Terjerat Utang Kartu Kredit Lebih dari Satu Tahun, OMG, Gimana Dong!

by DuitPintar 1.162 views2

terjerat utang kartu kredit

Dalam perjalanan pulang, saya mampir ke warung Pecel Lele di sekitaran Bintaro. Sengaja ke situ karena janjian dengan Rozak.

 

Sambil makan, rencananya mau bicarakan masalah utang kartu kredit yang udah nunggak setahun. Iya, setahun!

 

Setibanya di TKP, ternyata Rozak sudah datang duluan.

 

“Dah lama, Bro?” tanyaku.

“Enggak kok, sekitaran 10 menitan. Gue udah pesen, lo pesen deh. Makan dulu baru cerita,” balasnya.

 

Setelah sama-sama kenyang. Barulah saya cerita masalah terjerat utang kartu kredit. Sebisa mungkin cerita sedetailnya biar si Rozak paham dari A sampai Z.

 

”Jadi elo gesek kartu kredit buat belanja sebesar Rp 2,5 juta. Terus nunggak setahun utangnya jadi lebih dari Rp 4,6 jutaan karena kena bunga ya,” kata Rozak sambil menganggung-angguk.

 

[Baca: Kesalahan yang Paling Sering Dilakukan Soal Bunga Kartu Kredit]

 

Tak ketinggalan, saya juga cerita betapa enggak nyamannya diteror debt collector. Mereka enggak mau tahu masalah keuangan yang lagi dihadapi. Semua bermula dari kebijakan PHK di kantor setahun lalu.

 

”Ya jelaslah, debt collector mah enggak mau tahu. Mereka tahunya situ berutang. Titik!” tukas Rozak.

”Iya, gue salah. Terus kesalahan gue makin besar karena enggak buru-buru beresin itu utang. Gue emang selama ini menghindar,” kataku sambil menunjukkan rasa sesal.

 

terjerat utang kartu kredit 1

Gesek sih gampang, bayarnya yang berat

 

 

Terus, saya sodorkan lembaran tagihan dari bank ke Rozak. Sekilas, dia mengecek lembaran itu.

 

”Kaget juga ternyata nunggak setahun utangnya hampir dua kali lipat. Gue mesti lunasin Rp 4,6 juta lebih,” cerocos saya lagi.

 

Saya sengaja bicarakan ini ke Rozak karena kebetulan dia bekerja di suatu bank. Minimal, curcol kali ini dia bisa kasih solusi yang jitu.

 

Rozak masih memerhatikan lembaran tagihan kartu kredit. Dia cuma mengecek angka-angka di lembaran tagihan bulan pertama, kedua, dan terakhir. Isi lembarannya seperti di bawah ini.

 

Data transaksi

Jumlah transaksi Rp 2.500.000

Tanggal transaksi 1 Juli 2014

Bunga kartu kredit 3% (36%/tahun)

Lama tunggakan 12 bulan

 

Detail tagihan

Tanggal cetak tagihan 1 Agustus 2014

Tanggal jatuh tempo 25 Agustus 2014

 

 

Tanggal transaksi Tanggal Pembukuan Keterangan transaksi Jumlah
Tagihan bulan lalu 0,00
01 Juli 02 Juli Transaksi belanja Rp 2.500.000
01 Agustus 01 Agustus Biaya materai Rp 6.000
Total Rp 2.506.000

 

Tanggal cetak tagihan 1 September 2014

Tanggal jatuh tempo 25 September 2014

 

 

Tanggal transaksi Tanggal Pembukuan Keterangan transaksi Jumlah
Tagihan bulan lalu Rp 2.506.000
01 Sept 01 Sept Bunga (31 hari) Rp 76.438,36
01 Sept 01 Sept Bunga (31 hari) Rp 76.438,36
01 Sept 01 Sept Denda Rp 75.180.00
01 Sept 01 Sept Biaya Materai Rp 6.000
Total Rp 2.740.056,71

 

Tanggal cetak tagihan  1 Juli 2015

Tanggal jatuh tempo 25 Juli 2015

 

Tanggal transaksi Tanggal Pembukuan Keterangan transaksi Jumlah
Tagihan bulan lalu Rp 4.395.961,84
01 Juli 01 Juli Bunga (31 hari) Rp 73.972,60
01 Juli 01 Juli Denda Rp 131.878,86
01 Juli 01 Juli Biaya Materai Rp 6.000
Total Rp 4.607.813,29

 

“Elo tetep punya niat buat lunasin kan,” tanyanya tanpa mengangkat wajahnya dari lembaran kertas itu.

