Menutup Utang dengan Utang Memang Bahaya, Tapi Perhatikan Dulu 5 Hal Ini

by Adi Rijek 1.746 views0

menutup utang dengan utang

Sudah bukan rahasia lagi kalau punya utang melebihi porsi gaji itu sudah termasuk kategori keuangan yang gak sehat. Tapi kadang hal kayak gitu gak bisa dihindari.

Ujung-ujungnya, ya gali lubang tutup lubang. Alias menutup utang dengan utang. Mending kalau utangnya cuma satu, lah kalau ada di mana-mana?

Wah, gak bakal kelar kalau kayak gitu sih. Butuh strategi yang moncer buat keluar dari masalah utang.

Kalau memang saat ini kamu dirundung masalah keuangan. Jangan kecil hati apalagi sampai stress. Masih ada jalan keluar kok kalau kamu berusaha.

Salah satu cara untuk keluar dari persoalan utang adalah dengan refinancing. Maksudnya, kita mengambil utang baru dengan bunga lebih kecil untuk menutup semua utang-utang. Namun tetap saja, cara tersebut gak bakal mangkus kalau kamu sembrono.

Biar makin jelas, coba perhatikan dan renungkan deh 5 hal di bawah ini sebelum terjerumus lebih jauh dalam tumpukan utang.

[Baca: Kalau Emang Berat Nyicil, Coba Ajukan KTA Tenor Panjang di 14 Bank Ini]

1. Cermati Apa yang Salah

Coba merenung dulu. Apa sebenarnya yang salah dalam keuanganmu. Apakah kamu terlalu boros dan sering menyepelekan uang? Mengambil terlalu banyak kredit/cicilan sampai gak kuat bayar? Atau merasa gaji terlalu kecil karena terlalu banyak kebutuhan pokok yang harus dipenuhi?

menutup utang dengan utang
gali lubang tutup lubang? Apa gak capek tuh mbak?

Dengan mengetahui duduk permasalahannya, kamu bisa mengatur strategi. Kalau soal besaran gaji yang jadi masalah, cek dulu gaya hidup dan pengeluaranmu. Apakah gaya hidupmu yang terlalu tinggi atau memang gajimu yang terlalu kecil?

2. Ubah Keadaan

Duduk pasrah dan cuma mengeluh gak bakal mengantarmu ke jalan keluar. Kuncinya ya ubah keadaan dengan melakukan sesuatu dengan tekun.

Cek lagi pos-pos pengeluaranmu. Apakah ada pos yang masih bisa ditekan? Kalau memang gajimu yang terlalu kecil, mau gak mau cuma satu jalan keluarnya: bekerja lebih keras dan cari sampingan!

Kalau ternyata gaya hidupmu yang terlalu tinggi, kamu harus rela menekan semua hasrat pengeluaranmu. Melawan diri sendiri memang susah, tapi lebih susah lagi kalau dikejar debt collector setiap hari. So, kamu pilih mana?

[Baca: Gaji di Bawah Rp 3 Juta Gak Pede Meminjam KTA di Bank? Coba Pinjaman Dana Online Saja]

3. Cek Semua Utang

Biasanya orang alergi melihat angka utang. Utang biasanya cuma jadi angka-angka di pikiran saja. Tapi kayak gini gak bikin masalah kelar.

menutup utang dengan utang 2
Di sekolah diajarin berhitung kan? Praktikin dong!

Buatlah daftar utang-utangmu. Catat mulai dari yang terkecil sampai yang terbesar. Lihat juga tenor-tenor utangmu. Lihat apakah ada utangmu yang bakal kelar sebentar lagi.

Lantas bikin prioritas. Misalnya kamu punya utang kartu kredit sebesar Rp 2 juta. Jika sebelumnya kamu cuma bayar minimum saja, kali ini coba membayar 50%-70% dari tagihan. Bikin target bahwa utang kartu kredit ini harus kelar dalam tempo singkat. Konsekuensinya, ada pos pengeluaran lain yang mesti dikorbankan.

4. Pilih Pinjaman dengan Bunga Rendah

Mengajukan pinjaman untuk menutup semua utang itu boleh kok. Nama kerennya sih refinancing. Cuma yang jadi kunci, kamu harus berdisiplin tingkat tinggi. Begitu pinjaman cair, langsung saja lunasi semua utangmu yang menumpuk.

Jangan menunda lagi. Pasalnya, begitu mendapat pinjaman seperti kredit tanpa agunan (KTA), rata-rata orang keblinger dan lupa dengan misi semula: menutup semua utang.

Pilihlah KTA yang berbunga rendah. Saat ini sudah ada bank yang menawarkan bunga rendah cuma 0,99% per bulan.

5. Utang Beres, Lantas Apa?

Oke, semua utang-utangmu sudah beres. Sekarang kamu cuma punya satu kewajiban untuk melunasi KTA. Sedikit lebih ringan bukan jika memiliki utang cuma satu?

menutup utang dengan utang
Merdeka banget ya kalau hidup gak ada utang

Kalau sudah begini lantas apa? Ya hindari dorongan impulsif untuk mengambil utang lagi. Karena hal tersebut hanya bakal mengantarmu kembali ke permasalahan yang sama.

So, bijak dong dengan uang. Kamu lah yang mengatur uang, bukan sebaliknya.

[Baca: Pengeluaran Impulsif Bisa Bikin Keuangan Jadi Amburadul]

 

Image credit:

  • https://ckjwpinfomedia.blob.core.windows.net/wp-content/2015/10/business-woman-digging-a-hole_ccp952_8E189BAE.jpg
  • http://pad1.whstatic.com/images/thumb/1/17/Calculate-Debt-to-Income-Ratio-Step-1.jpg/728px-Calculate-Debt-to-Income-Ratio-Step-1.jpg
  • http://rebizinfo.com/wp-content/uploads/2015/01/bebas-hutang.jpg

Tulis Balasan

Masih banyak lagi dari duitpintar.com