Serba-Serbi Menggadaikan Emas di Pegadaian dari Pengalaman Kepepet

by Fafa Khalifah 817 views0

menggadaikan emas di pegadaian

”Gue kenal ama Pegadaian tuh sekitar tiga bulan lalu pas lagi kepepet butuh duit cash. Pada tahu kan, yang namanya kepepet tuh enggak pandang orang. Enggak ada yang kebal pas diserang kepepet,” buka Barry Prima.

Cowok bertubuh tambun ini langsung straight point aja pas dicurhatin Eva Apez yang lagi bokek tapi tagihan kartu kreditnya membludak.

“Gue lebih sreg pinjem ke pegadaian daripada pinjem ke temen. Lagian malu pas gue inget pepatah yang bilang kalau mau merusak pertemanan, pinjemlah duit padanya.”

Eva cuma bisa mengangguk. Dia enggak bisa bantah cerocosan Barry yang udah belasan tahun jadi teman sekantor. Belum juga sempat buka mulut, si Barry udah nyerocos lagi.

”Makanya gue lari ke Pegadaian. Pegadaian kan punya pemerintah. Jadi sebenarnya pas gue lagi kepepet mending minjem ke pemerintah. Masak pemerintah enggak mau ngerti keadaan warga negaranya,” bebernya sambil nyengir kuda.

”Lo ke sana buat gadaian emas gitu,” timpal Eva begitu mulut Barry belum rapat dengan sempurna.

”Yoi. Gue gadaian kalung emas bini yang jadi kado ultah pernikahan. Itu kalung banyak ceritanya tapi gue mantap putusin begitu pas denger lagunya si Gombloh judulnya Ku Gadaikan Cintaku. Cinta aja bisa digadai masak emas enggak…”

menggadaikan emas di pegadaian
Cinta aja bisa digadaikan, masa emas gak bisa, eciyeee! (Pegadaian / Blogspot)

Belum juga selesai, Eva udah nyumpelin tahu bulat goreng ke mulut Barry.

“Gue enggak butuh cerita elo yang itu. Gue butuh gimana caranya gue bisa gadaian emas punya gue ke pegadaian.”

”Ya elo bawa aja emas atau perhiasan ke pegadaian. ”

”Itu gue tahu. Maksud gue caranya pas di pegadaian gimana. Cara petugas taksirin harga emas gue, simulasi pinjamannya, balikinnya gimana, berapa biayanya.”

Barry langsung diem sesaat mendengar suara Eva yang meninggi.

”Ya udah. Gini, langkah pertama yang mesti lo tahu tuh aturan yang diterapkan buat gadai emas di Pegadaian. Misalnya syarat, waktu gadai, masa penitipan, biaya administrasi, taksiran, dan biaya penitipan.”

Setelah benerin posisi duduknya dan ambil pose serius, Barry pun langsung jelaskan rinciannya.

1. Syarat gadai

Syaratnya enggak ribet. Cuma butuh emas dan identitas diri macam KTP plus salinannya. ”Enggak susah cari Pegadaian. Sekarang hampir tiap kecamatan udah ada jadi cari yang dekat biar hemat ongkos.”

menggadaikan emas di pegadaian
Penduduk ya harus punya KTP dong! (Kartu Identitas / Liputan6)

2.Biaya gadai

Biaya emas gadai dihitung tiap 15 hari dalam masa pinjaman. ”Lo kena biaya gadai yang sama meski gadai sehari atau dua hari. Maksimal 15 hari. Lewat dari itu kena biaya lagi, begitu seterusnya,” kata Barry seraya nyeruput jatah es kelapanya.

3. Masa titip

“Apa tuh masa titip?” tanya Eva. Barry jelasin masa titip itu berlaku maksimal empat bulan dan bisa diperpanjang tiap empat bulan sekali. ”Kalo enggak punya duit buat nebus emas pas bulan keempat, elo kena biaya sewa.”

Tapi, lanjut Barry, ada cara buat menekan biaya gadai jadi ringan. Misalnya dengan cicil Rp 500 ribu dari pinjaman Rp 1 juta. Jadi sisa pinjaman tinggal setengah lagi yang mesti dilunasi.

4. Biaya administrasi

“Biaya administrasi tergantung ama besaran pinjaman. Di pegadaian ada daftarnya. Misal, pinjaman dari Rp 100 ribu sampai Rp 5 juta kena Rp 15 ribu. Terus kisaran Rp 5,1 juta ampe Rp 10 juta kena Rp 25 ribu. Begitu seterusnya,” beber Berry.

5. Taksiran emas

Nilai taksiran emas biasanya 85 persen dari harga emas. Misalnya harga emas Rp 2 juta maka nilai pinjamannya Rp 1,875 juta. ”Hukumnya begitu jadi enggak bisa ditawar.”

6. Biaya titip

Ada lagi beban yang mesti ditanggung yakni biaya titip yang dihitung tiap 15 hari. Rumusnya adalah taksiran/Rp 15 ribu x 120 hari.

menggadaikan emas di pegadaian
Titipin ke Pegadaian aja, jangan sembarang titip kalau gak mau hilang (Titip Emas / Pegadaian)

Contoh, taksiran perhiasan emas adalah Rp 2 juta maka nilai pinjaman maksimal Rp 1,875 juta. Jika ingin maksimalkan pinjaman maka biaya titip selama 15 hari adalah:

Rp 2 juta/Rp 15 ribu x 120 hari = Rp 16.000.

Jadi pinjaman yang mesti dikembalikan ke pegadaian dalam 15 hari adalah Rp 15 ribu + Rp 1.875.000 + Rp 16.000 = Rp 1.906.000

”Boleh aja lebih dari 15 hari tapi ditambah lagi biayanya Rp 16 ribu,” ucap Berry.

Semua penjelasan Berry dicatat rapi sama Eva. Sengaja dicatat biar jadi pegangan pas melipir ke Pegadaian.

Tak lupa Berry ingatkan ke Eva kalau gadaikan emas di Pegadaian lebih aman dan bikin hati tenang.

”Kalung bini gue tetap milik gue dan enggak bakal hilang. Beda kasus kalau gadaikan di tempat abal-abal. Pegadaian jelas lebih kredibel karena punya pemerintah. Tujuannya mulia lagi yakni bantu ekonomi kaum lemah kayak kita-kita,” pungkas Berry.

 

 

Yang terkait artikel ini:

Lagi Tongpes? Coba Cari Pinjaman ke Pegadaian

Mampir ke Pegadaian Terus Gadaikan Barang Bukan Aib

Simak Cara Beli Barang Lelangan Pegadaian yang Lebih Murah

Tags:

Masih banyak lagi dari duitpintar.com