“Pasti bro! Makanya gue minta bantuan elo cari solusinya.” Balasku cepat.

 

Rozak lantas menyarankan agar menemui petugas debt collector dari bank itu. ”Ada istilah debt reschedulling. Ini semacam permohonan buat menyelesaikan utang yang meringankan dan terjangkau ke bank penerbit kartu kredit,” jelasnya dengan mimik serius.

 

[Baca: Hak-hak Pengguna Kartu Kredit yang Wajib Diketahui]

 

Dia meminta saya untuk bertanya ke petugas debt collector. Intinya membicarakan cara penyelesaian yang meringankan.

 

”Ya udah, gue telepon sekarang si debt collectornya sekalian dibahas di sini,” kataku sambil minta persetujuan Rozak. ”Ya udah. Biar bisa dikelarin cepet,” balasnya.

 

terjerat utang kartu kredit

Kalau disamperin debt collector, ajaklah bernegosiasi sampai ketemu win-win sollution

 

 

Debt collector bernama Raiso itu akhirnya bersedia datang. Pria berperawakan kurus ini hampir tak pernah absen nelpon tiap hari.

 

”Terima kasih pak sudah mau bicarakan ini baik-baik. Oke, saya akan kasih penyelesaian dengan cara mengubah tagihan regular menjadi tagihan cicilan dengan bunga tetap seperti yang diminta Bapak,” kata Raiso tanpa basa basi lagi langsung ke pokok persoalan.

 

[Baca: Stres Terlilit Utang, Ada Jurus Beresin]

 

Saya dan Rozak menyimak serius.

 

Raiso bilang bisa memberi ‘keringanan’ melunasi tunggakan sebesar Rp 4,6 juta dengan bayar 12 kali cicilan dengan bunga 1% per bulan. Jadi cicilan bulanan Rp 383.333 plus bunga Rp 46 ribu. Totalnya Rp 429.333.

 

”Dilihat dari angkanya lumayan meringankan. Tapi elo kena bunga 12% selama setahun itu. Rela enggak dengan cara itu,” tanya Rozak.

 

”Sekarang kan gue udah kerja lagi. Angka segitu masih beranilah daripada utang enggak beres-beres,” jawabku serius.

 

”Terus gimana lanjutannya,” lanjutku lagi.

 

Mendengar pertanyaan itu, wajah Raiso terlihat cerah. Dia menjanjikan akan mengurus semuanya. Pertama, saya mesti menandatangani kesepakatan reschedule di atas materai Rp 6.000. Terus diminta salinan kopi KTP.

 

Berikutnya membayar uang muka sebesar cicilan bulanan, yakni Rp 429.333. Setelah itu, saya bakal dikirimi jadwal pembayaran lengkap dengan angka cicilan lengkap.

 

terjerat utang kartu kredit

Aaahh… Lega rasanya kalau terbebas dari utang

 

 

”Karena pakai kebijakan reschedule, maka kartu kredit Bapak tak bisa digunakan. Terus, kalau Bapak gagal bayar cicilan reschedule, maka ada sanksinya di mana perhitungan utang balik ke sistem tagihan semula,” kata Raiso mewanti-wanti.

 

Saya langsung mengangguk setuju. Ah, lega rasanya terbebas dari beban. Kemudian, Raiso juga meminta maaf bila selama ini sering menganggu saya. Dia mengaku hanya menjalankan tugas saja.

 

Setidaknya, ini jadi pengalaman berharga merasakan punya utang kartu kredit yang tertunggak sekian lama. ”Pokoknya ini yang terakhir kali. Gue janji enggak bakalan lagi menunggak utang. Cukup sekali,” kataku dalam hati sambil berikrar.

 

 

 

Image credit:

  •  http://www.kapefm.com/wp-content/uploads/2015/01/CREDIT-CARD.jpg
  • http://cdn-2.tstatic.net/palembang/foto/bank/images/debt-collector-tagih-utang.jpg
  • https://kreditgogo.com/img/u/Keuangan-dan-Anda/merdeka-dari-jerat-utang-kartu-kredit-main.148529121.png

Tags:

Masih banyak lagi dari duitpintar.com