Strategi Tetap Profesional di Kantor sambil Lakoni Bisnis Sampingan

by Fafa Khalifah 445 views0

Tetap Profesional di kantor

Status orang kantoran tapi punya bisnis sampingan. Seru pastinya. Serunya bukan sekadar penghasilan yang nambah, tapi juga puyeng atur waktunya.

Melakoni dua status sekaligus memang bukan perkara gampang. Keduanya punya tuntutan yang sama. Harus tetap profesional saat di kantor sekaligus lincah berbisnis.

Pinjam istilah dari almarhum pelawak Srimulat Asmuni, “Itu bukan hil yang mustahal”. Iya, berbisnis sambil terus berkarir bukan suatu bentuk kemustahilan.

Asalkan, iya pakai asalkan. Asalkan penuhi syarat skill manajemen waktu yang baik. Itu senjatanya bila memutuskan berbisnis tapi emoh lepas karir di kantor.

Bagi yang ingin masuk aliran berbisnis dan berkarir di saat bersamaan, yuk bedah apa saja yang mesti dipersiapkan.

Optimalkan waktu kala weekend

Bila selama weekdays gak bisa totalitas urus bisnis, nah waktu yang paling cocok adalah saat weekend. Anggap saja lakoni bisnis sampingan saat weekend itu bagian dari refreshing.

tetap profesional di kantor
Jualan ketika hari libur bisa jadi peluangnya lebih besar ketimbang waktu weekdays. (jualan ketika hari libur / urbanlife)

Tunda dulu pikiran weekend itu waktu melepas penat. Konsekuensi dual status menuntut semua celah waktu dimaksimalkan seoptimal mungkin.

Tenang, bekerja di weekend gak selamanya penderitaan. Semua pengorbanan bekerja di akhir pekan bakal terobati ketika bisnis sampingan semakin tumbuh dan maju.

Pekerjakan orang yang bisa dipercaya

Mendelegasikan bisnis sampingan ke orang yang terpercaya juga menjadi opsi paling masuk akal. Tujuannya bukan karena ingin lepas tangan tapi semata-mata demi menjaga stabilitas pekerjaan di kantor.

Tinggal dipikirkan masak-masak pekerjaan apa saja yang hendak didelegasikan. Selain itu pertimbangkan juga upah yang layak sehingga yang bersangkutan juga semangat mengurusnya.

Disiplin dan sadar diri kapan bekerja dan kapan urus bisnis

Bukan bermaksud meremehkan kemampuan multitasking, tapi ada baiknya hindari menyelesaikan pekerjaan kantor bersamaan dengan bisnis.

tetap profesional di kantor
Semuanya harus tetap seimbang, mulai dari kerja di kantor, urus bisnis hingga waktu istirahatmu (mengatur waktu / pressherald)

Justru bisa jadi lebih banyak mudharat-nya. Isi kepala pecah. Dalam satu waktu mesti pikirkan tugas-tugas kantor tapi di depan mata cari cara mencuri-curi waktu urus bisnis sampingan.

Ujungnya, gak ada satu pun yang kelar. Jadinya tugas kantor numpuk dan bisnis terbengkalai.

Lebih baik disiplin membuat jadwal. Ketika di kantor, full time pikirkan pekerjaan. Kemudian setelah office hour, baru deh konsen di bisnis sampingan.

Jauhi bisnis yang menuntut modal besar

Sebaiknya carilah bisnis yang bisa berjalan tanpa modal besar. Bukan sekadar menekan risiko kerugian, tapi lebih pada kemampuan diri sendiri untuk mengurusnya.

Ketika modal kecil, maka skala bisnis pun ikutan kecil. Lantaran masih berstatus karyawan, bisnis skala kecil ini kemungkinan masih bisa diatasi seorang diri.

Di samping itu, ketika modal yang dikeluarkan kecil maka tak perlu terlalu ngoyo. Beda kasus jika bisnis ternyata terlihat ada progres dan menuntut waktu lebih banyak, baru dipertimbangkan untuk fokus di bisnis.

Cari kerjaan paruh waktu atau freelance

9 to 5. Artinya jam kerja kantoran rata-rata 8 jam sehari. Alhasil, pikiran dan tenaga bakal terkuras habis.

tetap profesional di kantor
Kerja partime juga oke, bisa jadi tambahan penghasilanmu (kerja sampingan / arabianbusiness)

Tentu bakal merasa bersalah karena bisnis sampingan digarap hanya dengan ‘sisa-sisa’ tenaga dan pikiran.

Bila ini jadi soal, pasti dianjurkan untuk menghindari pekerjaan full time. Lebih bijak mencari pekerjaan part time atau freelancer.

Jenis pekerjaan ini bisa fleksibel menyelesaikannya. Dan yang tak kalah  penting, pekerjaan itu masih sesuai dengan minat dan keahlian yang dimiliki.

Pertimbangkan strategi mana yang didahulukan

Yang bikin orang enggan tinggalkan status karyawan lebih karena faktor ‘secure’. Punya pendapatan tetap dan pasti. Belum lagi fasilitas dari kantor. Beda sama bisnis sampingan yang sifatnya masih ‘spekulatif’.

Hanya jangan dipaksakan melakoni semuanya. Hindari niat ‘kemaruk’. Ingin dapat duit banyak dari dua pekerjaan yang sebenarnya sulit disatukan.

Lebih baik pertimbangkan masak-masak. Ukur kemampuan dan kapasitas diri. Atau bisa juga bermain skala prioritas. Misalnya fokus di karir dulu hingga berhasil baru memulai bisnis. Bisa juga sebaliknya.

Kesimpulannya, bekerja sambil berbisnis memang menyenangkan. Faktanya gak semenyenangkan yang dikira. Padahal keduanya sama-sama menuntut perhatian.

Tinggal bagaimana menyusun aturan main. Kalau bekerja sambil bisnis ternyata bisa, kenapa gak!

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Gak Usah Khawatir Kalau Bisnis Sampingan Mentok, Coba Terapkan Ini]

[Baca: Usaha Sampingan Tanpa Modal yang Cocok untuk Karyawan]

[Baca: Empat Ide Bisnis Sampingan dari Gadget]

 

Masih banyak lagi dari duitpintar.com