Punya Rp 20 Juta, Investasi Reksadana Pendapatan Tetap atau Deposito?

by Hardian 974 views0

untuk jam 3 blog

Dibanding investasi reksadana pendapatan tetap, deposito tentu lebih mudah dipahami dan dipraktikkan. Namun, secara umum, return reksadana pendapatan tetap lebih besar ketimbang deposito.

Investasi reksadana pendapatan tetap (RDPT) mirip dengan reksadana pasar uang (RDPU). Bedanya adalah dana dalam RDPU lebih banyak dialokasikan ke surat utang dengan jangka waktu jatuh tempo maksimal satu tahun, misalnya deposito.

Sedangkan dana dalam RDPT hampir semuanya diolah di efek utang dengan jangka waktu jatuh tempo lebih dari satu tahun. Misalnya sukuk dan obligasi.

Perusahaan manajer investasi juga berperan besar di sini. Nantinya dana investasi kita dikelola mereka dengan kewajiban memberi laporan rutin soal performa investasi yang mereka kerjakan.

Gak perlu khawatir soal dana yang kita berikan, asalkan perusahaan manajer investasi itu terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan. Kita pun bebas “memecat” si manajer investasi dengan menarik dana kita dan memindahkannya ke perusahaan lain bila merasa tidak puas.

investasi reksadana
Berinvestasi harus hati-hati, jangan hanya terpaku pada iming-iming return tinggi (universityequipe)

Misalnya, kamu punya dana Rp 20 juta nih. Pengin tahu bagaimana perbandingan keuntungan investasi reksadana pendapatan tetap dan deposito? Yuk simak komparasinya di bawah ini!

[Baca: Lebih Untung Investasi Reksadana Pasar Uang atau Deposito Ya?]

Deposito

Keuntungan deposito bisa diprediksi dari awal, selama suku bunga gak berubah di tengah jalan. Tapi suku bunga deposito dipengaruhi banyak hal, terutama suku bunga acuan dari Bank Indonesia.

Saat suku bunga acuan turun, bunga deposito ikut merunduk. Namun saat suku bunga naik, gak ada jaminan bunga deposito menanjak.

investasi reksadana
Kalau investasi deposito, simpan baik-baik sertifikatnya biar gak ribet mengurus pencairan (amiliaamie)

Berikut ini simulasi keuntungan deposito dengan modal Rp 20 juta dan jangka waktu dua tahun jika bunganya 5 persen:

Jumlah uang simpanan x bunga per tahun x 80 persen* x tenor : 12
= Rp 20 juta x 5 persen x 80 persen x 12 : 12
= Rp 800.000

Jika deposito untuk 24 bulan, berarti bunganya Rp 800.000 x 2 = Rp 1.600.000.

*Angka 80 persen ini masuk sebagai pengurang keuntungan karena ada pajak sebesar 20%.

Reksa dana pendapatan tetap

Hitungan return investasi reksadana pendapatan tetap mirip dengan RDPU, yakni dengan skema nilai aktiva bersih per unit penyertaan (NAB/UP). Dengan modal yang sama dengan deposito, yakni Rp 20 juta, berikut ini simulasinya:

Modal: Rp 20 juta
NAB/UP saat itu Rp 2.000
Total UP Rp 20 juta / Rp 2.000 = 10.000 unit

Dua bulan kemudian, NAB/UP menjadi Rp 2.100. Total UP lalu dijual seluruhnya. Maka, dana investasimu menjadi:

10.000 x Rp 2.100 = Rp 21.000.000

Return: 21.000.000 – 20.000.000 = Rp 1.000.000

Sama seperti RDPU, peran perusahaan manajer investasi menentukan return yang didapatkan. Carilah manajer investasi yang terkenal punya rekam jejak baik.

investasi reksadana
Bertanya berapa return yang didapat dari reksadana seperti menanyakan kapan hujan akan datang. Semuanya didasari perkiraan (mutualfundssahihai)

Beberapa manajer investasi punya fokus pada produk reksadana tertentu. Misalnya perusahaan A sering memberikan return tinggi saat mengelola reksadana pasar uang. Tapi tidak demikian saat mengolah investasi reksadana pendapatan tetap. Adapun perusahaan B malah sebaliknya.

[Baca: Ini 10 Reksadana Pendapatan Tetap Terbaik Selama 2017]

Ambil waktu secukupnya untuk meneliti perusahaan manajer investasi yang dinilai cocok. Hal ini gak ditemukan ketika memilih deposito.

Keuntungan deposito sudah jelas tertera sesuai dengan suku bunga yang ditetapkan bank. Biasanya, return deposito lebih kecil ketimbang reksadana pendapatan tetap.

Adanya campur tangan manajer investasi menjadi pembeda jumlah return di antara keduanya. Namun return yang tinggi diikuti dengan risiko yang tinggi pula.

Itulah rumus investasi. Makin tinggi risiko, makin tinggi potensi keuntungan. Tapi investasi dengan risiko rendah seperti deposito punya imbal hasil yang rendah pula. Tinggal disesuaikan mana yang paling pas.

[Baca: Baru Mau Mulai Investasi Reksadana? Ini 5 Hal yang Wajib Diperhatikan]

 

Tags:

Hardian

Sebagai penulis dan penyunting, saya sangat akrab dengan tenggat alias deadline. Dua profesi ini mengajari saya tentang betapa berharganya waktu, termasuk dalam urusan finansial. Tanpa rencana dan kedisiplinan soal waktu, kehidupan finansial pastilah berantakan. Cerita inilah yang hendak saya bagikan kepada semuanya lewat beragam cara, terutama tulisan.

Masih banyak lagi dari duitpintar.com