Pelajari 6 Kunci Sukses Orang Tionghoa ala Jack Ma

by Hardian 7.625 views0

kunci sukses orang tionghoa

Tahu Jack Ma, dong. Pengusaha asal Negeri Tiongkok itu masih berusia 50-an, tapi sudah menduduki peringkat kedua orang terkaya di China versi Forbes.

kunci sukses orang tionghoa
Jack ma salah satu oarang terkaya di dunia (Jack Ma / Vulcanpost)

Di tingkat dunia, Jack Ma adalah orang terkaya nomor 33. Padahal pendiri Alibaba itu dulu pernah bolak-balik ditolak kerja di sejumlah perusahaan.

Tak diragukan, darah leluhurnya yang terkenal berkarakter gigih dan ulet dalam usaha ikut berpengaruh dalam kesuksesannya. Hal ini juga terlihat di Indonesia.

Banyak warga Tionghoa yang sukses menjadi miliarder di Tanah Air. Bersama warga dari kalangan lain, mereka ikut mengangkat ekonomi Indonesia di kancah internasional.

Kunci sukses orang Tionghoa ternyata ada pula dalam perjalanan karier Jack Ma. Mau tahu apa saja? Simak daftar di bawah ini:

1. Fokus pada inovasi

Jack Ma adalah satu dari segelintir orang pertama di China yang sukses memanfaatkan internet ketika teknologi itu masih baru. Dia melihat adanya peluang besar dari pasar internet.

kunci sukses orang tionghoa
Salah satu inovasi di alibaba adalah di bagian packing dan pengiriman yang canggih (Pengiriman / wsj)

Inovasinya yang pertama sekaligus utama adalah mendirikan Alibaba, sebuah pasar tempat jual-beli barang via internet. Pada 1990-an, inovasi bisnis online itu sangatlah brilian. Bayangkan dengan di Indonesia, yang bisnis via internetnya baru booming pada 2010-an.

Inovasinya yang lain adalah mendirikan platform pembayaran sendiri. Jadi, orang yang mau belanja di Alibaba menyetor deposit ke situs. Uang di deposit itulah yang digunakan buat membayar belanjaan di Alibaba. Metode ini digandrungi lantaran lebih simpel ketimbang transfer atau gesek kartu kredit.

2. Bisa menyatukan orang

Sebagai pemimpin suatu usaha, harus mampu menyatukan orang dari beragam latar belakang. Namun Jack Ma tidak menempatkan dirinya sebagai titik sentral dalam usahanya.

Dia percaya, orang-orang bisa bersatu hanya kalau punya tujuan yang sama, bukan karena dipimpin oleh orang yang sama. Jadi, tidak ada gunanya mempekerjakan orang-orang pintar namun masing-masing berlainan dalam tujuan.

Baginya, bisnis adalah yang utama. Ambisi pribadi, bahkan keluarga, sedikit dikesampingkan demi tujuan tersebut.

Karena itu, dia selalu menegaskan kepada timnya tentang visi-misi perusahaan, bukan visi-misinya sendiri. Jika semua sudah satu suara mendukung visi-misi bersama, mimpi kesuksesan itu ada di depan mata.

3. Mengambil risiko yang perlu

Siapa bilang orang Tionghoa itu sukses-sukses karena suka mengambil risiko? Yang betul, mereka mengambil risiko hanya jika diperlukan.

Itulah salah satu alasan Alibaba bisa berkembang hingga saat ini. Jack Ma mengembangkan Alibaba antara lain lewat akuisisi perusahaan. Langkah akuisisi alias membeli perusahan lain ini jelas gak bisa dilakukan sembarangan.

Risiko rugi diambil dengan mempertimbangkan potensi keuntungan yang bisa didapat dengan cermat. Biasanya, potensi keuntungan akan tinggi jika risiko ruginya pun tinggi. Namun itu hanya rumus di atas kertas.

Bisa saja yang terjadi adalah sebaliknya, risiko rugi kecil namun bisa untung besar. Makanya, harus dihitung dengan hati-hati setiap langkah yang akan diambil.

