Mengincar Rumah Idaman Tapi Jadi Jaminan di Bank, Apa yang Harus Dilakukan?

by Hardian 5.059 views0

Mengincar Rumah Idaman Tapi Jadi Jaminan di Bank, Apa yang Harus Dilakukan- (1)

Jalan buntu pastinya menyebalkan buat hampir semua orang. Sudah berputar-putar, masuk-keluar gang, eh, ketemunya portal.

Sama saja kayak orang cari rumah. Beli rumah gak bisa asal-asalan. Harus melihat kondisi A-Z suatu rumah sebelum memutuskan membelinya.

Kadang ada rumah yang secara lokasi dan harga menarik, tapi ada buntutnya. Yakni rumah jadi jaminan pinjaman di bank.

Bukan rumah dalam arti harfiah tentunya. Tapi sertifikatnya yang disimpan bank.

[Baca: Aset-aset yang Bisa Jadi Jaminan untuk Pinjaman ke Bank]

Kalau sudah begini, ada dua kemungkinan yang bisa muncul. Pertama, ngotot beli karena sudah kadung suka tanpa pikir panjang. Kedua, tetap minat beli tapi dengan ekstra hati-hati.

Yang masuk golongan pertama, siap-siap menelan kekecewaan. Bukan mendoakan, tapi potensi ruginya memang buesaaar.

Karena rumah, eh, sertifikat rumah dijaminkan ke bank, otomatis ada kewajiban pemilik rumah itu yang belum tuntas. Jika kita membeli rumah yang bermasalah tersebut, bisa-bisa sudah jatuh tertimpa tangga.

mengincar rumah idaman
Udah jatuh hati sama satu rumah tapi sertifikatnya lagi jadi jaminan di bank? Eits, jangan sedih!

 

Misalnya sudah deal harganya Rp 500 juta. Penjual juga sudah mengaku sertifikatnya lagi “disekolahkan” ke bank.

Nah, si penjual mau memberikan rumahnya asal ditransfer dulu duit Rp 500 juta itu ke rekeningnya. Atau down payment alias uang muka kalau mau beli secara mencicil.

[Baca: Pengin Ngajuin Kredit Pemilikan Rumah untuk Rumah Bekas? Cukup dalam 5 Langkah Saja]

Dalihnya, buat menebus sertifikat di bank. Ternyata oh ternyata, setelah transferan masuk, dia kabur gak jelas rimbanya. Gimana coba?

Beda kalau menerapkan prinsip kehati-hatian sebelum memutuskan kirim duit. Yang dikirim bukan sejuta-dua juta, tapi puluhan hingga ratusan juta rupiah, lho.

Berikut ini langkah mengincar rumah idaman tapi jadi jaminan di bank:

 

1. Minta bukti pinjaman

Pinjaman ke bank tentu ada tanda jadinya, kan. Nah, mintalah tanda bukti pinjaman ini ke pihak penjual. Siapa tahu sertifikatnya ada tapi dibilang dijaminkan ke bank.

 

2. Minta bukti dokumen lain

Yang jadi jaminan di bank biasanya hanya sertifikat rumah tersebut. Berkas lain yang terkait dengan rumah seharusnya ada. Misalnya izin mendirikan bangunan, bukti bayar pajak bumi dan bangunan, serta bukti bayar tagihan listrik, air, dan lain-lain.

mengincar rumah idaman
Jangan gelap mata mentang-mentang udah jatuh cinta sama rumahnya, minta surat-surat lain dong!

3. Ikat perjanjian hitam di atas putih

Kalau semua bukti di atas ada, penjual mesti mau diikat dengan perjanjian hitam di atas putih. Apalagi kalau kita disuruh bayar duluan.

Dalam perjanjian harus dijelaskan bahwa rumah itu akan dibeli kita. Penjual wajib menyerahkan sertifikat setelah mendapat dana untuk melunasi pinjaman ke bank.

Penandatanganan perjanjian itu harus dihadiri saksi dari kedua pihak. Jika memungkinkan, sekalian hadirkan notaris yang akan diminta mengurusi dokumen transaksi jual-beli rumah tersebut.

Foto-foto jangan lupa sebagai bukti autentik. Bukan mau berpikir buruk, tapi lebih baik sedia payung sebelum hujan ketimbang telanjur kebasahan.

 

4. Over kredit saja

Nah, kalau rumah itu masih dalam masa kredit, mending over kredit sekalian saja. Jadi, kita bersama pihak penjual mengurus bersama ke bank untuk melakukan over kredit.

Nantinya, bank akan mengalihkan status kepemilikan rumah itu ke kita. Tentunya setelah segala syarat over kredit terpenuhi.

mengincar rumah idaman
Malu bertanya sesat di jalan, iya kan mbak hehehe

 

[Baca: Beli Rumah Over Kredit? Jangan Sepelekan Hal-Hal Ini Kalau Gak Mau Rugi]

Itulah empat langkah yang disarankan bila mengincar rumah idaman tapi jadi jaminan di bank. Yang pasti lebih aman sih minta penjual melunasi dulu pinjaman itu.

Namun sepertinya mustahil karena biasanya mereka menjual rumah karena terbelit utang ke bank tersebut. Hati-hati keperosok saat melangkah, ya.

 

 

Image Credit:

  • http://www.gmadridproperty.com/wp-content/uploads/2015/12/Buy-Bank-Owned-Properties-850×450.jpg
  • http://citragardencity.com/wp-content/uploads/2015/10/izin-mendirikan-bangunan-imb.jpg
  • http://103.253.112.93/epaper/data/Koran%20Sindo%20Nasional/2015-12-16/Properti/Agar%20Tak%20Rugi%20saat%20Over%20Kredit%20Rumah/Koran_Sindo_Nasional_2015-12-16_Properti_Agar_Tak_Rugi_saat_Over_Kredit_Rumah_1.jpg

Tags:

Hardian

Sebagai penulis dan penyunting, saya sangat akrab dengan tenggat alias deadline. Dua profesi ini mengajari saya tentang betapa berharganya waktu, termasuk dalam urusan finansial. Tanpa rencana dan kedisiplinan soal waktu, kehidupan finansial pastilah berantakan. Cerita inilah yang hendak saya bagikan kepada semuanya lewat beragam cara, terutama tulisan.

Masih banyak lagi dari duitpintar.com