Polisi Palsu, Pegawai KPK Palsu, Waspadai 10 Petugas Abal-abal Ini

by DuitPintar 2.002 views3

penipuan berkedok

Makin ke sini modus penipuan makin banyak macamnya. Selain penipuan dengan gendam (ilmu hipnotis) di jalan-jalan, banyak juga penipu yang mengaku petugas instansi resmi pemerintah yang turun langsung ke jalan.

 

Penipu ini biasanya mengaku diutus instansinya untuk melakukan sesuatu terhadap calon korbannya. Misalnya ngaku petugas Perusahaan Listrik Negara( PLN). Petugas abal-abal ini mengatakan mau mengecek meteran di rumah, padahal niatnya nyolong.

 

Di bawah ini ada daftar 10 instansi yang petugasnya sering diaku-aku orang:

 

1. Kepolisian

Tugas polisi adalah memelihara keamanan. Jadi kalau sampai ada yang mencoba 'menekan', berarti itu polisi gadungan!
Tugas polisi adalah memelihara keamanan. Jadi kalau sampai ada yang mencoba ‘menekan’, berarti itu polisi gadungan!

 

Orang yang mengaku polisi tak hanya bermotif mencari uang. Ada juga yang bermotif asmara. Yang ingin mendapat uang haram biasanya menggunakan seragam palsu itu untuk malakin pemilik kafe atau warung kecil dengan dalih uang keamanan.

 

Atau juga menipu orang yang mau mendaftar jadi polisi. Mengaku bisa memasukkan orang ke Akademi Kepolisian, penipu itu bakal meminta duit pelicin. Ujugnya, orang itu kabur menggondol hasil penipuan.

 

Bila menemukan orang seperti itu, bisa dipastikan dia bukan polisi betulan. Sebab, polisi tidak pernah menarik uang keamanan. Selain itu, tes polisi sama sekali enggak memungut biaya alias gratis.

 

Kita musti waspada, jangan mau ditekan oleh polisi gadungan begini. Untuk amannya, selalu minta kartu tanda pengenal dan surat tugas. Selanjutnya, hubungi kepolisian sektor (polsek) terdekat kalau bertemu dengan polisi lancung ini.

 

2. KPK

KPK tugasnya memberantas korupsi. Jadi kalau ada yang 'malak', sudah tentu melanggar kewajiban utamanya sendiri.
KPK tugasnya memberantas korupsi. Jadi kalau ada yang ‘malak’, sudah tentu melanggar kewajiban utamanya sendiri.

 

Karena Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dianggap berjasa besar meringkus banyak koruptor, pegawainya pun seperti memiliki keistimewaan di mata masyarakat. Walhasil, banyak pula yang memanfaatkan situasi ini.

 

KPK banyak berurusan dengan koruptor. Karena itu, mereka memburu pejabat atau pengusaha di daerah yang bisa diperas. Akhir tahun lalu ada 3 petugas KPK gadungan yang ditangkap lantaran memeras Rp 2,3 miliar seorang pengusaha asal Sukabumi.

 

Mereka punya identitas “resmi” KPK, seperti seragam, tanda pengenal, surat tugas, dan lain-lain. Tapi tanda pengenal mereka berbeda dengan tanda asli dari KPK.

 

Jika menemui “petugas KPK” yang menodong duit, masyarakat bisa mengadukan ke KPK melalui telepon 021-25578300, 021-25578389, 021-52892454, serta layanan SMS ke 08558575575. Bisa juga lewat e-mail ke [email protected] dan [email protected]

 

3. TNI

TNI berkewajiban untuk menegakkan kedaulatan rakyat, bukan malah 'membuat susah'.
TNI berkewajiban untuk menegakkan kedaulatan rakyat, bukan malah ‘membuat susah’.

 

Modus anggota TNI gadungan mirip dengan polisi palsu. Mereka mengaku bisa membantu meloloskan calon taruna dengan syarat diberi duit. Mereka juga mau gagah-gagahan memakai seragam militer demi mendapat cinta dan penghormatan.

 

Sama seperti polisi, seleksi TNI bebas biaya. Kalau menemukan anggota TNI yang mencurigakan, segera lapor ke komando rayon militer terdekat. Atau bisa juga ke kantor polisi agar kecurigaan itu bisa diselidiki.

 

4. Kementerian Tenaga Kerja

Para petugas instansi pemerintahan memang khas dengan seragam coklat. Tapi, selalu dilengkapi atribut divisi dan pangkat.
Para petugas instansi pemerintahan memang khas dengan seragam coklat. Tapi, selalu dilengkapi atribut pengenal identitas, divisi dan pangkat.