Jangan kayak kebanyakan orang yang, misalnya, kebelet banget pengin buka usaha. Terus asal saja mengajukan pinjaman. Ujung-ujungnya pailit karena tidak memiliki rencana usaha yang matang. Alhasil, terjerat utang.

Makanya, semuanya harus dilakukan dengan pertimbangan yang cermat. Termasuk saat ajukan pinjaman.

CTA Kredit Tanpa Agunan

4. Gagal berarti menyerah

Jack Ma punya prinsip, gagal berarti menyerah. Artinya, dia gak mau menyatakan suatu usaha yang gak berhasil sebagai sebuah kegagalan. Dia memandang hal itu sebagai suatu proses semata.

Alih-alih larut dalam kekecewaan lantaran merasa gagal, dia memilih belajar dari kesalahan. Strategi ia rancang kembali dengan mempertimbangkan kesalahan yang pernah ia buat sebelumnya.

Dengan begitu, dia terhindar dari malapetaka jatuh ke lubang yang sama. Malah, “kegagalan” itu menjadikannya lebih kuat. Seperti kata filsuf Friedrich Nietzsche yang dipopulerkan Kelly Clarkson dan Katy Perry: “What doesn’t kill you make you stronger.”

kunci sukses orang tionghoa
Sebelum mendirikan alibaba.com, Jack Ma di tolak di 30-an perusahaan (Alibaba / Forbes)

5. Kompetitor adalah kawan

Daripada tenggelam dalam permusuhan melawan kompetitor, Jack Ma justru ingin bergandengan dengan pesaing-pesaingnya. Pertemanan itu antara lain terwujud lewat asosiasi pengusaha bersama.

Dari persahabatan itu, dia mampu melihat dan menyimpulkan, “O, dia sukses karena begini, to.” Atau “O, dia gagal karena begitu.” Pelajaran tentang kesuksesan dan kegagalan itu dia terapkan dalam usahanya sendiri.

Coba kalau dia bersikap anti terhadap lawannya. Egoisme semacam itu justru bisa menyesatkan. Namun dia menekankan, belajar bukan berarti meniru. Jack Ma pernah bilang, “Belajarlah dari kompetitor, tapi jangan menirunya. Tiru, dan Anda akan mati.”

6. Sederhana

Hidup sederhana meski sudah jadi kaya. Itulah kunci sukses orang Tionghoa ala Jack Ma terakhir di sini. Dia gak pernah diberitakan berfoya-foya.

kunci sukses orang tionghoa
Kesederhanaan Jack Ma bisa kita lihat dari hobinya ( Taichi / luxatic)

Ketimbang memamerkan kekayaan, mending bersikap layaknya orang biasa saja. Uang diolah ke dalam usaha atau investasi, bukan dibelanjakan semena-mena.

Jack Ma memang bukan orang Indonesia. Tapi dalam darahnya mengalir karakter yang sama dengan orang Tionghoa di Indonesia. Yuk, jadikan Imlek 2017 ini momentum untuk mempelajari kunci sukses orang Tionghoa sekaligus mempraktikkannya

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Bikin Bisnis Kok Stagnan, Kamu Bisa Tiru Jurus Jitu Mengembangkan Usaha Ini]

[Baca: Biar Gak Mengalami Kegagalan dalam Berwirausaha, Belajar Dari 7 Hal Ini]

[Baca: Belajar dari 7 Film Ini Tentang Mereka yang Berulang Kali Gagal Lalu Sukses]

 

Tags: ,

Hardian

Sebagai penulis dan penyunting, saya sangat akrab dengan tenggat alias deadline. Dua profesi ini mengajari saya tentang betapa berharganya waktu, termasuk dalam urusan finansial. Tanpa rencana dan kedisiplinan soal waktu, kehidupan finansial pastilah berantakan. Cerita inilah yang hendak saya bagikan kepada semuanya lewat beragam cara, terutama tulisan.

Masih banyak lagi dari duitpintar.com