Moms, ASI Eksklusif vs Susu Formula Lebih Murah Mana Ya?

by Hardian 932 views0

untuk jam 3 blog

Kids zaman now mungkin banyak yang nyebar hoax. Tapi moms zaman now jangan sampai terjebak ya. Apalagi jika urusannya soal kebutuhan sang buah hati.

Banyak yang bilang ASI eksklusif lebih murah ketimbang susu formula untuk kebutuhan bayi. Apakah ini adalah salah satu hoax zaman now? Sepertinya tidak, karena pandangan ini sudah ada sejak zaman baheula.

Dasarnya simpel: ASI gak perlu beli, sementara susu formula harus dibeli. Bila dilihat sekilas, mungkin itu benar. Tapi, meski air susu ibu itu keluar dengan alami, bukan berarti gak perlu biaya untuk menghasilkan ASI yang berkualitas.

Bila mau ASI eksklusif sekenanya sih ya gak perlu. Namun moms yang bijak mesti memperhatikan diri sendiri, termasuk asupan yang masuk perut, agar ASI yang diberikan ke buah hati itu kualitas nomor satu.

Karena itulah ada kebutuhan biaya untuk menghasilkan ASI yang baik. Di sini, kita akan bandingkan biaya ASI eksklusif vs susu formula. Benarkah ASI lebih murah ketimbang susu formula?

ASI

Pemberian ASI eksklusif membutuhkan “alat tempur” agar maksimal. Berikut ini peralatan serta biaya yang dibutuhkan:

1. Pompa ASI

Buat ibu yang juga wanita karier, breast pump alias pompa ASI wajib ada di tas saat kerja. Selama jam kerja, bisa ambil waktu 5-10 menit setiap 1-2 jam untuk memompa ASI di tempat khusus.

Seharusnya sih kantor menyediakan tempat ini. Ingat, jangan pompa ASI di toilet, karena itu adalah markasnya kuman. Kalau gak ada tempat memompa ASI, cari saja ruangan yang tertutup dan minta tolong teman untuk menjaga pintu.

asi eksklusif
Pilih breast pump yang bagusan, tapi jangan lupa dibersihkan ya. Dirawat biar bisa dipakai buat anak selanjutnya (momisme)

Harga pompa ASI bervariasi, jenisnya pun demikian. Ada dua jenis pompa ASI, yakni manual dan elektrik. Pompa manual lebih murah, harganya Rp 50 ribu hingga Rp 500 ribuan. Makin tinggi harga, umumnya kualitasnya makin baik.

Adapun harga pompa elektrik Rp 200 ribu sampai Rp 1,5 juta. Tinggal sesuaikan dengan kebutuhan saja. Pompa elektrik lebih simpel, tapi perlu listrik dan suaranya berisik. Sedangkan pompa manual lebih repot namun lebih senyap dan murah.

[Baca: Ssst…Ini Trik Dapat Perlengkapan Bayi Murah Tapi Bagus, Ngapain Beli yang Mahal?]

2. Botol ASI

Buat menyimpan ASI di freezer, butuh botol. Harga botol kaca ini berkisar Rp 50-70 ribu untuk satu pak botol 100 ml berjumlah 10 unit.

Ada juga yang berukuran 150 ml. Cari yang sesuai dengan kebutuhan, karena daya pompa ASI setiap ibu berbeda-beda. Ada yang banyak menghasilkan ASI, tapi ada juga yang sangat terbatas.

3. Bra menyusui

Bra ini sering dipilih ibu baru ketika masih menyusui. Sebab, simpel untuk membuka-tutup saat sang buah hati haus minta minum atau untuk memompa ASI di kantor.

Harga bra menyusui relatif murah, sekitar Rp 20-30 ribu. Umpamanya butuh 20 unit bra menyusui (sehari sekali buat di kantor), berarti biayanya Rp 400-600 ribu.

asi eksklusif
Jangan terlalu banyak pikiran jika sedang dalam masa menyusui, keep smile, biar ASI lancar (flickr)

4. Suplemen

Ini nih yang gak kalah penting. Moms butuh suplemen agar ASI lebih berkualitas. Cavit D3 untuk kalsium, misalnya, harganya Rp 20 ribu per strip (isi 10 tablet). Bila sehari minum satu tablet, berarti butuh tiga strip atau Rp 60 ribu untuk biayanya.

Suplemen lainnya adalah Calmin AF. Multivitamin ini penting terutama buat yang punya riwayat kurang darah. Harga Rp 40 ribuan untuk yang isi 30 butir dengan konsumsi sehari satu kali.

5. Susu ibu menyusui

Ada banyak jenis susu untuk ibu yang dalam masa menyusui. Tapi di sini kita akan fokuskan pada satu merek, yakni Prenagen lactamom. Susu ini termasuk salah satu yang terpopuler di Indonesia. Harga Prenagen lactamom hanya Rp 70 ribuan untuk yang ukuran 400 gram.  Dengan konsumsi sehari dua kali, susu 400 gram pas buat sebulan.

