Raffi Ahmad dan Nagita Membuat Perjanjian Pranikah. Kalau Kamu?

by DuitPintar 3.964 views0

membuat perjanjian pranikah

Raffi Ahmad dan Nagita Slavina tercatat sebagai pasangan selebriti yang menerapkan perjanjian pranikah. Tak heran belakangan ini perjanjian pranikah ramai dibicarakan lagi. Terus memang perlu ya perjanjian pranikah itu?

 

UU No 1/1974 tentang perkawinan mengenal dua macam perjanjian. Pertama, perjanjian taklik yang merupakan janji atau ikrar suami pada saat ijab kabul di depan penghulu. Kedua, perjanjian pranikah yang merupakan perjanjian tertulis yang dibuat kedua calon mempelai sebelum pernikahan dilangsungkan.

 

Khusus perjanjian pranikah diatur khusus dalam pasal 29. Detailnya sebagai berikut:

 

(1).   Pada waktu atau sebelum perkawinan dilangsungkan, kedua pihak atas persetujuan bersama dapat mengadakan perjanjian tertulis yang disahkan oleh Pegawai pencatat perkawinan, setelah mana isinya berlaku juga terhadap pihak ketiga sepanjang pihak ketiga tersangkut.

 

(2).   Perjanjian tersebut tidak dapat disahkan bilamana melanggar batas-batas hukum, agama dan kesusilaan.

 

(3).   Perjanjian tersebut mulai berlaku sejak perkawinan dilangsungkan.

 

(4).   Selama perkawinan berlangsung perjanjian tersebut tidak dapat diubah, kecuali bila dari kedua belah pihak ada persetujuan untuk merubah dan perubahan tidak merugikan pihak ketiga.

 

Dari situ sangat jelas bila membuat perjanjian pranikah diperbolehkan asalkan tidak bertentangan dengan hukum, agama dan kesusilaan, nilai-nilai moral dan norma.

 

Raffi Ahmad dan Nagita Slavina   menerapkan perjanjian pranikah.
Oh tidak! Muka mereka lagi! Sudah cukup seharian ngelihat mereka di stasiun tv waktu itu! Sekarang bicarain perjanjian pranikah-nya aja deh!

 

Di samping itu, perjanjian pranikah pun dapat diubah sepanjang keduanya setuju. Beda dengan perjanjian taklik yang tak dapat dicabut sehingga menjadi alasan perceraian bila dilanggar.

 

Satu hal lagi, perjanjian pranikah syaratnya harus dibuat sebelum pernikahan dilangsungkan dan wajib dicatat di Kantor Urusan Agama (KUA) atau kantor catatan sipil yang nonmuslim. Kalau dibuat setelah ijab Kabul sudah jelas batal demi hukum.

 

Tujuan perjanjian pranikah

Sebagian orang menganggap sempit tujuan perjanjian pranikah. Rata-rata menyimpulkan perjanjian pranikah dibuat sekadar untuk pemisahan harta kekayaan suami istri sampai pembagian harta gono-gini.

 

Sebenarnya sah-sah saja anggapan itu. Ketika pasangan hendak menikah, mereka sepatutnya sudah membicarakan jauh ke depan rencana-rencana yang dibuat. Terutama adalah perencanaan keuangan dengan, misalnya, asuransi. [Baca: Mengenal Asuransi untuk Masa Depan Keuangan Anda]

 

Biasanya perjanjian pranikah dibuat bagi calon mempelai yang memiliki risiko pekerjaan tinggi. Tujuannya lebih jauh dari sekedar masalah harta, yakni melindungi pasangan dan buah hatinya kelak.

 

Tentunya jika di tengah jalan terjadi sesuatu yang tak diinginkan. Bisa terpisah karena kematian atau pun perceraian. Dengan adanya perjanjian pranikah maka masing-masing pihak dalam keluarga terlindungi.

 

Perjanjian pranikah disiapkan sebelum akad nikah.
Perjanjian pranikah disiapkan sebelum akad nikah.

 

Mesti ditekankan, perjanjian pranikah tak melulu berurusan dengan harta benda. Justru masing-masing calon mempelai bebas mengisi perjanjian pranikah sepanjang disepakati bersama.

