Yang Harus Anda Pahami tentang Asuransi

by jagan 1.368 views0

memahami asuransi thumb

Seringkali masyarakat banyak mendengarkan perihal asuransi dan sebagian yang memahami definisi dan tujuan asuransi tersebut. Seharusnya asuransi itu dipahami secara benar-benar dan masyarakat dapat melakukan penilaian dengan lebih obyektif. Dan, mereka pun dapat menentukan yang terbaik bagi diri mereka.

 

Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan.

 

Dalam pengertiannya, asuransi memiliki 4 prinsip dasar yaitu:

 

1. Indemnity

Pada prinsip ini, penanggung bersedia untuk membayar tidak lebih dari nilai aktual yang harus ditanggung oleh tertanggung. Prinsip ini dibuat dengan alasan.

 

Pertama, tujuan kontrak asuransi adalah mengembalikan posisi ekonomi sama saat kerugian belum terjadi. Kedua, tertanggung tidak memperoleh keuntungan dari adanya kerugian. Ketiga, mengurangi moral hazard dengan mengeliminasi insentif keuntungan.

 

2. Insurable Interest

Prinsip ini mengatakan bahwa tertanggung harus berada dalam posisi menderita secara finansial saat kerugian terjadi. Prinsip ini dibuat untuk menghindari spekulasi, mengurangi moral hazard, serta agar tidak menanggung lebih dari kebutuhan keuangan tertanggung (mendukung prinsip indemnity).

 

3. Utmost Good Faith 

Utmost good faith artinya nilai kejujuran sangat dijunjung tinggi dalam kontrak asuransi.

 

4. Subrogation 

Subrogation artinya penanggung hanya berkewajiban membayar sesuai dengan yang tertuang dalam polis.

 

5. Contribution (kontribusi)

Jika suatu obyek diasuransikan ke beberapa parusahaan asuransi maka akan berlaku prinsip kontribusi atas masing-masing perusahaan asuransi tersebut.

 

6. Proximate Cause (kausa proksimal)

Prinsip penyebab utama yang aktif dan efisien menimbulkan suatu kerugian dalam suatu kejadian. Apabila kepentingan yang diasuransikan mengalami musibah atau kecelakaan, maka pertama-tama Kami akan mencari sebab-sebab yang aktif dan efisien yang menggerakkan suatu rangkaian peristiwa tanpa terputus sehingga pada akhirnya terjadilah musibah atau kecelakaan tersebut.

 

[Cekidot Infographic: Mengenal Jenis-Jenis Asuransi lewat Gambar]

 

Adapun tujuan asuransi ini adalah:

 

– Memberikan suatu jaminan perlindungan dari risiko kerugian yang diderita satu pihak.

– Meningkatkan perihal efisiensi, karena tidak perlu secara khusus mengadakan pengamanan dan pengawasan untuk memberikan perlindungan yang memakan banyak tenaga, waktu dan biaya.

– Pemerataan biaya, yaitu cukup hanya dengan mengeluarkan biaya yang jumlahnya tertentu dan tidak perlu mengganti/membayar sendiri kerugian yang timbul yang jumlahnya tidak tentu dan tidak pasti.

– Dasar bagi pihak bank untuk memberikan kredit karena bank memerlukan jaminan perlindungan atas agunan yang diberikan oleh peminjam uang.

– Sebagai tabungan, karena jumlah yang dibayar kepada pihak asuransi akan dikembalikan dalam jumlah yang lebih besar -> khusus untuk asuransi jiwa.

– Menutup Loss of Earning Power seseorang atau badan usaha pada saat ia tidak dapat berfungsi (bekerja)

 

Masalah Potensial Dalam Asuransi

Tujuan masyarakat dalam hal membeli asuransi adalah untuk memperoleh perlindungan saat mendapatkan risiko pertanggungan. Perusahaan asuransi harus dapat menghindari mereka yang membeli asuransi untuk tujuan spekulasi atau pertaruhanan. Oleh karena itu perusahaan asuransi harus menerapkan prinsip-prinsip dasar asuransi.

 

Masalah potensial lainnya yang dihadapi perusahaan asuransi adalah perilaku pilihan yang merugikan dan bahaya moral dari pelanggan dan/atau calon pelanggan. Biasanya paling ingin membeli asuransi kesehatan adalah mereka yang menderita sakit kronis ketimbang mereka yang sehat atau jarang sakit.

 

Dengan kata lain, pihak yang paling ingin membeli asuransi adalah mereka yang tahu akan risiko dan berisiko. Mereka berpotensi melakukan pilihan merugikan, berperilaku seolah-olah sehat dengan menunjukan catatan medis yang bagus.

 

Oleh karena itu, perusahaan asuransi harus dapat memiliki cara untuk dapat mengatasi masalah tersebut. Antara lain memberikan syarat pemeriksaan fisik dengan rumah sakit yang telah ditunjuk (meskipun cara ini tidak memecahkan masalah sepenuhnya karena berpotensi memunculkan masalah bahaya moral akibat penunjukan tersebut).

 

Selain itu, perusahaan asuransi kesehatan dapat menekan adanya pilihan merugikan dengan menjual asuransi pada suatu kelompok yang anggotanya memiliki karaksteristik yang relatif sama.

 

Mungkin dengan beberapa penjelasan diatas bisa bermanfaat bagi Anda dalam hal mengetahui tentang pengertian serta tujuan asuransi. Apabila Anda menginginkan sumber informasi lebih lanjut silakan pantau terus dan kunjungi Blog DuitPintar.com.

Masih banyak lagi dari duitpintar.com