Sebelum Memutuskan Berinvestasi, Ketahui Dulu 4 Tipe Kepribadian Investor

by Tifanny 1.717 views0

Sebelum Memutuskan Berinvestasi, Ketahui Dulu 4 Tipe Kepribadian Investor header (1)

Finansialku

 

 

Ternyata ada beberapa tipe kepribadian investor. Mengenal kepribadian dalam berinvestasi untuk menemukan instrumen investasi yang paling sesuai itu penting lho!

Setiap orang memiliki profil risiko, prioritas, dan karakteristik yang berbeda-beda dalam hal berinvestasi.

Nah, sebelum memutuskan berinvestasi, ketahui dulu nih 4 tipe kepribadian investor:

1. Investor tipe A: Flash

Investor dengan tipe ini memiliki kecenderungan investasi yang berfluktuasi paling tinggi dibandingkan tipe lainnya. Investor tipe A sangat mudah berubah pikiran dan selalu menyesuaikan portofolio investasinya dengan kondisi pasar.

Mereka sangat mudah terpengaruh oleh setiap perubahan yang terjadi. Sedikit perubahan saja akan membuat mereka merasa gak nyaman jika hanya berdiam diri. Kondisi yang terlalu stabil juga gak menarik bagi investor spontan.

Kelemahan investor tipe A adalah sering menjadi korban rumor atau spekulasi yang gak tepat. Terkadang mereka gak berpikir panjang untuk bereaksi pada suatu rumor terbaru dan langsung bertindak spontan. Gak jarang investor spontan yang harus mengeluarkan banyak biaya karena sering berpindah-pindah instrumen investasi.

The Flash
Keren ya jadi The Flash. Eh, bukan ini maksudnya ya? (The Flash/ popbyte)

Jika kita memiliki kepribadian investor seperti ini maka yang kita perlukan adalah instrumen investasi yang likuiditasnya tinggi seperti trading saham dan forex (foreign exchange). Kedua instrumen investasi ini memiliki kondisi pasar yang sangat fluktuatif sehingga akan menarik bagi investor tipe A.

2. Investor tipe B: Cautious

Investor dengan tipe ini sangat berhati-hati dalam mengambil setiap langkah investasinya. Setiap investor tentu tahu bahwa selalu ada risiko di setiap investasi, tetapi investor tipe B paling memperhatikan untung dan rugi dari sebuah investasi. Mereka selalu berpikir panjang sebelum menjual atau membeli investasinya.

Investor tipe B selalu memprioritaskan keselamatan investasi sehingga mereka cenderung mengharapkan kepastian dari suatu investasi. Karena karakter berhati-hatinya, investor ini cenderung lebih percaya pada penilaiannya sendiri daripada penilaian profesional.

Kelemahan investor ini adalah sulit membuat keputusan. Jika investor tipe A hanya butuh waktu singkat untuk membuat suatu keputusan, investor tipe B kadang berpikir terlalu lama sehingga kehilangan kesempatan. Mereka jarang berpindah produk atau melakukan perubahan pada investasinya, apalagi jika sudah merasa portofolionya aman.

Jika kita termasuk investor dengan kepribadian ini maka kita perlu produk investasi yang pasar modalnya gak terlalu fluktuatif dan memiliki risiko rendah. Reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap dan produk surat utang (ORI, SBR, Sukuk) dapat menjadi pilihan investasi. Jika ingin investasi yang lebih aman dan stabil dari reksa dana, gunakan deposito atau investasi emas.

3. Investor tipe C: Scientist

2-Albert-Einstein-Ilmuwan-Ternama-yang-Tidak-Bisa-Bicara-Sampai-Berusia-4-Tahun
Mungkin Einstein kalo jadi investor masuknya ke golongan ini kali ya? (Einstein/ sayamausehat)

Investor tipe C merupakan pribadi yang berorientasi pada proses dan memikirkan segala sesuatunya secara terstruktur. Investor tipe C rajin melakukan penelitian mendalam terhadap suatu investasi. Penting bagi mereka untuk mengetahui informasi mendalam mengenai sebuah investasi.

Investor tipe ini dengan senang hati menganalisa data dan laporan keuangan serta membuat riset mendalam. Mengetahui fakta sangat penting bagi mereka karena setiap keputusannya didasarkan pada fakta dan bukan emosi. Investor ini termasuk tipe yang konservatif.

Kelemahannya adalah mereka butuh waktu yang lama untuk melakukan riset mendalam sehingga kadang tertinggal kesempatan terbaik untuk berinvestasi dengan produk baru.

Untuk tipe investor C, sebaiknya berinvestasi di instrumen investasi jangka panjang (long term investment). Kemampuan dan kematangan dalam menganalisa suatu produk investasi dapat menghasilkan prediksi jangka panjang yang baik. Investasi jangka panjang seperti investasi saham dan investasi properti bisa menjadi pilihan.

4. Investor tipe D: Individualist

Seperti namanya, tipe investor ini sangat mengandalkan kemampuannya sendiri. Mereka sering mengambil keputusan investasi hanya dengan pertimbangan sendiri. Investor tipe D sangat percaya diri dengan kemampuan investasinya. Saat melakukan riset dan analisa terhadap suatu produk investasi pun mereka gak suka melibatkan pihak lain.

Investor D gak percaya dengan pertimbangan pihak lain. Ketika dihadapkan dengan suatu ketidakpastian dan risiko, mereka betah berlama-lama memikirkan jalan keluarnya sendiri. Investor dengan tipe ini biasanya gak menyesali keputusan apapun yang mereka buat, sekalipun berdampak negatif pada dirinya.

Kekurangan investor tipe ini adalah mereka sering gak menyadari kesalahannya karena merasa pilihannya yang terbaik. Padahal terkadang seseorang dapat mengambil keputusan yang salah dan perlu terus dikaji agar dapat menghasilkan keputusan yang lebih baik.

meme
Jangan pede berlebihan ya (kepedean/ memesuper)

Jika kita adalah seorang investor tipe D, coba berinvestasi di sektor mana pun yang memberikan kontrol lebih. Investasi apa saja gak menjadi masalah asalkan kita mendalami kemampuan berinvestasi di produk tersebut. Jangan sampai terlalu percaya diri saat melakukan kesalahan dan gak menyadarinya.

Mengenal tipe kepribadian kita dalam berinvestasi adalah hal yang sangat penting. Dengan mengenal kepribadian sendiri, akan lebih mudah untuk menentukan investasi apa yang sesuai dengan kepribadian kita. Cara ini akan meningkatkan peluang sukses kita dalam berinvestasi.

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Hindari 6 Kesalahan Saat Ingin Berinvestasi]

[Baca: 6 Pemikiran Salah Soal Investasi Sering Bikin Kecewa]

[Baca: Punya Gaji UMR Gini Caranya Ngatur Duit Biar Nabung dan Investasi]

Tifanny

Menjadi Public Relation Officer adalah cita-cita saya beberapa tahun lalu. Ternyata pasion saya yang sebenarnya adalah menjadi penulis profesional. Keuangan adalah hal yang selama ini sering saya abaikan. Kini saya sadar bahwa keuangan memegang peran penting dalam kehidupan semua orang. Dan hal itulah yang ingin saya bagikan ke semua orang.

Masih banyak lagi dari duitpintar.com