Membandingkan Prospek Investasi Emas dan Reksadana Pasar Uang

by akbar 1.019 views0

investasi emas

Investasi emas atau reksadana pasar uang memang sering disebut-sebut sebagai investasi yang profil risikonya kecil. Meskipun keduanya bisa dianggap lebih nguntungin ketimbang deposito, tapi bukan berarti keuntungannya juga bisa disamakan lho.

Mengingat profil risikonya yang rendah, kedua investasi ini memang pas buat investor pemula. Tapi, gak sedikit investor yang masih belum paham soal mana yang lebih menguntungkan.

Sejatinya, terlepas dari investasi emas atau reksadana pasar uang, keduanya sama-sama menguntungkan. Tapi seberapa besar keuntungannya bakal ditentukan oleh cara investornya dalam berinvestasi.

Daripada bingung dan berujung gak jadi-jadi beli emas atau reksadana, yuk kita simak perbandingan investasi emas dan reksadana pasar uang ini.

1. Minimum investasi

investasi emas
Kira-kira lebih murah beli emas atau reksadana pasar uang ya? (Kompasiana)

Investasi emas

Ada berbagai cara yang bisa kamu lakukan untuk memiliki emas. Walaupun harga 1 gram emas pada 15 Januari 2018 ada di angka Rp 635 ribu, bukan berarti nominal itu jadi nilai minimum investasi untuk logam mulia ini.

[Baca: Udah Tahu Cara Investasi Emas yang Benar? Ikuti 6 Langkah Ini]

Pertama, kamu bisa mendapatkan emas lewat tabungan emas di Pegadaian. Dengan metode pembelian ini, memungkinkan kok untukmu membeli emas dengan berat mulai dari 0,01 gram saja yang harga per gramnya pada 15 Januari 2018 ada di Rp 6.030 perak.

Biaya lain yang kamu harus keluarkan adalah biaya titip 12 bulan sebesar Rp 30 ribu, dan biaya administrasi Rp 10 ribu. Jadi, kalau ditotal, investasi awalnya kurang lebih Rp 46 ribuan. Top up-nya pun bebas, mau berapa rupiah pun bisa.

Seperti halnya tabungan konvensional, tabungan emas juga bisa dicairkan. Tapi tentunya hanya ketika saldonya setara dengan harga 1 gram emas di masa yang berlaku.

Reksadana pasar uang

Minimum investasi untuk reksadana pasar umumnya adalah Rp 100 ribu, tapi patut diketahui bahwa produk reksadana itu gak sedikit. Setiap manajer investasi memiliki produknya masing-masing. Dengan begitu, minimum investasi awalnya pun beragam.

Sebagai contoh, minimal investasi reksadana pasar uang Sucorinvest Money Market Fund adalah Rp 250 ribu. Sedangkan Nikko Indonesia Money Market Fund malah mencapai Rp 1 juta.

[Baca: 10 Reksadana Pasar Uang Terbaik 2017 dengan Return di Atas Deposito]

2. Bentuk fisik

investasi emas
Kalau emas sudah pasti bentuknya terlihat (Marketwatch)

Investasi emas

Sudah jelas, logam mulia seperti emas adalah benda yang bisa dilihat dan dipegang. Meskipun kamu membeli emas dalam metode tabungan emas, kamu bisa kok mencetak emas itu dalam bentuk fisik.

Hanya saja kamu bakal dikenakan biaya cetak yang jumlahnya tergantung dari beratnya. Makin berat tentunya makin mahal biayanya.

Reksadana pasar uang

Semua orang tentunya sudah tahu, investasi reksadana apapun jenisnya tentu merupakan investasi yang fisiknya gak kelihatan. Dana kelolaan investasi ini dipusatkan pada instrumen pasar uang, sebut saja seperti deposito, surat utang, dan obligasi.

Semua reksadana dikelola oleh manajer investasi. Sebagai investor, tugas kita adalah nyetor dana ke mereka dan manajer investasi yang bakal bertindak sebagai pengelolanya. Setiap bulan, perusahaan yang bertindak sebagai manajer investasi bakal mengirimkan laporan tertulis mengenai investasimu via email atau pos.

3. Return

investasi emas
Mana yang lebih cepat untung? (bigbrandsystem)

Investasi emas

Menurut jurnal dari World Gold Council (WGC), seperti yang diberitakan Metrotvnews.com, harga emas bakal naik di tahun 2018. Itulah yang membuat investasi emas masih jadi primadona.

Bersamaan dengan itu, Liputan6 mengutip laporan dari Bloomberg pada 28 Desember 2017. Laporan itu menyebutkan, emas akan jadi pilihan terbaik di 2018 mengingat adanya ketidakpastian faktor geopolitik dan makro ekonomi global.

Seperti diketahui, banyak faktor yang berkontribusi terhadap naik turunnya harga emas. Pada 3 Januari 2017, harga jual 1 gram emas Antam adalah Rp 596 ribu. Namun saat 15 Januari 2018, harganya sudah naik jadi Rp 635 ribu.

Berarti dalam setahun ada return kurang lebih 6 persen yang bisa didapat investor. Apakah jumlah return itu bakal sama untuk tahun 2018 dan 2019? Bisa jadi, tapi tentunya makin lama menyimpan emas, tentu makin untung.

Oh ya satu lagi nih, emas juga bisa digadaikan lho. Sewaktu-waktu kamu butuh uang, kamu bisa menggadaikan emas itu di pegadaian dan menebusnya lagi. So, gak perlu dijual cepat kan emasnya.

Reksadana pasar uang

Menurut analis Infovesta Utama Parto Kawito, investasi reksadana pasar uang, khususnya di tahun ini masih menjanjikan. Mengingat return alias balik modal yang kurang lebih berkisar di 4 persen per tahun, reksadana yang satu ini cukup menarik buat investor pemula.

Tapi tentunya gak semua reksadana pasar uang pasti bisa memberikan return 4 persen per tahun. Bisa jadi lebih besar atau malah lebih kecil. Makanya, kamu harus cari tahu dulu kinerja reksadana pasar uang yang ingin kamu pilih dalam jangka waktu satu tahun.

Meski demikian, Parto berpendapat bahwa dari keseluruhan reksadana, jenis investasi reksadana terbaik ada pada reksadana saham. Keuntungannya sangat besar, meskipun risikonya juga besar.

[Baca: Ini 10 Reksadana Saham Terbaik 2017 dengan Return Sampai 28%]

Mana yang lebih untung?

Bila dihadapkan dengan pertanyaan ini, jawabannya pun sederhana. Semuanya tergantung dengan jangka waktumu dalam berinvestasi.

Untuk jangka waktu panjang, maka akan lebih baik buatmu memilih investasi emas. Karena meski harga emas lebih fluktuatif, setiap satu tahun pasti bakal naik.

Tetapi bila kamu ingin berinvestasi jangka pendek, alias cuma setahun atau dua tahun, reksadana pasar uanglah yang tepat. Reksadana pasar uang bisa dikatakan sebagai reksadana yang paling aman, karena sifatnya lebih stabil ketimbang yang lain.

Mau investasi reksadana pasar uang dalam jangka waktu lama? Bisa juga, tapi ya sayang aja. Belum tentu reksadana yang kamu pilih saat itu kinerjanya masih oke. Kalau ada yang kinerjanya lebih baik, alihkan saja secepatnya.

Sudah tahu mana investasi yang pas buatmu? Jangan tunda-tunda lagi lho. Mumpung masih awal 2018 nih, masa gak mau sih uangnya beranak tahun depan.

Tags:

Masih banyak lagi dari duitpintar.com