Punya Asuransi Pendidikan tapi Anak Meninggal, Uangnya Kemana?

by Fafa Khalifah 314 views1

punya asuransi pendidikan

Asuransi pendidikan kadang jadi andalan orangtua menjamin masa depan anak. Gak salah sih meski sebenarnya gak perlu-perlu amat.

Kok? Gini deh. Dijabarin dulu alasan-alasan apa aja yang memperkuat argumen mesti punya asuransi pendidikan.

Misal alasan pertama, khawatir kalau ada apa-apa sama orangtua maka asuransi yang akan cover dana pendidikan anak.

Pemahaman ini perlu diluruskan. Sebenarnya kalau tujuannya itu, yang mesti diasuransikan adalah pencari nafkah.

Si pencari nafkah, dalam hal ini orangtua, ada baiknya punya asuransi jiwa dengan uang pertanggungan yang mencukupi biaya pendidikan anak ke level yang dikehendaki.

Kalau mau ke universitas ternama atau luar negeri, pasti biaya pendidikannya lebih besar. Alhasil, carilah asuransi jiwa yang uang pertanggungannya bisa menutupi kebutuhan itu.

punya asuransi pendidikan
Tuntutlah ilmu setinggi-tingginya! (Pendidikan / Blogspot)

Alasan kedua, khawatir banget sama biaya pendidikan ke depannya makin mahal. Lagi-lagi ini perlu diluruskan. Bila tujuannya soal masa yang akan datang, kurang tepat pilih asuransi pendidikan.

Bila tujuannya buat persiapan dana pendidikan anak kelak, lebih afdol pakai investasi, bukan asuransi. Investasi itu jadi sarana menghasilkan nilai keuangan di masa depan.

Nah, makin jelas kan betapa anak itu sebenarnya gak butuh-butuh amat asuransi!

Tapi kalau sudah terlanjur gimana? Ya gak apa-apa. Minimal sekarang sudah paham kalau urusan keuangan yang berkaitan dengan masa depan anak itu gak melulu berhubungan sama asuransi.

Kasus punya asuransi pendidikan tapi anak meninggal dunia

Maaf, bukan bermaksud ajak berpikir yang gak-gak. Ini sekadar antisipasi aja. Usia seseorang gak ada yang tahu, jadi lebih baik bersiap-siap, kan?

Bila ada kasus demikian, maka jawabannya kembali ke klausul yang tertera dalam asuransi pendidikan. Kemungkinan besar isi klausul dari satu produk asuransi pendidikan dari perusahaan A bakal beda dengan perusahaan B menyangkut hal ini.

Itulah mengapa mempelajari isi polis asuransi itu penting. Jika membeli produk asuransi, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah pelajari dan paham isi polis atau klausul.

punya asuransi pendidikan
Pahami dulu dokumen penting, jangan cuma paham surat cinta (Pelajari Dokumen / resolvingdiscoverydisputes)

Pasalnya, ketika beli produk asuransi, itu artinya mengikatkan diri dengan isi kontrak yang disodorkan perusahaan asuransi.

Dalam klausul atau polis asuransi itulah dibeberkan hak dan kewajiban antara pihak tertanggung dan perusahaan asuransi selaku pihak penanggung risiko.

Contoh, sekali lagi contoh. Ketika hendak beli produk asuransi pendidikan, tanyakan klausul bila anak meninggal bagaimana penyelesaiannya.

Ini penting, karena niat punya asuransi pendidikan itu ditujukan untuk anak. Lha, kalau anaknya sudah tiada?

Bisa saja penyelesaiannya perusahaan asuransi mencairkan seluruh dana yang sudah disetorkan utuh tanpa potongan apapun. Atau bisa juga memberi alternatif kepada orangtua untuk mengalihkan ke anak yang lain.

Sudah kebayang, kan betapa pentingnya sejak awal untuk membaca dengan teliti polis asuransi. Jangan malas. Meski harus diakui kadang kala calon nasabah enggan baca karena ditulis dalam bahasa hukum dan rincian pasal yang berderet-deret.

Alhasil, beli produk asuransi pendidikan menuntut orangtua juga cermat memahami klausul polis. Masalahnya, dalam polis itu tercantum daftar poin-poin yang sangat krusial seputar hak dan kewajiban.

Jadi, jangan asal beli begitu aja!

 

 

Yang terkait artikel ini:

Baca: Mencegah Anak Terancam Gagal Kuliah dengan Melakukan Ini

Baca: Siasat Cerdas Investasi Emas untuk Pendidikan Buah Hati

Baca: Rencanakan Biaya Pendidikan Anak sambil Dibantu Istri Bekerja

Masih banyak lagi dari duitpintar.com