Ini Lho 7 Godaan yang Bisa Bikin Masa Depan Karier Berantakan

by Hardian 655 views0

masa depan karier

Wali Kota Batu Eddy Rumpoko kena operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia menjadi pejabat kesekian yang dicokok KPK dan terancam kehilangan masa depan.

Karier yang dirintis bertahun-tahun bisa menemui jalan buntu dalam sekejap bila tergoda seperti para pejabat yang terbukti korupsi. Gak mau dong bernasib sama dengan mereka?

Masak iya gara-gara tergoda duit segepok, hilang sudah masa depan yang cemerlang. Duit mah bisa dicari bro, tapi kalau nama baik? Gak ada yang jual!

Makanya waspada sama beberapa godaan yang bakal sering kamu temui dalam karier. Berikut ini di antaranya:

1. Suap menyuap

Kalau disuapi pacar sih enak diproses, enak di akhir. Kalau suap dalam pekerjaan, enak di prosesnya doang. Akhirnya bisa kena hukuman di penjara.

masa depan karier
Kalau suap-suapan kayak Raisa dan Hamish Daud gini sih romantis ya, hayooo baper deh hehehe (Raisa dan Hamish / detik)

2. Nepotisme

Membantu teman atau kerabat dalam mencari kerja sangatlah perlu. Namun bukan dengan cara nepotisme alias kongkalikong lewat iming-iming materi maupun jabatan tinggi, karena itu perbuatan melawan hukum.

3. Mark-up anggaran

Bila mengurus proyek, kerjakan sesuai dengan aturan. Anggaran janganlah dipompa untuk perut sendiri maupun orang lain. Apalagi jika berwenang mengurus anggaran. Godaan mark-up bakal makin nyata.

4. Bohong

Berbohong dalam karier mungkin pernah dilakukan siapa pun. Tapi bohong besar demi kepentingan pribadi, misalnya lalai menyelesaikan pekerjaan tapi malah menuduh anak buah yang salah, itu berbahaya. Sekali saja ketahuan, karier taruhannya.

5. Black campaign

masa depan karier
Jangan pernah deh ngelakuin yang satu ini karena fitnah lebih kejam dari kejahatan lain bro! (Meme Fitnah / quickmeme)

Kampanye hitam bukan hanya ada dalam pemilu. Di dunia kerja pun ada, terutama dalam persaingan demi promosi jabatan. Pesaing dibikin jatuh reputasinya dengan modal fitnah. Siap-siap saja dijauhi kolega kalau ada yang mengendus kampanye model begini.

6. Jual informasi atau properti perusahaan

Loyalitas untuk perusahaan adalah harga mati. Bila jual informasi rahasia ke pesaing, bisa fatal akibatnya. Begitu juga jual properti perusahaan. Mending jual barang bekas di rumah lewat toko online deh.

[Baca: Hasilkan Uang dari Barang Bekasmu Lewat 5 Situs Jual-Beli Ini]

7. Nyolong uang perusahaan

Nyolong itu keliru, di mana pun tempatnya. Di kantor, orang HRD atau finance yang berpotensi besar melakukan penyelewengan ini karena merekalah yang pegang uang. Misalnya uang iuran BPJS karyawan gak dibayarin atau pakai petty cash buat kepentingan pribadi. Jangan kira perbuatan itu gak bakal ketahuan.

Dari daftar di atas, kebanyakan godaannya berhubungan dengan uang. Nah, kalau kayak gini sebenarnya kamu bisa menghindarinya dengan cara mengelola keuangan dengan benar.

Kalau keuangan sehat dan hidup berkecukupan, tentu dorongan buat dapat uang secara ilegal juga gak ada atau lebih minim. Makanya kalau merasa gaji sekarang gak cukup, usaha lebih buat dapat pemasukan lebih besar.

Bisa dengan cari penghasilan tambahan, bikin usaha sampingan, atau cari kerja lain dengan gaji lebih baik. Intinya, banyak cara halal yang bisa ditempuh cuma buat dapat uang.

masa depan karier
Hayooo, yang namanya nyolong ya nyolong, gak ada bedanya mau nyolong di mana, siapa, dan bagaimana, malu ah! (Pencopet / liputan6)

[Baca: Nih Usaha Sampingan Tanpa Modal Buat Karyawan Sibuk]

Gak perlulah sampai mempertaruhkan masa depan dengan ngelakuin hal-hal di atas. Kecuali kalau kamu memang ingin merasakan pengalaman menjadi pesakitan di pengadilan hingga di penjara.

Bukan hanya pejabat pemerintah yang bisa diproses karena terlibat penyelewengan lho. Pegawai swasta pun demikian. Namun polisilah yang akan menangani kasusnya.

Mungkin kelak KPK juga punya wewenang mengusut perkara di bidang swasta. Bakal jadi berita kalau kita tertangkap dan terbukti melakukan tindak pidana.

Jika sudah begitu, mau ditaruh di mana muka kita? Bukan hanya diri sendiri yang kena dampak lho, tapi juga keluarga. Jalan yang lurus-lurus aja deh demi masa depan.

[Baca: Jangan Harap Bisa Punya Kerja Sampingan Kalau Masih Mempertahankan 6 Hal Ini]

Hardian

Sebagai penulis dan penyunting, saya sangat akrab dengan tenggat alias deadline. Dua profesi ini mengajari saya tentang betapa berharganya waktu, termasuk dalam urusan finansial. Tanpa rencana dan kedisiplinan soal waktu, kehidupan finansial pastilah berantakan. Cerita inilah yang hendak saya bagikan kepada semuanya lewat beragam cara, terutama tulisan.

Masih banyak lagi dari duitpintar.com