Sebelum Mulai Berinvestasi Simak 5 Mitos Investasi yang Salah dan Harus Diluruskan

by DuitPintar 5.003 views0

artikel mana- (1)

Saat mendengar kata investasi, mungkin kita sudah mengerti ya. Karena saat ini investasi adalah kata-kata yang cukup populer di Indonesia. Banyak orang sudah mengenal istilah investasi.

Hal ini adalah hasil dari edukasi dan literasi keuangan yang dilakukan oleh pemerintah dan swasta. Banyak sekali acara-acara seminar dan pelatihan, terkait dengan edukasi keuangan.

Investasi adalah cara untuk mewujudkan tujuan-tujuan keuangan kita, hidup lebih sejahtera dan mengalahkan inflasi. Melihat peran investasi yang penting, maka kita perlu loh memprioritaskan pengeluaran untuk investasi.

[Baca: Reksa Dana Memang Bawa Untung Tapi Apakah Reksa Dana Kena Pajak]

Sayangnya masih ada anggapan salah atau “Mitos Investasi” yang menghantui calon investor. Apakah kamu juga salah satu calon investor yang masih dihantui mitos investasi ?

Berikut ini mitos – mitos investasi yang sering beredar dan bikin orang jadi ragu berinvestasi. Ada baiknya disimak sebelum mulai berinvestasi biar paham. 

 

1. Investasi adalah Pengeluaran yang Gak Bermanfaat

Mitos pertama yaitu anggapan banyak orang bahwa investasi adalah pengeluaran yang gak bermanfaat, karena hasil investasi gak dapat segera dinikmati.

sebelum mulai berinvestasi
Paling gak tahan kalau lewat counter hape pasti pengin kredit gadget model baru ya bro hehehe

 

Beda dengan orang-orang yang membeli smartphone, yang dapat segera digunakan setelah dibeli. Padahal investasi adalah kunci dari keberhasilan keuangan seseorang.

 

2. Investasi Butuh Modal Besar

Menurut kamu, berapa sih kira-kira modal yang harus dikeluarkan untuk memulai investasi? Apakah Rp 1 juta? 5 juta? Atau 10 juta?

Iya betul, jawabannya tergantung. Tergantung pada produk investasinya. Jika kita berinvestasi di properti (rumah), maka uang yang dibutuhkan tentu dalam satuan ratusan juta.

Jika kita investasi di surat utang pemerintah (Obligasi: ORI, Sukri, SBR) maka modal minimal untuk memulai investasi adalah sekitar Rp 5 juta.

Sementara untuk yang tertarik dengan investasi di logam mulia, modal yang dibutuhkan sekitar Rp 500 ribu – Rp 1 juta. Dan jika kita berinvestasi di reksa dana, kita butuh modal sebesar Rp 100 ribu. Iya betul, SERATUS RIBU RUPIAH SAJA. Tentunya dengan angka Rp 100 ribu gak ada alasan untuk kamu gak berinvestasi dong.

[Baca: 8 Tempat Beli Reksa Dana 100 Ribu Rupiah yang Bisa Jadi Investasi Pertama]

 

3. Investasi Hanya di Kota-Kota Besar

Pada 10 – 20 tahun yang lalu, investasi mungkin hanya ada di kota-kota besar. Berita baiknya dengan kemajuan teknologi dan internet, siapa saja dan di mana saja dapat berinvestasi dengan lebih mudah.

sebelum mulai berinvestasi
Hingar-bingar kota besar memang selalu menyilaukan

Saat ini investasi reksa dana dapat dilakukan secara online. Bareksa.com adalah agen penjual efek reksa dana yang memanfaatkan internet. Jadi gak perlu repot – repot ke bank atau kantor perusahaan sekuritas lagi.

Kita hanya perlu mendaftar sebagai pengguna, mengisi formulir dan mulai berinvestasi. Gak perlu repot beranjak dari kursi dan menempuh macet untuk berinvestasi. Dengan adanya investasi reksa dana, investasi menjadi semakin mudah.

 

4. Investasi Hanya untuk Pebisnis dan Intelektual Saja

Banyak orang mengira bahwa investasi itu bakal rumit dan memusingkan, sehingga hanya cocok untuk kalangan tertentu. Seperti misalnya pebisnis dan kaum intelektual saja.

Padahal kenyataannya saat ini banyak sekali produk-produk investasi yang bisa dijalankan oleh orang awam. Salah satunya adalah investasi reksa dana, Kita gak memerlukan ilmu khusus atau kemampuan khusus untuk dapat berinvestasi reksa dana.

Namun, kita tetap perlu mempelajari produk reksa dana, agar dapat mengoptimalkan hasil investasi. Dan berita baiknya investasi reksa dana bukanlah hal yang sulit untuk dimengerti.

 

5. Berinvestasi Memiliki Risiko Tinggi

Berbicara mengenai investasi tentu saja gak luput dengan yang namanya risiko. Sebagian orang menganggap investasi itu pasti berisiko. Padahal pada kenyataannya risiko dapat diminimalkan, dengan cara meningkatkan kendali kita atas risiko tersebut.

sebelum mulai berinvestasi
Urusan uang mah jangan main-main kayak catur ya, bisa maju mundur cantik hehehe

 

Kamu sendiri tahu gak sih apa bedanya risiko dan berisiko? Risiko dan berisiko adalah dua hal yang berbeda. Keduanya memiliki pengaruh dalam investasi kita.

Untuk mengurangi risiko, sebaiknya kita mengerjakan beberapa pekerjaan rumah. Pertama, kita perlu mempelajari produk investasinya terlebih dahulu. Kedua, kita harus memiliki tujuan keuangan dan strategi investasi.

[Baca: Sebelum Terjun Investasi Simak 8 Cara Mengenali Emas Palsu Ini Deh]

 

Jangan Percaya dengan Mitos – Mitos Investasi

Seseorang merasa takut pada dasarnya karena orang tersebut gak memiliki kendali (gak dapat mengendalikan). Contoh, kamu pernah melihat anak kecil yang baru belajar berenang gak?

Nah, anak-anak yang baru belajar berenang biasanya akan merasa takut dengan air. Kemudian setelah belajar berenang, biasanya anak-anak akan senang dengan air dan berani berenang ke kolam yang lebih dalam.

Belajar investasi itu sejatinya sama seperti seorang anak yang belajar berenang, membutuhkan latihan dan pengalaman.Kalau bukan sekarang kapan lagi? So, jangan menunda lagi untuk berinvestasi ya!

 

Artikel Ini dipersembahkan oleh Mitra Perencana Keuangan Kami Finansialku.com

 

logo finansialku

 

 

Image Credit:

  • http://images.madiunpos.com/2016/03/maju-hardware-2.jpg
  • http://2.bp.blogspot.com/-1E2B5Tv2a1g/T9sMLb_nCwI/AAAAAAAAAfA/PGzQxrO7XmE/s1600/64781898_51321d53b1_o.jpg
  • https://kreditgogo.com/img/u/Investasi/obligasi.454016968.jpg

Tags:

Masih banyak lagi dari duitpintar.com