Ini Dia Tantangan Buat Working Mom untuk Mengembangkan Karir

by Tifanny 171 views0

Tantangan Buat Working Mom

Emansipasi wanita mungkin sudah jadi kata-kata yang gak asing lagi. Perempuan masa kini emang punya hak untuk tetap berkarya walau sudah menikah dan punya anak.

Lihat saja sudah banyak contoh perempuan-perempuan berkeluarga namun pada saat yang bersamaan juga sukses dengan kariernya.

Sah-sah saja kok jika ingin jadi ibu berkarier, bukan sebuah kejahatan. Tapi, simak dulu nih tantangan yang harus dihadapi:

1. Harus mikir dua kali kalau dinas ke luar kota atau luar negeri

Bagi seorang perempuan yang sudah menikah dan memiliki anak usia balita, tetap mempertahankan karier sudah pasti gak mudah. Akan banyak dilema, salah satunya saat ada penugasan buat dinas ke luar kota atau bahkan luar negeri.

Dengan tanggung jawab sebagai seorang istri, ibu muda, dan juga karyawan, working mom jelas harus berpikir ulang saat menerima tugas dinas. Sebab buah hati masih membutuhkan perhatian yang besar.

tantangan buat working mom
Asyik naik pesawat kita, jalan-jalan yuk hehehe (Pesawat Terbang / uinjkt)

Kalau sering menolak penugasan, pihak manajemen perusahaan pun lama-kelamaan akan aware bahwa working mom gak mampu menerima tugas lebih. Ini bukan gak mungkin jadi nilai minus di mata perusahaan dan menghambat peningkatan karier.

2. Waktu lembur jadi terbatas

Kembali lagi sebagai seorang istri dan ibu muda, working mom juga pasti lebih memilih untuk menyelesaikan semua pekerjaan secepat mungkin. Alasannya supaya bisa pulang tepat saat jam kerja berakhir dan bertemu dengan sang buah hati.

Motivasi membagi waktu antara pekerjaan dan tugas sebagai seorang ibu seperti ini juga akan membuat seorang working mom ogah lembur. Dengan kerja lembur, itu sama artinya dengan mengorbankan waktu bersama sang buah hati.

Padahal seringkali pekerjaan menuntut karyawan untuk bekerja lebih dari delapan jam lho, apalagi untuk perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang industri kreatif.

3. Harus curi-curi waktu buat tetap bisa networking

Working mom harus membagi pikiran dan energinya untuk dua hal yang menjadi tanggung jawabnya, yaitu sebagai pekerja dan ibu. Nah, saat weekend tiba, mereka akan lebih memilih untuk menghabiskan quality time bareng keluarga, khususnya sang buah hati.

tantangan buat working mom
Perempuan harus multitasking ya hehehe (Wanita Karir / okezone)

Selama hari kerja, working mom biasanya merasa sedikit bersalah karena lebih banyak fokus dengan pekerjaan. Oleh karena itu mereka gak mau weekend-nya diganggu dengan aktivitas lain, termasuk buat menjalin networking sama klien.

Tahu kan kalau salah satu elemen yang bisa membantu peningkatan karier itu adalah networking yang luas? Peran seorang working mom yang lebih memilih beraktivitas bersama buah hati tentu bisa menghambat aktivitas networking ini.

4. Harus bisa multitasking

Punya beberapa peran sudah pasti harus memiliki kemampuan multitasking alias mengerjakan lebih dari satu hal dalam waktu yang bersamaan. Misalnya saja, tetap harus berangkat ke kantor karena ada meeting penting dengan klien besar di saat sang buah hati sedang rewel.

Ini merupakan tantangan buat ibu yang bekerja. Mereka harus tetap konsentrasi meeting dengan klien, dan di saat yang bersamaan juga harus tetap memantau si kecil yang lagi bad mood di rumah.

Kalau gak bisa multitasking, fokus working mom sudah pasti terpecah antara menunaikan kewajiban kerja dengan menjalani peran sebagai seorang ibu. Bukan gak mungkin ini nanti bikin konsentrasi kerja jadi buyar dan kerjaan penting pun jadi berantakan. Ujung-ujungnya, ditegur atasan atau bikin gerak tim jadi terhambat.

5. Belajar percaya sama orang lain

Saat memutuskan untuk menjadi working mom, itu sama artinya dengan mempercayakan pengasuhan sang buah hati ke tangan pihak lain. Entah itu orangtua sendiri, babysitter, atau daycare.

tantangan buat working mom
Fokus sama dua hal emang sulit, ibu bukan superhero yang bisa segalanya kan?
(Daycare / wholeparent)

Di sinilah ibu bekerja mau gak mau, suka gak suka, harus mulai belajar percaya sama orang lain. Ini juga berlaku dalam hal kerjaan ya. Kalau gak percayaan sama orang, dan semua maunya dikerjakan sendiri, akhirnya urusan anak dan kerjaan kantor malah bisa jadi gak ada yang beres.

6. Time management

Setelah working mom berusaha memiliki lima hal di atas, satu hal yang harus menjadi pelengkap semuanya adalah time management yang baik alias bisa bagi waktu.

Demi bisa menjaga keseimbangan hidup keluarga dan karier, seorang working mom entah bagaimana caranya harus memiliki sistem pengaturan waktu yang baik. Mulai dari mempersiapkan kebutuhan bagi anak dan suami, lalu mempersiapkan diri untuk bekerja setiap harinya.

Mereka juga harus bisa menyelesaikan semua pekerjaan di kantor dengan benar dan berusaha bisa pulang tepat waktu agar bisa kembali mengurus keluarga, khususnya sang buah hati.

Sudah pasti semua aktivitas bejibun tersebut benar-benar harus diatur, mana yang prioritas dan mana yang bisa dilakukan kemudian tanpa mengganggu hal yang lain.

Intinya, apa pun yang dipilih, entah itu menjadi ibu rumah tangga atau menjadi working mom, sah-sah saja. Tapi ingat kalau semua pilihan punya konsekuensinya masing-masing.

Gak ada yang salah jika seorang perempuan ingin tetap eksis berkarier walau sudah menikah dan punya anak. Hanya saja ada beberapa hal yang harus dipersiapkan agar keduanya bisa berjalan beriringan tanpa banyak kendala berarti. Toh, di dunia ini gak ada masalah tanpa solusi bukan?

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Pertimbangkan 5 Hal Ini Sebelum Jadi Working Mom yang Kerja Remote]

[Baca: Siap-Siap Kehilangan 5 Hal Ini Saat Wanita Karier Jadi Ibu Rumah Tangga]

[Baca: Jadi Ibu Rumah Tangga Wajib Pahami 6 Hal Ini Buat Bantu Suami]

Tifanny

Menjadi Public Relation Officer adalah cita-cita saya beberapa tahun lalu. Ternyata pasion saya yang sebenarnya adalah menjadi penulis profesional. Keuangan adalah hal yang selama ini sering saya abaikan. Kini saya sadar bahwa keuangan memegang peran penting dalam kehidupan semua orang. Dan hal itulah yang ingin saya bagikan ke semua orang.

Masih banyak lagi dari duitpintar.com