 

Maka itu, pembicaraan tentang perjanjian pranikah tak hanya mendiskusikan kecocokan saja tapi juga hal-hal yang berpeluang menjadi masalah di kemudian hari.

 

Isi perjanjian pranikah

Sebagian orang menganggap perjanjian pranikah seolah-olah sebagai hal yang tabu. Rata-rata memandang perjanjian pranikah identik dengan persiapan perceraian.

 

Padahal tidaklah demikian.

 

Sebaliknya, perjanjian pranikah justru bisa melindungi hak masing-masing dan buah hati ketika hal buruk terjadi dalam pernikahan. Lagi pula hal buruk dalam pernikahan itu bukan hanya perceraian.

 

Sebagai contoh suami yang seorang pebisnis. Dalam perjanjian pranikah disebutkan bisnis itu milik suami dan segala urusan yang berhubungan dengan bisnis itu menjadi tanggung jawab suami.

 

Bila di kemudian hari bisnis suami bangkrut dan meninggalkan utang setumpuk, maka harta milik istri tak dapat disita. Kenapa? Karena statusnya terpisah dari harta suami.

 

Dari situ bisa dibayangkan apa saja yang dituangkan dalam perjanjian pranikah. Hal-hal lain yang bisa dicantumkan dalam perjanjian pranikah itu antara lain:

 

Perjanjian pranikah merupakan bentuk perlindungan pada keluarga.
Perjanjian pranikah merupakan bentuk perlindungan pada keluarga.

 

  1. Harta benda
  2. Tak ada pencampuran harta suami dan istri
  3. Utang yang terjadi sebelum pernikahan maka itu menjadi tanggung jawab masing-masing pihak.
  4. Pembagian beban tanggung jawab biaya rumah tangga, pendidikan anak
  5. Pengaturan beban keuangan secara spesifik (tabungan, investasi, dan lain sebagainya)
  6. Hak pengasuhan anak
  7. Apa yang boleh dan tidak boleh. Misalnya saja tak boleh poligami, tak melakukan KDRT (kekerasan dalam rumah tangga)
  8. Hak bagi istri untuk bekerja setelah menikah
  9. Jadwal pengaturan jam kerja
  10. Hal-hal lain yang perlu didiskusikan lebih lanjut

 

Menuntut kedewasaan

Bicara perjanjian pranikah memang sensitif. Terlebih perjanjian macam ini menimbulkan konsekuensi hukum karena dituangkan dalam akta notaris dan tercatat dalam kantor lembaga perkawinan.

 

Perjanjian pranikah juga mengatur sanksi yang harus ditanggung suami atau istri jika melakukan pelanggaran dalam poin yang disepakati bersama. Misalnya saja jika suami atau istri selingkuh di kemudian hari, suami diam-diam menikah lagi, atau suami melakukan KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga).

 

Dengan begitu, membuat perjanjian pranikah menuntut kedewasaan masing-masing pihak. Selain itu juga menuntut kejujuran, keterbukaan, dan kesanggupan untuk mematuhi butir-butir dalam perjanjian pranikah. perjanjian pranikah pun bisa diubah sepanjang ada persetujaun kedua belah pihak.

 

Jangan salah paham dulu tentang perjanjian pranikah
Biasanya kalau lagi dimabuk cinta, semuanya baik. Tapi kalau hati sudah tersakiti, adu mulut, bahkan adu tembak bisa terjadi!

 

Bagaimana dengan Anda? Keputusan tetap di tangan Anda dan cara pandang Anda terhadap perjanjian pranikah. Bisa disebut bentuk ketidakpercayaan terhadap pasangan, tapi bisa pula disebut sebagai wujud cinta terhadap pasangan dan keluarga di masa depan.

 

 

 

Image credit:

  • http://images.cnnindonesia.com/visual/2014/10/18/86329ff2-f804-4cdc-8127-11cedc07bf42_169.jpg?w=650
  • http://2.bp.blogspot.com/-1ExpfCSLvfg/TkaH5NL5syI/AAAAAAAAAKQ/kvop09P4Ddk/s400/images-40.jpeg
  • http://assets.kompasiana.com/statics/files/14101496761137707620.png
  • http://funnyartpictures.com/pics-funny-stuff/?images/midsize/people-search/prenuptial-agreement.jpg

Tags: ,

Masih banyak lagi dari duitpintar.com