. Refinancing adalah mengganti suatu kredit atau pinjaman dengan kredit lain, terutama yang lebih ringan.

Hal ini bisa dilakukan kepada pemberi pinjaman yang sama atau pihak lain. Jika dengan pihak lain, nantinya utang kita dilunasi dulu dengan dana dari pihak tersebut. Setelah itu, kita ganti berutang ke pihak itu.

4. Konsultasi dengan perencana keuangan

Perencana keuangan adalah pekerjaan profesional. Gak semua orang bisa memegangnya. Sebab, seorang konsultan harus paham benar tentang keuangan.

melunasi utang
Bingung gimana cara ngelunasin utang yang bertumpuk-tumpuk? Konsultasi aja (konsultasi/lelong)

Karena itulah kita bisa meminta bantuan dari mereka untuk mencari solusi jika terlilit utang. Tentunya jasa ini memerlukan biaya, berbeda dengan tips-tips keuangan yang banyak tersebar di dunia maya.

Ingat, dililit utang bukanlah akhir dari kehidupan. Jangan mudah putus asa, apalagi melakukan hal-hal yang gak masuk akal seperti melarikan diri atau malah bunuh diri. Semua masalah pasti ada jalan keluarnya kok!

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Gini Caranya Maksimalin Kendaraan yang Masih Kredit Buat Dapat Dana]

[Baca: 6 Kebiasaan Menyepelekan Keuangan Ini Bakal Menimbunmu Dalam Tumpukan Utang]

[Baca: Sebelum Berutang, Cari Tahu Dulu Bedanya Utang Produktif dan Utang Konsumtif]

 

Hardian

Sebagai penulis dan penyunting, saya sangat akrab dengan tenggat alias deadline. Dua profesi ini mengajari saya tentang betapa berharganya waktu, termasuk dalam urusan finansial. Tanpa rencana dan kedisiplinan soal waktu, kehidupan finansial pastilah berantakan. Cerita inilah yang hendak saya bagikan kepada semuanya lewat beragam cara, terutama tulisan.

Masih banyak lagi dari duitpintar.com