Rajin Pangkal Sukses: dari Kisah Penuhi Nazar ke Makam Ayah, hingga Anak Penjual Jamu yang Jadi Sarjana Fisika

by DuitPintar 1.165 views1

rajin pangkal sukses

Sewaktu sekolah dulu, nasihat guru apa yang paling kalian ingat? Ooops, apa malah gak ada yang diingat sama sekali? Sayang sekali kalau gak ada nasihat yang nyantol, padahal petuah dari pahlawan tanpa tanda jasa itu bisa berbuah kesuksesan jika dipraktekkan di kehidupan.

 

Salah satu nasihat itu berbunyi: rajin pangkal sukses. Artinya, orang yang rajin dalam bekerja lebih berpeluang mendapat hasil yang memuaskan ketimbang mereka yang malas.

 

Tak bisa dimungkiri, aktivitas yang paling enak adalah bermalas-malasan. Bolehlah sekali-kali bermalas-malasan. Tapi kalau malas udah jadi kebiasaan dan masih berharap jadi orang sukses, itu kayak berharap Dian Sastro cerai sama suaminya, ninggalin dua anaknya, lalu kawin lari sama kamu. Mustahil bin mustahal.

 

Untuk memperoleh sesuatu yang diidam-idamkan, kita harus berusaha. Lihat saja contoh lima insan manusia di bawah ini yang berhasil mewujudkan cita-citanya dengan kerajinan dan kerja keras:

 

1. Rayski Bagus Mandala Putra

Rayski Bagus Mandala Putra

 

 

Pemuda yang akrab disapa Pikki ini menangis di makam ayahnya setelah berhasil menjadi anggota TNI. Sebelumnya, dia berlari tanpa alas kaki dari rumah ke makam itu sambil membawa foto sang ayah dan bendera Merah-Putih. Sebab, itulah nazarnya saat mengikuti seleksi tentara.

 

Ayah Pikki adalah bekas personel Kopassus yang meninggal pada 2009 karena sakit. Sebelum sang ayah meninggal, Pikki berjanji akan mengikuti jejaknya. Pikki lalu berusaha giat agar lulus tes menjadi tentara, sampai akhirnya berhasil.

 

Foto Pikki saat membayar nazarnya sambil menangis beredar di Internet. Gak sedikit pemakai Internet yang terharu melihat kisah dan foto Pikki, yang dinilai sebagai anak yang rajin dan berbakti kepada orang tua.

 

2. Aulia Meisya Setyawati

Aulia Meisya Setyawati

 

 

Apa yang ada di pikiranmu kalau melihat seorang siswi mengerjakan ujian nasional sambil menggendong anaknya? Wow banget, kan? Itulah yang dilakukan Aulia Meisya Setyawati.

 

Aulia memang gak mengikuti ujian nasional sebagai siswi SMA reguler. Dia terdaftar sebagai peserta ujian paket C. Tapi justru itulah yang menjadi kehebatannya.

 

Walau tangannya kram karena menggendong si kecil, Aulia bersemangat mengerjakan ujian karena dia ingin memiliki ijazah setara SMA. Sewaktu ujian tengah semester pun dia ikut dalam keadaan hamil.

 

Soal menggendong bayinya sambil mengerjakan ujian, Aulia punya alasan kuat: bayinya harus mendapat air susu ibu ekslusif karena baru berusia 6 hari. Dahsyat perjuangannya!

 

3. Pasangan kakek-nenek

pasangan kakek nenek

 

 

Kakek-nenek asal negeri Cina ini pantas dijadikan pasangan paling romantis abad ini. Keromantisan hubungan Raffi Ahmad-Nagita Slavina yang disiarkan di TV pun kalah oleh mereka.

 

Foto sepasang embah berusia 70-an tahun itu  di sebuah toko perhiasan emas menimbulkan simpati yang mendalam di kalangan pengguna Internet. Sebab, di toko emas itu sang kakek disebut membelanjakan uang hasil kerjanya selama lebih dari 50 tahun untuk menghadiahkan cincin kepada istri tercintanya.

 

Tahu apa kerja kakek selama berpuluh-puluh tahun itu? Pemulung, Bro! Tak bisa dibayangkan kerja kerasnya mengumpulkan receh demi receh hanya untuk memberikan istrinya hadiah mewah yang mungkin sepele bagi kita itu.

 

4. Beni Hendrik Hernawan

Beni Hendrik Hernawan

 

 

Beni dulu adalah polisi lalu lintas gagah yang siap membantu masyarakat kapan saja dibutuhkan. Tapi peristiwa nahas menimpanya saat menangani kecelakaan di jalan menjelang tengah malam. Dia terjepit dua kendaraan yang terlibat kecelakaan setelah ada bus yang menabrak salah satu kendaraan tersebut.

 

Kakinya harus diamputasi karena tak mungkin disembuhkan. Tapi dia gak menyerah begitu saja. Malah dia menjadi semakin termotivasi untuk memberikan yang terbaik.

Beni lalu dialihkan menjadi pegawai bagian administrasi karena harus memakai kursi roda. Dia bahkan rela tinggal di asrama terpisah dari istri dan anaknya agar bisa menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Perjuangannya gak sia-sia karena pimpinannya tetap mempercayainya bekerja sebagai polisi dengan segala keterbatasannya.

 

5. Sutriyani

Sutriyani

 

Tak punya biaya bukan alasan buat meninggalkan sekolah. Itu yang mau ditunjukkan Sutriyani, anak pasangan penjual jamu-tukang becak yang sukses meraih gelar sarjana dengan IPK 3,49 walau kondisi keuangan keluarga gak mendukung.

 

Walau hidup susah, bahkan rumahnya hancur saat diterjang gempa 2006, Sutriyani bercita-cita bisa lulus kuliah. Dari SD hingga kuliah, Sutriyani mendaftar tanpa pernah ditemani orang tuanya. Segalanya dia urus sendiri, termasuk mencari dana kuliah lewat beasiswa. [Baca: Cara Bayar Kuliah Sendiri Tanpa Tergantung Orang Tua]

Dia bahkan diterima kuliah di jurusan fisika walau sekolahnya SMK. Dia membantu ibunya berjualan jamu serta bikin kue Lebaran lantaran ayahnya telah meninggal. Semuanya hanya untuk satu tujuan: lulus kuliah demi meningkatkan taraf hidup.

 

 

Lima orang itu hanya sebagian kecil dari mereka yang menjalankan nasihat rajin pangkal sukses. Hayo, jika kalian lebih beruntung daripada mereka, masak gak malu dengan perjuangan mereka untuk bisa meraih keberhasilan?

 

Semoga kisah lima orang tersebut bisa menjadi motivasi bagi kita agar bisa lebih rajin dalam bekerja.  [Baca: 5 Orang Terkenal Ini Sukses Walau Sempat Diremehkan]

 

 

 

Image credit:

  • http://cdn.klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2015/04/10/525185/670×335/kisah-haru-anggota-tni-yang-penuhi-nazar-di-makam-ayahnya.jpg
  • http://assets.kompas.com/data/photo/2015/04/14/1708455un-gendong-bayi780x390.JPG
  • http://cdn-media.viva.id/thumbs2/2014/12/30/287515_kake-beli-cincin-untuk-istri_663_382.jpg
  • http://cdn.klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2015/04/12/525920/670×335/kisah-aipda-beni-terus-bertugas-meski-kehilangan-kedua-kaki.jpg
  • http://cdn-2.tstatic.net/jogja/foto/bank/images/sutriyani_1011_20150410_080732.jpg

Tags: ,

Masih banyak lagi dari duitpintar.com