Siapa Bilang Investasi Emas Pasti Untung? Simak Ini Dulu Nih

by akbar 2.113 views0

untuk jam 6

Finansialku

Walau sering dinyatakan sebagai investasi yang paling aman dan tahan risiko inflasi, emas harganya juga bisa anjlok lho. Sama saja kayak saham, anjlok tiba-tiba tanpa ada yang tahu waktu dan penyebabnya.

Harga emas batangan seperti yang dijual di PT Antam pada dasarnya dipengaruhi oleh harga emas global. Selain itu, nilai tukar dolar Amerika Serikat dan rupiah juga punya andil dalam pergerakan logam mulia tersebut.

Awalnya, logam mulia memang diminati investor mengingat sebelum tahun 2012 harganya relatif stabil. Tapi sayangnya, belakangan ini harganya semakin fluktuatif.

Dan patut kamu ketahui juga bahwa ada empat alasan mengapa investasi ini gak selalu menguntungkan. Mari kita cari tahu lebih lanjut di bawah ini:

1. Ada paper gold yang mempengaruhi logam mulia

Dalam jual beli emas, terkadang kamu gak melakukan transaksi dalam bentuk fisik, namun hanya sebatas kertas kontrak jual beli atau biasa disebut paper gold. Misalnya adalah emas ETF (Exchange Traded Fund) yang diperdagangkan di bursa efek.

Emas ETF itu ibaratnya kayak cinta. Gak ada bentuknya, tapi sangat berharga. Asik (cinta/ kreasitekno)
Emas ETF itu ibaratnya kayak cinta. Gak ada bentuknya, tapi sangat berharga. Asik (cinta/ kreasitekno)

ETF merupakan kontrak investasi kolektif yang unit penyertaannya dicatat dan diperdagangkan di bursa efek seperti halnya saham. Dengan demikian bisa dikatakan yang kamu beli bukanlah logam mulia secara fisik, tapi cuma paper gold saja.

Mirisnya, paper gold ternyata bisa mempengaruhi harga emas. Saat kondisi pasar buruk, paper gold dapat menjatuhkan harga emas secara signifikan.

2. Gak ada standar yang jelas terhadap logam mulia

Sayangnya, gak ada standar nilai yang jelas di dalam logam mulia. Mengapa demikian? Karena jika standar itu ada, maka emas bisa difungsikan sebagai uang.

Zaman dulu, emas difungsikan sebagai alat tukar. Apabila sistem ini dilanjutkan, sudah tahu kan siapa yang bakal untung? Jelas si produsen emas.

3. Harga emas dipengaruhi oleh hukum supply and demand

 

Permintaan dan ketersediaan barang wajarnya berjalan seimbang supaya harga stabil (supply-demand/ walsallpropertyblog)
Permintaan dan ketersediaan barang wajarnya berjalan seimbang supaya harga stabil (supply-demand/ walsallpropertyblog)

Harga emas juga dipengaruhi oleh permintaan dan pasokannya. Semakin banyak beredar, maka emas gak lagi dianggap barang berharga dan nilainya bakal turun. Begitu pula sebaliknya.

Awalnya, harga emas dan perak cukup bersaing, namun karena kelangkaan, harga emas melonjak. Kondisi ini pun bisa saja berubah sesuai dengan keberadaan dan permintaannya.

4. Logam mulia adalah komoditas

Mungkin masih banyak orang yang beranggapan kalau emas adalah rajanya logam mulia. Tetapi sebenarnya emas merupakan logam biasa. Seperti yang disebutkan di poin ke-3, emas jadi mahal karena supply-nya gak mengimbangi demand atau permintaannya.

Lantas, apakah selama ini investasi emas itu bisa dianggap sia-sia? Gak juga. Yang patut diperhatikan adalah gak akan ada investasi yang keuntungannya stagnan. Investasi sifatnya fluktuatif dan bergejolak setiap saat.

Jika kamu berpikir dalam 10 tahun emas bakal jadi makin mahal, ya semua orang juga maunya begitu. Tapi prediksi seperti itu gak bisa dikatakan sebagai hal yang tepat.

Sebagai investor, kamu juga harus memantau pergerakan harganya setiap saat. Intinya ya jangan dijual pada saat harganya anjlok ya.
Yang terkait artikel ini:

[Baca: Investasi Emas Gak Cuma Batangan atau Perhiasan, Ini Lho Jenis Emas Lainnya]

[Baca: Ternyata Ini 7 Manfaat Emas dan Logam Mulia Selain untuk Berinvestasi]

[Baca: Berapakah Usia Emas Buat Merintis Bisnis Sendiri?]

Masih banyak lagi dari duitpintar.com