Penipuan First Travel Diduga Manfaatkan Skema Ponzi. Apa Sih Skema Ponzi Ini?

by Hardian 660 views0

penipuan first travel

Apa itu Ponzi? Mungkin pertanyaan ini banyak dilontarkan orang beberapa pekan belakangan. Penyebabnya apa lagi kalau bukan karena dugaan penipuan First Travel.

First Travel disebut-sebut memakai skema Ponzi dalam bisnisnya. Dengan skema ini, First Travel sukses menjaring ribuan, bahkan puluhan ribu anggota jemaah.

Apa hebatnya sih skema bisnis Ponzi? Kok kayaknya bisa begitu menggiurkan ya. Untuk mengetahui lebih lanjut, kita simak bersama penjelasan di bawah ini.

Apa itu skema Ponzi

Adalah Charles Ponzi, sang penemu dan pengembang skema bisnis atau investasi yang kental dengan bau-bau penipuan ini. Pada 1920-an, di Amerika Serikat, Ponzi menawarkan bisnis kupon investasi yang katanya bisa ditukar dengan perangko yang nilainya lebih mahal.

Pria asal Italia itu mengiming-imingi calon korbannya dengan return sebesar 50 persen dalam 45 hari. Jelas saja banyak yang tertarik. Jadi gak heran kalau akhirnya dia pun sukses menjaring banyak korban.

penipuan first travel
Oh Ponzi berarti yang ini ya? Yang nyanyi Despacito? Salaaahh.. itu Luis Fonzi bukan Ponzi (Luis Fonzi/E online)

Skema ini memang tampak menggiurkan bila dilihat dari imbal hasil yang ditawarkan. Tapi, bila menengok lebih jauh ke dalam, skema Ponzi sangatlah janggal.

Anehnya, penipuan dengan skema Ponzi masih saja memakan banyak korban sampai sekarang. Koperasi Pandawa yang kasusnya ramai dibicarakan beberapa waktu lalu juga disebut menipu dengan menggunakan skema Ponzi ini.

Gimana cara kerja skema Ponzi?

Inti cara kerja skema Ponzi adalah mengumpulkan pembeli sebanyak-banyaknya dengan iming-iming keuntungan berlipat. Sementara itu, dana yang masuk dari pembeli diputar sebagai keuntungan yang diberikan ke pembeli lain.

Skema ini sering digambarkan dengan gambar piramida. Karena itulah skema ini juga sering dinamai skema piramida.

Misalnya Pak Adi menawarkan investasi dengan skema ini ke Pak Joko. Karena iming-iming return yang besar, Pak Joko pun tertarik.

Pak Joko lantas menawarkan investasi yang sama ke Bu Santi, yang akhirnya juga tertarik. Nah, posisi Pak Joko ini di atas Bu Santi. Dana yang masuk dari Bu Santi diputar, diberikan ke Pak Joko sebagai “return” yang dijanjikan.

penipuan first travel
Makanya, jangan mudah tergiur dengan iming-iming keuntungan besar lho ya (piramida ponzi/aba for law student)

Masalah muncul ketika Bu Santi gak punya investor lain di bawahnya. Sebab, gak ada dana lain yang bisa digunakan untuk membayar Bu Santi. Akhirnya, Bu Santi gak menerima return yang dijanjikan.

Tinggal tunggu waktu saja sampai Pak Joko bernasib sama seperti Bu Santi. Sebab, skema bisnis seperti ini bergantung pada masuknya investor baru. Ketika gak ada investor lagi yang tertarik, nah baru deh gigit jari.

Ponzi, sang penemu skema ini hanya bisa setahun menjalankan modus investasi palsunya. Gak bakal bertahan lama deh investasi yang menggunakan Ponzi. Percaya deh.

Apa aja ciri-cirinya?

Dari penjelasan di atas, tampak jelas ciri-ciri skema Ponzi. Di antaranya:

– Menawarkan return pasti dan besarnya gak masuk akal. Inget ya, yang namanya investasi itu gak ada yang bisa prediksi keuntungannya secara pasti. Jadi kalau ada lembaga investasi yang berani janjiin keuntungan tetap misalnya 50 persen tiap bulan, wah gak bener tuh.
– Butuh investor atau pembeli dalam jumlah banyak agar bisnis terus berjalan
– Setiap investor atau pembeli diminta mencari investor atau pembeli lain dengan iming-iming bonus

Umumnya, skema Ponzi kerap dijalankan untuk tipu-tipu di bisnis atau investasi bodong berupa koperasi, biro travel, sampai produk arisan. Bank atau perusahaan besar gak bakal berani pakai skema jadul ini.

Apalagi skema seperti ini dilarang oleh pemerintah. Otoritas Jasa Keuangan sudah banyak menutup praktik investasi atau bisnis yang demikian. Sudah ada aturannya kok, yaitu Undang-undang No.7/2014 tentang Perdagangan.

Tetap waspada dan cerdas

Dalam kasus First Travel, ada dugaan penggunaan skema Ponzi karena biro umrah dan haji ini kerap menawarkan harga paket promo yang murah banget. Bahkan jauh di bawah harga paket umrah dan haji pada umumnya.

penipuan first travel
Ada baiknya survei dulu deh untuk harga umrah di pasaran. Kalau ditawari harga murah ya wajib curiga (umrah/vivid holiday sltd)

Kenapa bisa murah? Ya karena kalau biaya perjalanan yang udah dibayar gak nutup biaya operasional, uangnya bakal dipenuhi dari calon jemaah baru yang mendaftar belakangan. Begitu seterusnya. Jadi gak heran kalau sekarang banyak jemaah First Travel yang gak bisa berangkat, sebab uang yang mereka bayarkan udah dipakai untuk memberangkatkan kloter jemaah sebelumnya.

Kita selaku masyarakat mesti waspada ketika menghadapi tawaran yang mirip dengan First Travel ini. Sebaiknya, laporkan praktik seperti itu ke OJK langsung.

Tapi kalau malas ribet, ya pakai cara pasif aja. Tolak tawaran seperti itu, dan bujuk orang lain, terutama orang terdekat, agar gak ikut-ikutan.

Skema Ponzi adalah modus penipuan yang jelas-jelas menyasar mereka yang belum melek soal investasi. Logikanya, gak mungkin return bisa sampai sedemikian banyak hanya dalam waktu singkat dan bersifat pasti. Satu-satunya yang bersifat pasti di dunia ini cuma ketidakpastian. Aish.

Makanya, kita mesti bekali diri dengan informasi investasi jika memang hendak jadi investor. Gak bakal tertipu deh kalau kita paham bagaimana cara kerja investasi yang masuk akal.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Lindungi Diri dari Investasi Bodong dengan Lakukan 5 Langkah Ini]

[Baca: Awas Tertipu Bisnis Investasi Emas, Cermati Modus Money Game]

[Baca: Waspada dengan 7 Penipuan Berkedok Investasi Berikut Ini!]

Tags:

Hardian

Sebagai penulis dan penyunting, saya sangat akrab dengan tenggat alias deadline. Dua profesi ini mengajari saya tentang betapa berharganya waktu, termasuk dalam urusan finansial. Tanpa rencana dan kedisiplinan soal waktu, kehidupan finansial pastilah berantakan. Cerita inilah yang hendak saya bagikan kepada semuanya lewat beragam cara, terutama tulisan.

Masih banyak lagi dari duitpintar.com