[Baca: Ibu Hamil, Jangan Lupa Anggarkan Uang Lebih Buat 7 Kebutuhan Ini]

Susu Formula

Susu formula punya banyak jenis dan merek. Usia bayi pun mempengaruhi susu yang cocok buatnya. Untuk yang berusia 0-6 bulan, misalnya, dibedakan dengan bayi berusia 6 bulan ke atas.

Bahkan jika bayi alergi, ada susu formula khusus yang harganya jauh lebih mahal. Susu formula yang termurah masih SGM dengan harga hanya Rp 75 ribuan untuk yang ukuran 1.000 gram.

asi eksklusif
Susu formula gak haram, tapi sebaiknya ASI diprioritaskan (macampenyakit)

Adapun susu formula termahal adalah yang khusus untuk bayi yang alergi, di antaranya Neocote LCP yang harganya tembus Rp 400 ribu untuk yang ukuran 400 gram. Kalau sufor untuk bayi normal harganya sekitar Rp 200-300 ribu untuk ukuran 400 gram.

Kesimpulan

Jika dilihat sekilas, komponen biaya untuk ASI lebih banyak. Buat beli pompa dan botol ASI saja harganya sudah menyamai sufor 1.000 gram yang cukup untuk sebulan.

Umpamanya beli pompa manual seharga Rp 500 ribu, botol ASI 20 unit Rp 140 ribu, bra menyusui 20 potong Rp 500 ribu, suplemen total Rp 100 ribu per bulan, dan susu Rp 75 ribu per bulan.

Biaya awal: pompa + botol + bra = Rp 1.140.000
Biaya per bulan hingga bayi berumur 1 tahun (sampai lepas dari ASI) = suplemen + susu = Rp 100 ribu + Rp 75 ribu x 12 = Rp 2.100.000

Total biaya ASI eksklusif: Rp 3.240.000

Sedangkan total biaya susu formula biasa untuk setahun: Rp 200 ribu x 12 = Rp 2.400.000

Lebih mahal ASI? Betul, kalau pakai perbandingan itu.

Tapi, harus dilihat dengan detail. Komponen biaya tetap peralatan ASI itu berlaku dalam jangka waktu lama. Pompa dan kawan-kawan bisa dipakai untuk anak pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya. Artinya, peralatan tersebut sekaligus bisa jadi alat investasi.

[Baca: Moms, 5 Alat Dapur Modern Ini Bisa Jadi Investasi Terbaik Lho]

Yang penting, cari yang betul-betul berkualitas. Buat buah hati janganlah main-main asal comot yang murah. Gali cerita dari moms lain, terutama saudara, yang punya pengalaman dengan merek-merek tersebut.

Dan, gak cuma itu, ASI jauuuuuuuh lebih bernutrisi ketimbang susu formula. Bahkan WHO selalu mengampanyekan pemberian ASI eksklusif minimal untuk enam bulan usia bayi. Poin plus lainnya adalah timbul kedekatan psikologis yang lebih baik antara ibu dan bayi dalam proses pemberian ASI.

Sebaiknya ASI diberikan hingga bayi berusia dua tahun. Namun kendala yang muncul membuat tiap ibu memilih waktu tersendiri untuk menyudahi pemberian ASI, misalnya sibuk di kantor atau sering ke luar kota.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pun berpendapat bahwa ASI sangat berguna untuk mencegah malnutrisi pada bayi. Investasi yang amat menguntungkan tentunya daripada nanti anak sakit-sakitan dan butuh biaya pengobatan.

Dari paparan ini bisa ditarik kesimpulan, ASI memang lebih mahal dibandingkan sufor dalam jangka pendek.

Tapi, jika mau menghitung nilainya dalam jangka panjang, ASI merupakan bentuk investasi yang tepat dan cerdas bagi para ibu. Apalagi bila moms mendapat asupan nutrisi yang cukup, sehingga gak perlu beli suplemen macam-macam.

Meski begitu, disarankan bayi hanya diberi ASI eksklusif paling tidak pada enam bulan pertama. Setelah itu, bisa diberi susu formula. Kalau bisa sih sufor dan ASI diberikan berdampingan demi nutrisi yang lebih baik buat sang buah hati.

Tags:

Hardian

Sebagai penulis dan penyunting, saya sangat akrab dengan tenggat alias deadline. Dua profesi ini mengajari saya tentang betapa berharganya waktu, termasuk dalam urusan finansial. Tanpa rencana dan kedisiplinan soal waktu, kehidupan finansial pastilah berantakan. Cerita inilah yang hendak saya bagikan kepada semuanya lewat beragam cara, terutama tulisan.

Masih banyak lagi dari duitpintar.com