 

Kalau pegawai palsu Kementerian Tenaga Kerja lain lagi. Fokusnya biasanya pelaku usaha kecil-menengah. Para pelaku UKM ini akan didatangi kemudian diminta membayar sejumlah uang untuk memenuhi persyaratan tertentu yang terkait dengan ketenagakerjaan. Sering juga terjadi petugas gadungan ini mendatangi untuk menjual buku ketenagakerjaan.

 

Mereka memanfaatkan ketidaktahuan pebisnis kecil yang biasanya tak terlalu memperhatikan perkara hukum. Semua pembayaran seputar ketenagakerjaan selalu dilakukan di kantor instansi terkait. Jadi, enggak masuk akal kalau Kementerian Tenaga Kerja mengutus langsung pegawainya buat jadi debt collector.

 

Kita bisa menghubungi dinas tenaga kerja di pemerintah daerah masing-masing untuk mendapatkan info seputar tenaga kerja. Dan yang pasti, kita harus membekali diri dengan pengetahuan yang cukup tentang usaha agar tak mudah terkena tipu daya.

 

5. Bea-Cukai

Petugas bea cukai gadungan muncul juga karena banyaknya rakyat yang tidak mau ikut prosedur. Makanya, patuhi lah peraturan bea cukai dengan tertib.
Petugas bea cukai gadungan muncul juga karena banyaknya rakyat yang tidak mau ikut prosedur. Makanya, patuhi lah peraturan bea cukai dengan tertib.

 

Petugas Bea-Cukai yang meminta imbalan tertentu buat memasukkan barang dari luar negeri ke Indonesia sudah pasti oknum atau mungkin malah penipu. Ada juga yang memakai modus membuat pita cukai palsu.

 

Pita cukai palsu ini biasanya diminati industri kecil, seperti rokok, untuk menghindari membayar pajak pita cukai asli yang lebih mahal. Lebih baik bermain aman dengan mematuhi aturan pemerintah daripada tersangkut kasus dan usaha malah ambruk.

 

6. PNS

Penipu berkedok PNS ada karena masih kentalnya 'mental korupsi' di masyarakat. Saking ingin jadi PNS, bukannya berusaha, malah 'bayar' sana-sini.
Penipu berkedok PNS ada karena masih kentalnya ‘mental korupsi’ di masyarakat. Saking ingin jadi PNS, bukannya berusaha, malah ‘bayar’ sana-sini.

 

Seleksi CPNS kini ditangani langsung oleh pemerintah pusat. Jadi, hasil tes ditentukan secara terpusat.  Pemerintah daerah yang bermain-main akan ketahuan.

 

Karena itu, mending kita tidak mempercayai orang yang mengaku PNS dan bisa meloloskan kita dari tes CPNS. Sebab, semua proses seleksi kini terprogram dan transparan. Bahkan anak Presiden Jokowi saja tidak lolos tes!

 

Jadi, waspadai PNS palsu semacam ini. Untuk memastikan keamanan, sebaiknya kita mengikuti prosedur yang telah ditetapkan. Jika menemui calon CPNS ini, laporkan saja ke panitia seleksi terkait.

 

7. Imigrasi

Lihat ini petugas imigrasi berseragam biru, lengkap dengan atribut identitas nama dan pangkat.
Lihat ini petugas imigrasi berseragam biru, lengkap dengan atribut identitas nama dan pangkat.

 

Petugas Imigrasi gadungan enggak tanggung-tanggung dalam menipu. Mereka bisa mengaku sebagai kepala bidang ini-itu buat memperdaya korban. Dengan jabatan yang diklaim itu, mereka bisa menipu korban dengan mudah.

 

Yang ditargetkan mereka biasanya pengusaha yang memiliki pegawai asal luar negeri. Penipu ini akan menelepon si pengusaha dan menyatakan pegawai asingnya bermasalah dan harus dideportasi. Tapi, deportasi bisa dibatalkan asal pengusaha itu mengirim sejumlah uang ke rekening penipu.

 

Kasus ini pernah menimpa seorang pengusaha hotel di Jakarta Selatan. Dia rugi Rp 110 juta akibat perbuatan penipu. Jika menemui petugas Imigrasi seperti itu, segera laporkan ke kantor Imigrasi terdekat agar ditindaklanjuti.

 

8. Telkom

Jangan sembarangan membiarkan orang yang mengaku dari TELKOM untuk masuk rumah, tanpa mengkonfirmasikannya dengan instansi terkait.
Jangan sembarangan membiarkan orang yang mengaku dari TELKOM untuk masuk rumah, tanpa mengkonfirmasikannya dengan instansi terkait.

