Susah Liburan Karena Super Sibuk, Gini Kiatnya Biar Gak Stres

by Hardian 257 views0

biar gak stres

Kerja ada batasnya, istirahat ada waktunya. Itu menurut teori. Pada praktiknya, banyak yang kerja seperti tanpa batas.

Senin sampai Jumat sudah kerja berangkat pagi pulang malam. Eh, Sabtu-Minggu masih bolak-balik cek e-mail kerjaan kantor.

Belum lagi handphone kerap bunyi padahal lagi santai di rumah. Begitu dicek, ada WhatsApp dari bos minta kirim file A. Atau ada laporan masalah kerjaan dari bawahan.

biar gak stres
Stres? Mending makan ayam taliwang di Bali ketimbang makan laptop (Gigit laptop/Natural stressr elief guide)

Kalau kerjanya sudah begitu, gak mengherankan jika susah liburan. Memang, kerja…kerja…kerja…itu bagus, apalagi buat kondisi finansial.

Tapi ketika jiwa dan raga ditekan terus untuk kerja, yang ada malah jatuh sakit atau stres. Mau ending-nya begitu? Tentunya gak, kan?

Meski begitu, kadang keadaan gak bisa dikompromikan. Terutama buat yang level kariernya sudah di atas atau malah yang punya perusahaan.

Stand-by sepanjang waktu sudah jadi kewajiban. Namun, bukan berarti stres bakal melanda.

Ada solusi buat yang susah liburan karena super sibuk biar gak stres. Mau tahu apa saja?

Langsung saja lompat ke bawah.

1. Mendengarkan musik

Buat beberapa orang, kerja tanpa musik bisa mendatangkan kebosanan. Musik adalah pemompa semangat sekaligus pereda stres yang tokcer.

biar gak stres
Ndengerin musik pun bisa meredakan stres, asal gak pakai karaoke di tempat kerja (dengerin musik/Like a boss girl)

Bahkan musik direkomendasikan untuk diperdengarkan ke manusia sejak dari kandungan. Gunanya adalah merangsang otak agar kinclong, gak kusut ditumpuki kerjaan.

2. Ngobrol cas cis cus

Simpan handphone-mu, mulailah ngobrol dalam arti sebenarnya. Aktivitas sepele seperti mengobrol bisa mengangkat beban di pundak, lho.

Gak selalu harus mengobrol yang berat-berat soal kerjaan. Apalagi soal politik. Itu malah bikin stres.

Cari topik obrolan yang menyenangkan, misalnya tren saat ini. Atau bisa ngobrolin rencana liburan akhir tahun barena teman, keluarga, sampai gebetan. Itu lebih mengasyikkan.

3. Tertawalah sebelum tertawa dilarang

Riset dari University of Kansas, Amerika Serikat, membuktikan, tertawa efektif mengurangi stres. Tapi kalau tertawa-tawa sendiri mungkin itu lagi dilanda stres.

Ketika bekerja, “curi” waktu barang semenit-dua menit tiap satu jam untuk bercanda dengan rekan sekerja. Tingkah usil di tempat kerja pun sebenarnya berguna untuk mengurangi stres.

Yang simpel, kayak nepuk pundak teman lalu belagak gak ngerti. Itu saja udah bisa otot dan syaraf lebih kendor. Asal gak kebangetan bercandanya, kayak geser kursi pas mau didudukin. Itu namanya cari masalah.

4. Main game

Tips ini khusus buat mereka yang gak anti terhadap game, terutama pencintanya. Sesekali bermain game untuk melepas stres gak apa-apa.

Yang penting bukan game petualangan yang membutuhkan berhari-hari untuk tamat. Game yang sederhana kayak Flappy Bird yang dulu pernah terkenal itu bisa dimainkan.

Jangan lupa juga kendalikan nafsu bermain game itu. Gak lucu kalau kerjaan malah ditinggalkan buat main game dengan dalih ingin meredakan stres. Yang ada malah kena SP, atau dipecat karena memakai fasilitas kantor untuk kepentingan pribadi.

Keempat tips di atas bisa dipraktikkan siapa saja, baik pegawai maupun karyawan. Tinggal disesuaikan saja situasi dan kondisinya.

Namun, kita perlu bertanya ke diri sendiri dulu. Memang sesibuk apa sih kok sampai susah banget mau liburan? Liburan itu juga penting buat pekerjaan, lho.

biar gak stres
Liburan gak harus yang mahal, yang penting manfaatnya (ilustrasi liburan/ vacationidea)

Jangan-jangan kitanya yang terlalu berlebihan dalam kerja. Ingat, sesuatu yang berlebihan itu biasanya berakhir buruk.

Toh, jika kerja sampai lupa liburan efeknya bisa gak baik juga buat karier. Stres datang, kerjaan berantakan.

Sebaliknya, jika bisa menyeimbangkan antara kerja dan liburan, hasil baiknya kita sendiri yang menikmati. Karier melesat, usaha pun bisa meningkat karena kondisi jiwa-raga sehat.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Kekayaan Bukan Jaminan Kebahagiaan, Percaya Enggak?]

[Baca: Gak Ada yang Abadi, Kalau Dipecat dari Pekerjaan 5 Hal Ini Bisa Membantumu Bertahan]

[Baca: 5 Siasat Jitu Liburan Dadakan dengan Budget Minim]

Hardian

Sebagai penulis dan penyunting, saya sangat akrab dengan tenggat alias deadline. Dua profesi ini mengajari saya tentang betapa berharganya waktu, termasuk dalam urusan finansial. Tanpa rencana dan kedisiplinan soal waktu, kehidupan finansial pastilah berantakan. Cerita inilah yang hendak saya bagikan kepada semuanya lewat beragam cara, terutama tulisan.

Tulis Balasan

Masih banyak lagi dari duitpintar.com