Punya Masalah dengan Penyedia Jasa Keuangan? Ini 7 Lembaga Mediasi di Indonesia yang Bisa Dihubungi

by DuitPintar 5.604 views0

lembaga mediasi di Indonesia

Sudah bukan rahasia lagi bahwa berurusan dengan hukum itu pasti ribet. Kalau gak siap tenaga, waktu, mental, dan duit, bisa stres kalau kasus sampai ke pengadilan.

 

Gak hanya kasus kriminal jalanan kayak pencopetan, kasus perbankan juga banyak yang berakhir di palu hakim. Dari masalah tagihan kartu kredit sampai duit tabungan tiba-tiba lenyap selesai berkat pengadilan. [Baca: 8 Gugatan Nasabah Bank yang Dimenangkan Pengadilan]

 

Tapi tentu proses dalam pengadilan itu sangatlah panjang dan bikin lelah. Misalnya putusan sudah keluar di tingkat pengadilan negeri, pihak yang kalah masih bisa banding ke pengadilan tinggi, lalu Mahkamah Agung.

 

Karena itu, sebaiknya masalah dengan jasa keuangan baru dibawa ke pengadilan kalau sudah benar-benar pelik. Contohnya hasil menabung 10 tahun senilai Rp 500 juta raib tanpa sepengetahuan kita tapi bank ngotot gak mau disalahkan.

 

Proses di pengadilan yang mbulet-mbulet dan keluar duit banyak, misalnya buat sewa pengacara, pastinya akan setimpal dengan potensi kerugian yang kita alami. Apalagi kalau bank mau lepas tangan.

 

Tapi kalau masalah itu gak begitu runyam, ada solusi lain. Yaitu penyelesaian masalah lewat lembaga mediasi di Indonesia yang disebut dengan lembaga alternatif penyelesaian sengketa (LAPS).

 

Sesuai dengan Peraturan OJK Nomor 1/2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan, semua perbankan dan perusahaan pembiayaan wajib punya LAPS. Lembaga mediasi di Indoensia itu wajib berdiri paling lambat pada Desember 2015.

 

Kini telah berdiri 7 LAPS yang bergerak sesuai dengan bidang masing-masing. Lembaga tersebut antara lain:

 

1. Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Perbankan Indonesia (LAPSPI)

banking-listicle-tease

 

 

LAPSPI didirikan oleh enam asosiasi perbankan di Indonesia, yaitu:

  • Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional (Perbanas)
  • Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda)
  • Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo)
  • Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo)
  • Perhimpunan Bank Asing (Perbina)

 

Jadi jika kita punya masalah keuangan dengan anggota asosiasi itu, bisa langsung menghubungi LAPSPI. Tapi tentunya kalau penyelesaian secara internal dengan bank terkait sudah dilakukan dan gagal.

 

2. Badan Arbitrase dan Mediasi Penjaminan Indonesia (BAMPI)

hammer-311343_640

 

 

Sebanyak 17 perusahaan pembiayaan juga telah membentuk lembaga penyelesai sengketa. Ketujuh belas perusahaan ini juga adalah anggota Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia.

 

Umpamanya kita ada masalah soal kredit sepeda motor, bisa meminta BAMPI membantu menyelesaikan masalah itu. Kalau mau mengadu soal debt collector atau mata elag beringas juga bisa.

 

[Baca: Jurus Jitu Hindari Mata Elang untuk Cicilan Kredit Motor yang Macet]

 

3. Badan Arbitrase Pasar Modal Indonesia (BAPMI)

stockchart_falling

 

 

Jauh sebelum OJK mengeluarkan aturan soal LAPS, sejumlah perusahaan yang bergerak di bidang pasar modal sudah duluan bikin lembaga itu, tepatnya pada 2002. Lembaga ini bernama BAPMI.

 

Sudah banyak masalah seputar pasar modal yang diselesaikan oleh BAPMI, umumnya soal repurchase agreement (repo). Kalau ada masalah tentang pasar modal, lihat tata cara pendaftaran mediasi di situs BAPMI.

 

4. Badan Mediasi Asuransi Indonesia (BMAI)

2013_11$largeimg216_Nov_2013_172526113

 

 

Badan Mediasi Asuransi Indonesia juga berdiri sebelum aturan OJK di atas lahir, tepatnya pada 2006. Asosiasi perusahaan asuransi yang membidani lahirnya BMAI antara lain:

  • Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI)
  • Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI)
  • Asosiasi Asuransi Jaminan Sosial Indonesia (AAJSI)

 

Kalau kamu sedang menghadapi masalah asuransi, bisa cek contoh kasus yang dimediasi oleh BMAI. Salah satu masalah yang bisa dibawa ke BAMI adalah klaim yang ditolak.

 

5. Badan Mediasi Dana Pensiun (BMDP)

dia-do-funcionario-publico-aposentado (1)

 

 

Catat detail badan yang satu ini buat jaga-jaga kalau nanti ada masalah pas sudah pensiun.Badan Mediasi Dana Pensiun didirikan untuk menjembatani mereka yang bersengketa soal duit hak mantan pegawai ini.

 

Contoh kasus yang ditangani BMDP antara lain pemotongan dana pensiun tanpa sebab yang jelas. Informasi tentang pendaftaran mediasi tersedia di situs BMDP.

 

6. Badan Arbitrase Ventura Indonesia (BAVI)

venture-capital

 

 

Badan penyelesai sengketa ini khusus menangani urusan modal ventura. Berdiri pada 2014, BAVI diotaki oleh:

  • Pt Bahana Artha Ventura
  • PT Sarana Jatim Ventura
  • PT Astra Mitra Ventura
  • PT Pertamina Dana Ventura

 

Contoh masalah ventura yang bisa diurusi BAVi antara lain pelanggaran kontrak bagi hasil yang dilakukan pemodal ventura.

 

7. Badan Mediasi Pembiayaan dan Pegadaian Indonesia (BMPPI)

weight-loss-humor-new-hampshire-magazine

 

 

Lembaga terakhir, BMPPI, didirkan pada 2014. PT Pegadaian adalah pihak yang paling berperan dalam pendirian badan ini.

 

Karena masih terhitung baru, belum terlihat sepak terjang penanganan kasus pembiayaan dan pegadaian yang ditangani BMPPI. Tapi, sebagai gambaran, contoh kasus yang bisa ditangani BMPPI antara lain barang yang digadaikan rusak atau hilang.

 


Dengan adanya 7 lembaga alternatif penyelesaian sengketa ini, masyarakat gak perlu langsung membawa kasusnya ke pengadilan. Kalau bisa diselesaikan lewat mediasi kenapa harus ke pengadilan?

 

 

 

Image credit:

  • http://s3.amazonaws.com/thumbnails.illustrationsource.com/huge.49.248446.JPG
  • http://www.clker.com/cliparts/e/z/B/x/X/1/gavel.svg
  • http://newsimg.bbc.co.uk/media/images/38692000/jpg/_38692347_300insurance.jpg
  • http://www.healthandlifestyle.com.ph/wp-content/uploads/2014/02/Cardiovascular-Care-of-the-Elderly-2.jpg
  • http://tebogomogashoa.com/wp-content/uploads/2015/04/venture-capital.jpg
  • http://www.housingwire.com/ext/resources/images/editorial/Miscellaneous-Items/stockchart_falling.jpg?1378414054
  • https://darrengarnick.files.wordpress.com/2012/01/weight-loss-humor-new-hampshire-magazine.jpg

Tags: ,

Masih banyak lagi dari duitpintar.com