Suami Istri Ayo Kerja Sama Mulai Lakuin Hal-hal Ini Demi Financial Freedom

by Hardian 902 views0

Demi Financial Freedom

Kerja…kerja…kerja…Begitu kata pemerintah era Joko Widodo. Mudah-mudahan, imbauan itu juga mencakup kerja sama, bukan kerja individu saja.

Kerja sama penting dilakuan di segala lini kehidupan, dari dunia kerja sampai rumah tangga. Khusus dalam soal rumah tangga, kerja sama mesti dilakukan demi sederet tujuan.

Agar keluarga utuh, jelas. Tapi ada juga tujuan lain: kemerdekaan finansial alias financial freedom.

Apa itu financial freedom? Penjelasan gampangnya, keleluasaan dalam hal keuangan. Lega begitu mau ini-itu, gak terkekang utang

demi financial freedom
Siapa sih yang gak mau masa depan keluarga bebas dari kekhawatiran keuangan (Keluarga Bahagia / colmnolanandassociates)

Mau dong kerja sama bareng pasangan demi financial freedom itu? Apa saja caranya, yuk simak bersama.

1. Pupuk tabungan

Mumpung masih belum punya momongan, bisa banyak-banyak mengalokasikan penghasilan buat ditabung. Kalau sudah punya buntut, jelas pengeluaran bertambah buat beli susu, popok, sampai baju dan mainan.

Jadi, manfaatkan waktu ini sebaik-baiknya. Rencanakan berapa yang mau ditabung tiap bulan. Idealnya, setidaknya 30 persen dari gaji masuk pos tabungan.

demi financial freedom
Suami istri harus kompak dong biar capai satu tujuan (Pasangan / recoveryhelpnow)

Tapi itu jumlah minimal. Kalau bisa 50 persen, kenapa enggak. Jangan lupa juga bikin pos tabungan darurat. Pos ini berguna ketika ada kejadian yang gak diinginkan.

Yang penting, atur dulu semua kebutuhan terpenuhi. Ingat, prioritaskan kebutuhan seperti beras ketimbang keinginan seperti sepatu keren atau dress cantik baru.

2. “Diet”

Namanya sudah jadi suami-istri, manis-getirnya kehidupan mesti dijalani bersama. Termasuk jika demi financial freedom itu mesti prihatin dulu.

Maksudnya, rela “diet” pengeluaran agar tujuan keuangan tercapai. Contohnya, lebih sering makan di rumah ketimbang jajan di luar. Bahkan kalau perlu sepiring berdua biar romantis plus ekonomis.

Daripada tiap akhir pekan ke mal, mending santai di taman. Biarpun ke mal niatnya cuma cuci mata, godaan itu bisa begitu kuat hingga iman finansial kita runtuh dibuatnya.

demi financial freedom
Ayo niat ngerem hasrat belanjanya yang serius dong hehehe (Perempuan Belanja / elines.cz)

Bukan berarti gak ke mal sama sekali. Bolehlah jalan-jalan sesekali, asal pengeluaran masih dalam kendali.

3. Tentukan target

Nabung bukan sembarang nabung, harus ada target yang dipenuhi. Tetapkan target jangka pendek, menengah, dan panjang.

Jangka pendek misalnya beli sepeda motor. Jangka menengah, beli rumah dengan cara kredit, yang artinya menabung untuk uang muka. Jangka panjang, pendidikan anak.

Itu cuma contoh umum. Yang tahu kebutuhan masing-masing tentunya tiap-tiap pasangan sendiri.

Ingat, target mestinya selaras dengan kemampuan finansial. Prioritaskan yang penting-penting, misalnya daripada beli mobil mending nyicil rumah dulu. Meski keduanya bisa juga dilakukan bersamaan.

Masukkan juga target investasi dan asuransi. Keduanya penting untuk kelangsungan masa depan.

4. Buka hati selebarnya

Karena sudah jadi suami-istri, seharusnya bisa saling mengerti dong. Selain itu, harus ada sikap saling terbuka. Hati harus dibuka selebar-lebarnya.

Segala hal yang berbau keuangan mesti tahu sama tahu. Gaji, pengeluaran harian, bulanan, bonus, sampai rezeki nomplok nemu duit di jalan.

Transparansi ini memudahkan pengaturan keuangan, termasuk untuk mencapai target yang telah ditentukan. Siapa tahu malah target bisa terpenuhi sebelum waktunya, kan asoy.

Selain itu, kejujuran ini bisa menambah kuat tali cinta. Coba kalau berbohong terus ketahuan, siap-siap terlibat perang dunia. Daripada ambil risiko itu, mending jujur aja deh.

Keempat tips di atas akan lebih mangkus alias tepat guna jika satu poin ini dijalankan: sama-sama mengingatkan tanpa tersinggung. Ini juga penting.

Harus mengerti bahwa segala hal yang dilakukan itu demi kepentingan bersama, kepentingan keluarga. Ketika sudah memutuskan mengikat tali pernikahan, selayaknya berjuang untuk menjaga tali itu tetap terikat kuat.

Memang, uang bukanlah segalanya. Tapi realistis saja, tanpa finansial yang kokoh, upaya membangun biduk rumah tangga bakal lebih sulit.

Jadi, siap untuk meraih financial freedom demi keluarga?

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Cara Mengatur Keuangan yang Baik Bareng Pasangan]

[Baca: Jangan Ragu Berinvestasi, Ini Investasi yang Menguntungkan Walau Bukan Investor]

[Baca: Hari Gini Kok Masih Bingung Perbedaan Antara Keinginan dan Kebutuhan]

Hardian

Sebagai penulis dan penyunting, saya sangat akrab dengan tenggat alias deadline. Dua profesi ini mengajari saya tentang betapa berharganya waktu, termasuk dalam urusan finansial. Tanpa rencana dan kedisiplinan soal waktu, kehidupan finansial pastilah berantakan. Cerita inilah yang hendak saya bagikan kepada semuanya lewat beragam cara, terutama tulisan.

Masih banyak lagi dari duitpintar.com