Sebelum Menjatuhkan Pilihan, Simak Dulu Hal-hal Penting Memilih Agen Asuransi Kesehatan Ini

by Fafa Khalifah 1.179 views0

memilih agen asuransi

Didatangi agen asuransi kadang membawa rasa tak nyaman. Tak sedikit yang menyamakan agen asuransi sama salesmen. Bawa-bawa brosur, banyak cakap, dan tebar janji-janji manis kalau ‘jualannya’ itu produk terbaik.

Memang tak bisa disalahkan sih. Esensinya agen asuransi itu memang jualan produk asuransi. Targetnya adalah mendapatkan nasabah sebanyak-banyaknya. Ada yang menawarkan secara simpatik, sayangnya ada pula yang ditambahi bumbu-bumbu intimidatif.

Terlepas plus minusnya, tetap saja kehadiran agen asuransi tetap diperlukan. Mereka ini yang menjadi jembatan antara nasabah dengan perusahaan asuransi. Setiap pembelian produk, mau tak mau lewat agen asuransi.

Alhasil, memilih agen asuransi yang pas jadi pekerjaan rumah tersendiri. Maklum, beli asuransi bukan seperti beli kacang goreng. Ini menyangkut urusan finansial dan jangka panjang. Belum lagi duit yang dikeluarkan enggak sedikit.

[Baca: Lupakan Beli Asuransi Itu Mahal, Modal Rp 5.000 Bisa Kok]

Banyak faktor yang mesti dipertimbangkan sebelum menentukan agen asuransi. Anggap saja seperti mencari pasangan hidup. Ada kriteria yang mesti dipenuhi dulu. Mau tahu apa saja itu?

1.Punya lisensi

Agen asuransi yang profesional pasti dilengkapi lisensi resmi yang diterbitkan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI). Lisensi itu seperti surat sakti yang menunjukkan si agen asuransi sudah dibekali pengetahuan, pelatihan, dan penjelasan produk yang dijual.

polis asuransi jiwa
Apalah arti uang kalau kesehatan gak kamu jaga

Tambahan lagi, si agen asuransi tentunya juga sudah mendapatkan pemahaman seputar etika berkomunikasi dengan calon nasabah.

2. Sudah punya polis asuransi yang dijual

Bagaimana calon nasabah mau percaya asuransi yang ditawarkan kalau agen asuransi-nya sendiri tak punya. Berikutnya, bagaimana pula dia paham sama produk itu kalau tak ‘merasakan’ sendiri manfaatnya.

So, agen asuransi yang oke pastinya sudah punya produk yang dijual. Dengan begitu, dia bisa berbagi pengalaman tentang produk itu. Jadinya lucu kalau dia menawarkan produk asuransi tapi dia sendiri enggak punya.

3. Jam terbang tinggi

jam terbang tinggi ini tak semata-mata terpaku pada lama atau tidaknya  si agen asuransi melakoni profesinya. Tapi ukurlah dari seberapa banyak nasabah yang berhasil digaetnya.

Selain itu, dia juga minim mendapatkan komplein dari nasabah. Ini bisa menandakan si agen asuransi cukup handal dan bisa dipercaya bila di kemudian hari mengurus klaim dari nasabah.

Meski begitu tetap kritis lantaran agen asuransi yang punya banyak nasabah kadang membuat perhatian kepada salah satu nasabah kurang maksimal.

4. Paham produk yang ditawarkan

Si agen asuransi idealnya adalah pihak ‘maha tahu’ seputar asuransi. Mulai dari A sampai Z, dia bisa merincinya dengan baik. Selain itu, penjelasannya juga tak berkutat pada manfaat asuransi saja, tapi juga memberi pertimbangan kepada calon nasabah. Utamanya seputar risiko.

niat mau hemat
Memang sih dari kantor udah dapet asuransi kesehatan, tapi gak ada salahnya punya back-up

Agen asuransi tak semata-mata ‘jualan’. Dia harus bisa memberi pengetahuan baru tentang asuransi dan risiko calon nasabah. Tujuan akhir dari penjelasan agen asuransi tak melulu terjadinya transaksi pembelian produk. Bagi yang berintegritas, bisa saja dia mengakui produknya tak sesuai dengan profil calon nasabah.

Begitu penjelasan dari si agen membingungkan, itu cukup jadi tanda untuk berpaling ke agen yang lain.

5. Bukan orang sibuk

Agen asuransi adalah ujung tombak perusahaan asuransi. Lewat dialah komunikasi antara perusahaan asuransi dengan nasabah terjadi. Jadi, agen asuransi haruslah orang yang mudah dihubungi kapan pun.

Terlebih yang namanya terjadi musibah tak pernah bisa diketahui kapan terjadi. Bukan sekadar gampang dihubungi, tapi juga cepat merespons. Kecepatan merespons merupakan bagian dari layanan agen asuransi yang baik.

6. Paham perencanaan keuangan

Memang tak mutlak, tapi idealnya seorang agen asuransi memahami dunia perencanaan keuangan. Perlu dicatat, produk yang dijualnya merupakan bagian dari perencanaan keuangan.

[Baca: Pentingnya Asuransi untuk Masa Depan Keuangan]

Nasabah bisa mendapatkan input yang jelas kalau asuransi itu menjadi strategi untuk mencapai tujuan finansial. Tujuan itu bisa terealisasi tanpa takut terganggu bila terjadi musibah yang menimbulkan kerugian finansial.

Di sisi lain, dia juga akan turut membantu kalkulasi besaran premi sehingga tak menganggu cash flow keuangan calon nasabah.

saat wawancara kerja
Sudah tahu kan mahalnya biaya berobat dewasa ini?

7. Tak bersifat transaksional

Segera cari agen asuransi lain ketika sikapnya lebih condong transaksional. Maksudnya, pendekatan yang dilakukan semata-mata agar produknya dibeli. Sebaliknya, pilihlah agen asuransi yang bisa menjadi sohib.

Bagaimana pun, hubungan dengan agen asuransi sifatnya jangka panjang. Agen asuransi yang menjadi teman dekat akan membuat nyaman nasabah dan bisa diandalkan.

8. Bikin audensi agen asuransi

Nasabah punya kemerdekaan penuh memilih agen asuransi. Biar mudah menentukan pilihan, alangkah baiknya melakukan audisi agen asuransi. Buat jadwal dan undang beberapa agen asuransi. Dari situ akan mudah membandingkan kompetensi, pengetahuan, dan seberapa oke si agen asuransi itu.

Itulah sejumlah pertimbangan dalam memilih agen asuransi. Pada dasarnya, agen asuransi harus menjadi solve problem kepada nasabahnya. Bukan sebaliknya, malah jadi masalah baru jika nasabah hendak mengajukan klaim.

[Baca: Jangan Takut Sama Asuransi, Ini Portal Seputar Asuransi]

 

Image credit:

  • http://pilihankeluargaku.com/wp-content/uploads/2016/03/Happy-family1-960×686.jpg
  • http://masrifai.com/wp-content/uploads/2016/03/pengertian-klaim-asuransi.png
  • http://4.bp.blogspot.com/-IvljrHcdSEA/VL-c444mNcI/AAAAAAAAFYw/wRb94PmthBM/s1600/Asuransi%2BKesehatan.jpg

Tags: ,

Masih banyak lagi dari duitpintar.com