 

Pegawai Telkom yang asli selalu berseragam Telkom dan memiliki identitas resmi. Selain itu, Telkom tak pernah tercatat membuat undian berhadiah.

 

Dua hal itu harus kita ketahui sebelum menerima orang yang mengaku pegawai Telkom ataupun memenuhi permintaan “orang Telkom” mentransfer dana untuk menebus hadiah. PT Telkom sendiri menyarankan untuk menelepon kantor Telkom di daerah masing-masing untuk mengkonfirmasi jika menghadapi situasi seperti itu.

 

9. PLN

Kasihan PLN, paling sering diaku-aku oleh penipu yang ingin mencuri di rumah-rumah orang.
Kasihan PLN, paling sering diaku-aku oleh penipu yang ingin mencuri di rumah-rumah orang.

 

Mirip dengan Telkom, instansi pemerintah ini juga dimanfaatkan orang-orang jahat yang mengaku sebagai pegawai. Modusnya memeriksa meteran listrik atau jaringan listrik untuk menggasak harta korbannya.

 

Jika mendapati pegawai PLN yang ingin masuk ke rumah dengan alasan seperti tersebut di atas, kita sebaiknya meminta identitas dan surat tugas mereka. Kalau tidak ada, pegawai tersebut kemungkinan besar gadungan.

 

Segera hubungi kantor PLN terkait untuk meminta konfirmasi bahwa ada perbaikan jaringan atau semacamnya. Bila tidak ada perbaikan, saatnya meminta pegawai tersebut meninggalkan rumah. Buatlah alasan, seperti harus buru-buru pergi mendadak. Kalau masih memaksa, teriak saja minta tolong ke tetangga-tetangga sebelah.

 

10. Pajak

Ingat ya, pelaporan pajak hanya bisa dilakukan di kantor resmi.
Ingat ya, pelaporan pajak hanya bisa dilakukan di kantor resmi.

 

Nah, mafia pajak di Indonesia seperti tak ada matinya. Tapi ternyata jaringan mafia ini enggak hanya diikuti pegawai pajak asli yang menjadi oknum. Orang yang mengaku sebagai pegawai pajak juga banyak.

 

Tak sedikit orang yang tertipu aksi pegawai pajak palsu ini. Modusnya adalah melakukan survei pajak dan menawarkan diri untuk membayar pajak ke kantor. Orang-orang ini biasanya mengaku sebagai petugas Kantor Pajak Pratama.

 

Yang disasar adalah wajib pajak yang memiliki usaha toko. Bahkan yang lebih parah lagi, pedagang jalanan juga sering dipalak!

 

Untuk diketahui, pembayaran pajak tak bisa dititipkan lewat orang pajak. Kita harus mengurus sendiri ke kantor pajak atau memberikan surat kuasa kepada orang lain untuk membayar pajak.

 

 

Ancaman penipuan mengintai kita setiap saat. Jika curiga kepada pegawai instansi pemerintah yang menghampiri, jangan begitu saja memenuhi permintaan mereka. Semua petugas negara diwajibkan untuk membawa tanda pengenal dan surat tugas yang resmi.

 

Terakhir, kita bisa menelepon kantor cabang instansi yang bersangkutan di daerah kita untuk memastikan identitas mereka. Kita juga bisa melapor ke situs Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan jika merasa curiga atau malah telanjur menjadi korban penipuan.

 

 

Image credit:

  • http://2.bp.blogspot.com/-lG_9A2GsxhU/USddBWpWDrI/AAAAAAAAACw/4QmY1fHLS9M/s1600/kasus.jpg
  • http://img.bisnis.com/posts/2015/01/23/394374/kpk-abraham-samad-ant-2.jpg
  • http://www.tniad.mil.id/wp-content/uploads/2014/04/serah-randis.jpg
  • http://majalahsiantar.net/wp-content/uploads/2014/10/PNS.jpg
  • http://kpubeacukaipriok.net/upload/photo/DSC_0890.jpg
  • http://www.antarajateng.com/image/2014/09/pub/20140930184039cpns.jpg
  • http://cdn-media.viva.id/thumbs2/2012/02/01/142221_menkumham-resmikan-kantor-imigrasi_663_382.jpg
  • http://palembang.tribunnews.com/foto/berita/2012/11/1/PLN2.JPG
  • http://i.ytimg.com/vi/sTwbUzD-jwg/maxresdefault.jpg
  • http://blokbojonegoro.com/upload/Image/image_92_kpp%20pratama.jpg

 

Masih banyak lagi dari duitpintar.com