Penghasilan di Bawah UMP Tapi Mau Investasi? Begini Caranya

by akbar 939 views0

Penghasilan di Bawah UMP

 

Bareksa Logo

Semua  orang, di mana pun mereka berada pasti bercita-cita untuk hidup mapan. Kemapanan bisa dicapai lewat investasi atau menanam modal, agar dana yang disimpan bisa tumbuh dan pastinya bisa bermanfaat untuk jangka panjang.

Namun, buat yang memiliki pendapatan rendah — atau bahkan di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP) – kadang sering beranggapan bahwa mengumpulkan uang adalah hal yang sulit, apalagi berinvestasi. Patut diketahui lho, investasi gak cuma diperuntukkan bagi mereka yang memiliki pendapatan besar saja. Siapa pun bisa investasi.

Investasi juga bukan hanya sebatas kepada besaran dana yang dialokasikan dalam berinvestasi. Kesadaran akan pentingnya berinvestasi juga harus ditanamkan.

Sebab, seberapa besar pun penghasilan yang kamu peroleh, apabila kesadaran berinvestasi belum terpatri dengan baik, perilaku konsumtif dan boros pun akan sulit dihindari. Ujung-ujungnya duitmu habis gak jelas.

Menurut salah satu financial planner Tatadana Counsulting, Tejasari Assad, ada beberapa tips buat mereka yang berpenghasilan rendah tapi ingin berinvestasi. Yuk simak tipsnya di bawah ini.

1. Sisihkan minimal 10 persen dari penghasilan

Mulai dari sekarang, sisihkan minimal 10 persen dari penghasilan untuk investasi. Misalnya saja saat ini kita memiliki penghasilan sebesar Rp 1.500.000, maka 10 persennya adalah sebesar Rp 150.000. Angka tersebut dapat kita sisihkan untuk berinvestasi.

Penghasilan di Bawah UMP
sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit begitupun dengan menyisihkan 10% dari gaji (nabung/menjaring impian)

Dengan keyakinan dan kedisplinan menyisihkan 10 persen dari penghasilan ini, manfaatnya akan terasa di masa depan. Apalagi kalau penghasilan kita mengalami peningkatan setiap tahun, tentunya kita bisa menyisihkan uang lebih besar dan mendapat manfaat yang lebih besar lagi kan.

Cara ini memang terasa lumayan berat bagi pemula, karena harus menyisihkan uang dengan penghasilan yang terbatas. Namun, hal ini mau gak mau harus dilakukan kalau kamu mau serius dalam investasi.

Kenapa? Karena dengan menyisihkan sebagian dari penghasilan untuk berinvestasi sejak dini, kita bisa meraih kebaikan di masa depan ketimbang gak melakukan investasi sama sekali.

2. Pilih produk investasi yang disesuaikan dengan profil risiko

Setelah mulai menyisihkan uang dari penghasilan, langkah selanjutnya adalah memilih produk investasi. Dalam memilih produk investasi ini, sebaiknya kita juga memperhatikan profil risiko kita sebagai investor.

Profil risiko ini harus kita ketahui untuk menyesuaikan tingkat penerimaan kita terhadap risiko produk yang dipilih. Jangan khawatir juga kalau investasi harus dimulai dengan modal yang besar, sebab kini sudah berkembang produk aset keuangan yang dapat dimulai dengan modal relatif rendah seperti reksa dana.

Penghasilan di Bawah UMP
Investasi reksa dana juga boleh dicoba. Bisa dimulai dengan uang Rp 100.000 pula (reksa dana/ kelas investasi)

Kini produk investasi reksa dana dapat menjangkau semua lapisan masyarakat, mulai dari mahasiswa hingga pebisnis eksekutif karena dapat kita mulai dengan dana minimum Rp 100.000. Reksa dana juga terdiri dari beberapa jenis yang dapat disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan investasi masing.

Jenis-jenis reksa dana yang dapat dipilih termasuk reksa dana saham, campuran, pendapatan tetap, dan pasar uang. Oleh karena itu, wajib paham dulu ya sebelum menentukan produk reksadananya.

Selain reksa dana, rupanya kini kita juga dapat berinvestasi pada emas dengan cara menabung emas di kantor pegadaian dan bank-bank besar. Dengan cara ini, kita yang memiliki dana kecil pun dapat mulai menabung atau mencicil emas.

Kalau uang yang kita tabung ini sudah cukup untuk membeli beberapa gram emas batangan yang tersedia, kita dapat mencetak emas tersebut secara fisik dan menyimpan sendiri. Buat yang mau berinvestasi emas, pastinya usahakan beli saat harganya turun ya.  

3. Investasi dengan sistem auto-debit

Apabila kita merasa sulit untuk menyisihkan uang sendiri, kita dapat menggunakan pihak ketiga untuk “memaksa” agar kita menyisihkan uang secara rutin. Pihak ketiga ini bisa bank-bank umum, agen penjual reksa dana, ataupun manajer investasi yang memiliki program penarikan otomatis (auto-debit) dari rekening tabungan setiap periode tertentu.

Dengan auto-debit, uang yang ada dalam rekening kita akan langsung ditarik otomatis untuk disimpan dalam tabungan ataupun reksa dana. Tentunya program ini juga dapat mendisiplinkan diri kita untuk rutin menyisihkan uang, yang terkadang terasa sulit untuk dilakukan.

Jadi, siapa bilang orang berpenghasilan rendah gak bisa investasi? Ayo dimulai dari sekarang demi masa depan yang lebih baik!

 

“Artikel lainnya, silakan klik tautan berikut ini : Bareksa.com

 

Masih banyak lagi dari duitpintar.com