Sukuk Ritel Itu Apa Sih? Cocoknya Buat Investor Jenis Apa Ya

by DuitPintar 444 views1

sukuk ritel itu apa

Sukuk sering disebut-sebut sebagai instrumen investasi berbasis syariah. Lantaran berprinsip syariah yang mengharamkan riba, maka sukuk tak mengenal bunga atau kupon. Nah, keuntungannya bersumber dari bagi hasil.

 

Sebelum lanjut lebih jauh, sukuk ritel itu apa sih? Disebut sukuk karena diadopsi dari bentuk jamak bahasa Arab ‘sak’ atau sertifikat.

 

Sukuk itu termasuk obligasi syariah yang diterbitkan negara secara retail. Maka itu sebutan panjangnya Surat Berharga Syariah Negara Ritel (Sukuk Ritel).

 

Definisi lengkapnya, Sukuk Ritel adalah surat berharga negara yang diterbitkan berdasarkan prinsip syariah. Sukuk menjadi bukti atas bagian penyertaan terhadap Aset Surat Berharga Syariah Negara, yang dijual kepada individu atau perseorangan Warga Negara Indonesia melalui Agen Penjual, dengan volume minimum yang telah ditentukan.

 

Pembeda utama sukuk dengan obligasi konvensional ada pada penggunaan konsep imbalan dan bagi hasil sebagai pengganti bunga. Lalu ada juga akad atau perjanjian antara kedua pihak berdasarkan prinsip syariah.

 

[Baca: Manfaat dan Risiko Investasi Obligasi Cocok bagi Mereka dengan Profil Moderat]

 

Bagi yang sensitif pada instrumen investasi yang mengedepankan bunga, mungkin sukuk bisa jadi pilihan. Apalagi sukuk sudah mendapatkan fatwa kesesuaian dengan prinsip Syariah atau Syariah Compliance Endorsemnet dari Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia.

 

Kapan belinya? Lantaran masuk kategori surat utang negara, maka pemerintah yang menetapkan waktunya.

 

Misalnya saja Sukuk Ritel 005 yang dijual perdana pada Februari 2013. Pemerintah menetapkan nilai nominal unit sukuk Rp 1 juta dengan minimum pemesanan Rp 5 juta. Artinya, pembelian harus dalam kelipatan Rp 5 juta.

 

Calon investor hanya bisa beli maksimal Rp 5 miliar saja. Sukuk bisa didapatkan di agen penjual yang ditunjuk pemerintah. Misalnya bank-bank pemerintah atau lembaga keuangan yang ditunjuk.

 

sukuk ritel itu apa  Sukuk ritel bisa dibeli di agen-agen yang ditunjuk pemerintah

 

 

Khusus Sukuk Ritel 005, pemerintah memberi imbalan 6 persen per tahun untuk tiga tahun. Lalu kalau kehabisan tak bisa beli Sukuk Ritel?

 

Tak usah khawatir. Sukuk Ritel masih bisa dibeli di pasar sekunder. Tapi ingat, harganya belum tentu sama pas peluncuran perdana.

 

Harga bisa naik atau turun. Jadi misalnya saat peluncuran harganya 100, maka kalau dana investasinya Rp 5 juta, otomatis nilai Sukuk Ritel juga Rp 5 juta.

 

Lalu di pasar sekunder harganya turun jadi 80. Maka nilai sukuk menjadi Rp 4 juta yang didapat dari perhitungan nilai sekarang dibagi nilai perdana dikali Rp 5 juta. Maka, (80/100 x Rp 5 juta). Bila harga turun, tentu saja lebih untung beli di pasar sekunder. Sebaliknya buntung kalau harganya naik.

 

[Baca: Memilih Deposito Syariah atau Reksa Dana Syariah, Mana yang Bikin Untung?]

 

Untung rugi Sukuk Ritel

Namanya instrumen investasi pasti ada plus minusnya. Maka itu ketahui lebih dalam keuntungan dan kerugian berinvestasi di instrumen ini.

 

Nilai plus:

 

-Adanya jaminan imbalan dan pengembalian pokok investasi (ingat ini negara yang terbitkan)

-Imbalannya lebih tinggi dibanding deposito bank

-Berpotensi untung (capital gain) jika diperjualbelikan di pasar sekunder

-Bisa jadi jaminan untuk kredit

 

Minusnya yang kentara adalah risiko pasar dan likuiditas. Maksudnya, bisa saja nilai investasi di sukuk bisa turun di pasar sekunder sehingga nilainya turun. Kalau ini yang terjadi, sebaiknya tetap simpan sampai jatuh tempo.

 

Sedangkan dari sisi likuiditas, sukuk bakal kurang bernilai di mata pembeli ketika harganya turun. Alhasil, menjualnya pun sedikit lebih susah.

 

sukuk ritel itu apa

Sukuk ini cocok buat investasi jangka menengah-panjang untuk pendidikan atau pensiun

 

Kriteria investor yang cocok tanam duit di sukuk

Sekali lagi, rumus berinvestasi adalah menetapkan tujuan keuangan. Maka itu, sukuk bisa dipilih sepanjang sesuai dengan tujuan keuangan di masa depan.

 

Misalnya saja untuk dana pendidikan anak pada tiga tahun kemudian, bisa saja memutuskan taruh dana di sukuk. Cuma ingat jatuh temponya sesuai dengan kebutuhan bayaran pendidikan anak.

 

[Baca: Instrumen yang Biasa Orangtua Pilih untuk Dana Pendidikan Anak]

 

Atau bisa juga yang hendak pensiun. Menyimpan dana di sukuk lebih efektif karena hasilnya lebih besar dari deposito di bank dan imbal jasanya bisa diambil bulanan.

 

Kesimpulannya, sukuk ritel hanyalah sarana saja berinvestasi. Bagi yang ingin berbasis syariah, sukuk pilihan yang tepat karena terhindar dari bunga yang merupakan masuk kategori haram dalam syariat Islam.

 

 

 

Image credit:

  • http://img.antaranews.com/new/2011/01/ori/20110114080115sukuk-ritel-130111.jpg
  • http://photo.kontan.co.id/photo/2014/02/19/1103119063p.jpg

Tags:

Masih banyak lagi dari duitpintar.com