Sebelum Mengajukan Aplikasi Kartu Kredit, Wajib Banget Ajukan Pertanyaan Penting Ini (2)

by DuitPintar 839 views0

Mengajukan aplikasi kartu kredit

Selain sejumlah pertanyaan yang telah disampaikan di bagian pertama artikel ini, ada pertanyaan penting lain yang juga harus diajukan sebelum mengajukan aplikasi kartu kredit. Meski punya istilah yang rumit, kita tetap harus memahaminya. [Baca: Sebelum Mengajukan Aplikasi Kartu Kredit, Wajib Banget Ajukan Pertanyaan Penting Ini – Bagian 1]

 

Jangan sampai kita mengabaikan komponen-komponen penting dalam kartu kredit. Sebab, sikap cuek dan tak memperhatikan detail bisa berdampak buruk. Contohnya, muncul biaya yang sebenarnya bisa kita hindari.

 

Kalau sudah seperti itu, yang rugi kita sendiri selaku pemegang kartu kredit. Karena itu, mari simak daftar pertanyaan penting ke bank sebelum apply kartu kredit berikut ini:

 

1. Berapa biaya tarik tunai di ATM?

Sama seperti kartu debit, kartu kredit juga bisa digunakan untuk menarik duit di mesin ATM. Tapi, yang membedakan adalah penarikan duit tunai lewat kartu kredit akan dikenai biaya.

 

Sekali menarik biasanya bank akan mengenai biaya 4 persen dari total tarikan atau Rp 50 ribu, tergantung mana yang lebih besar. Kalau kita menarik Rp 100 ribu, berarti biaya penarikan adalah Rp 50 ribu, karena 4 persen dari Rp 100 ribu hanya Rp 2 ribu.

 

Tanyakan biaya tarik tunai kalau pakai kartu kredit dari bank yang hendak kamu tuju. Tanyakan pula besar maksimal tarikan. Biasanya ada batasan penarikan tunai sesuai dengan limit kartu kredit itu sendiri.

 

2. Berapa biaya transaksi di luar negeri?

mengambil uang
Mengambil uang di ATM pakai kartu kredit boleh, tapi lihat dulu besar bunganya.

 

Ini berguna kalau sewaktu-waktu kamu ke luar negeri entah untuk tujuan apa. Saat mendesak, kita bisa memakai kartu kredit sebagai alat bayar di luar negeri.

 

Tapi tak semua tempat di luar negeri menerima pembayaran dengan kartu kredit ini. Tanyakan kepada bank soal negara mana saja yang menerima pembayaran pakai kartu kredit yang diterbitkan bank itu. Selain itu, yang lebih penting, tanyakan jumlah biaya kalau kita bertransaksi memakai kartu kredit itu di luar negeri.

 

Selain transaksi langsung di luar negeri, belanja online di situs mancanegara yang memakai mata uang asing juga dikenai biaya. Misalnya belanja di eBay.com. Besar biaya transaksi ini beragam, biasanya 1-3 persen dari total transaksi.

 

3. Bagaimana kalau kartu kredit hilang?

Tanyakan langkah-langkah untuk mengurus kartu kredit yang hilang, termasuk apa saja yang dibutuhkan untuk mendapat kartu yang baru. Mintalah nomor telepon bank yang bisa dihubungi untuk melaporkan kehilangan kartu kredit dan simpan baik-baik.

 

Tanyakan pula cara memblokir kartu kredit tersebut saat hilang. Dengan begitu, ketika terjadi insiden itu di kemudian hari, kita tahu apa yang harus disiapkan dan dilakukan.

 

4. Bagaimana kalau kartu kredit yang hilang dipakai orang?

Ini masih berhubungan dengan poin sebelumnya. Jika kartu kredit yang hilang dipakai orang untuk bertransaksi, tentu kita yang rugi. Karena itu, tanyakan bagaimana prosedur pembayaran tagihan jika terjadi peristiwa seperti ini. [Baca: Dahului Berpikir Gimana Menjaga Keamanan Kartu Kredit, Bukan Cuma Buat Belanja di Mana ]

 

Biasanya, bank mengenakan tagihan kepada pemilik kartu kredit yang hilang hingga kejadian itu dilaporkan. Jadi umpamanya kartu kredit hilang hari ini, tapi kita baru ngelaporin besok lusa. Berarti pembayaran tagihan pada hari ini hingga waktu pelaporan itu menjadi tanggung jawab kita.

 

5. Apa itu limit kartu kredit?

kartu kredit
Kartu kredit ada limit alias batas transaksinya. Kalau belanja melebihi limit, bakal kena biaya tambahan.

 

Limit kartu kredit diartikan sebagai batas duit yang bisa kita pakai menggunakan kartu kredit itu. Kalau limit Rp 3 juta, berarti kita ga bisa beli barang seharga Rp 3,5 juta. Bisa sih sebenarnya, tapi kita akan dikenai biaya tambahan dengan bunga besar. [

 

Jadi, seperti kuota pulsa. Kalau pulsa di hape Rp 10 ribu, kita hanya bisa pakai buat teleponan sampai kuota itu habis. Kalau mau pakai melebihi kuota, kita harus bayar lagi. Tanyakan kepada pihak bank soal prosedur mengajukan permohonan penambahan limit.

 

Itulah pertanyaan-pertanyaan penting seputar kartu kredit yang wajib kita sampaikan sebelum mengajukan aplikasinya. Sebisa mungkin kita mengurus sendiri pembuatan kartu kredit, bisa ke bank langsung, maupun ke pihak ketiga yang menjadi partner resmi bank tersebut.

 

[Baca: Yakin Serahkan Masa Depan ke Jasa Pembuatan Kartu Kredit Tanpa Syarat yang Gak Jelas?]

 

Seperti kata pepatah, malu bertanya sesat di jalan. Mending banyak bertanya sebelum mengajukan aplikasi kartu kredit daripada nanti kebingungan saat menggunakan kartu kredit itu karena belum paham seluk-beluknya.

 

 

 

Image credit:

  • http://www.infobanknews.com/wp-content/uploads/2011/04/kartu-kredit.jpg?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=foo
  • https://pbs.twimg.com/media/BRR8pXpCYAAoj8V.jpg:large

Tulis Balasan

Masih banyak lagi dari duitpintar.com