Dengan Uang Rp 5 Juta, Masih Bisa Kok Perbaiki 3 Hal Ini Setelah Kebanjiran

by Hardian 603 views0

Uang Rp 5 Juta

Buat sebagian warga, musim hujan adalah mimpi buruk. Hujan yang turun deras dan lama bisa membuat rumah kebanjiran, sehingga diperlukan dana buat memperbaiki kerusakan.

Bujet perbaikan rumah inilah yang sering jadi beban. Apalagi jika rumah berada di kawasan langganan banjir. Bisa-bisa tiap tahun keluar duit untuk memperbaiki rumah setelah kebanjiran.

Masalahnya, gak ada pohon duit yang bisa dikembangkan dan dipetik buahnya dalam bentuk rupiah. Diperlukan usaha buat mengumpulkan bujet perbaikan rumah yang kebanjiran.

Namun jangan khawatir, bujet ini sebenarnya bisa diutak-atik tergantung kebutuhan. Seperti biasanya, kita mesti memprioritaskan mana yang perlu diperbaiki dulu.

Dengan bujet Rp 5 juta pun cukup untuk melakukan perbaikan di sana-sini. Bahkan bujet bisa lebih ditekan jika kerusakan tak cukup parah. Simak penjelasannya di bawah ini:

1. Ganti plafon

Plafon yang rusak terkena banjir harus segera diganti, biar gak tiba-tiba ambruk dan menimpa orang di rumah. Biaya renovasi plafon bisa jadi yang paling besar.

Uang Rp 5 Juta
Nah bagian ini nih yang wajib diperhatikan. Kalau gak diberesin pas hujan ya bocor (memperbaiki plafon / gypsumm)

Jika menggunakan multipleks, biaya bisa ditekan. Biaya renovasi plafon dihitung dengan satuan meter persegi. Misalnya plafon yang mau diganti 30 meter persegi dengan bahan multipleks.

Ukuran standar multipleks per lembar adalah 1,2 x 2,4 m atau 2,88 meter persegi. Dengan luas plafon 30 meter persegi, berarti diperlukan sekitar 11 lembar multipleks. Untuk menyesuaikan dengan luas atap, tinggal dipotong.

Harga multipleks dengan ketebalan 12 mm sekitar Rp 100 ribu per lembar. Jika dibutuhkan 11 lembar, berarti totalnya Rp 100 ribu x 11 = Rp 1.100.000. Untuk berjaga-jaga, sebaiknya beli multipleks lebih banyak.

Bisa saja dalam pengerjaan ada multipleks yang rusak, pecah, atau salah potong sehingga butuh pengganti. Mungkin bisa beli 20 lembar sekalian, sehingga kebutuhan dananya Rp 100 ribu x 20 = Rp 2 juta.

Adapun ongkos tukang untuk mengganti plafon bisa sampai Rp 200 ribu per hari untuk yang harian. Itu belum termasuk biaya makan dan rokok. Perkiraan total ongkos:

– Plafon multipleks = Rp 2 juta
– Biaya jasa tukang = Rp 200 ribu x 3 hari = Rp 600 ribu
– Makan: (Rp 15 ribu x 3 kali) x 3 hari = Rp 135 ribu
– Rokok: 1 pak x 3 hari = Rp 15 ribu x 3 = Rp 45 ribu

Total: Rp 2.780.000.

Ingat, biaya di atas hanya buat ganti plafon melamin tanpa cat. Jika mau ganti rangka atap, biaya lebih besar. Untuk amannya memang sekalian diganti dan ditinggikan, agar gak tiap tahun renovasi karena disergap banjir rutin.

2. Cat tembok dan pagar

Uang Rp 5 Juta
Biar kembali terlihat kinclong, pagar memang harus dicat (ngecat pagar/agiafra)

Tembok dan pagar yang kotor sehabis kena banjir juga perlu dipercantik lagi. Umpamanya tembok di dalam ruangan berukuran 6 x 5 meter dengan tinggi dinding 3 meter. Cat dilapis dua kali pada sisi dalam dan luar.

Luas bidang tembok = (2 x panjang ruang x tinggi ruang ) + (2 x lebar ruang x tinggi ruang)
                                       (2 x 6 x 3) + (2 x 5 x 3) = 30 + 24 = 54 meter persegi.

Luas pintu dan jendela = (1 x2)+ (1 x1) = 3 meter persegi

Total luas = 54 – 3 = 51 meter persegi

Daya sebar cat per satu lapis = 12 meter persegi/ liter

Kebutuhan cat = total luas : daya sebar = 51 : 12 = 4,25 liter / lapis

Pengecatan 2 lapis = 4,25 x 2 = 8,5 liter

Berat jenis cat = 1,4 kg/liter

Kebutuhan cat dalam satuan kg = 8,5 x 1,4 = 11,9 kg.

Kebutuhan dalam kaleng = 11,9 : 5 = 3 buah kaleng ukuran 5 kg.

Ongkos cat interior: 3 x Rp 100 ribu = Rp 300 ribu

Jika luas tembok eksterior sama dengan interior, tinggal dikalikan 2 = Rp 600 ribu. Namun biasanya lebih kecil. Meski begitu, bukan berarti biaya cat tembok luar pasti lebih murah. Harga cat eksterior umumnya lebih mahal karena daya tahan harus lebih bagus menghadapi hujan dan sinar matahari.

Untuk menekan pengeluaran, bisa mengecat dinding sendiri. Bila menggunakan tukang, tarifnya sampai Rp 30 ribu per meter persegi.

Adapun cat pagar bisa menggunakan jasa borongan. Tarifnya kira-kira Rp 200 ribu per meter persegi, sudah termasuk cat besi berkualitas bagus. Jika pagar berukuran 3 meter per segi, siapkan dana Rp 600 ribu.

Biaya ini berlum termasuk pembelian kuas, roller, dan alat cat lainnya. Diperkirakan ongkos peralatan Rp 100 ribu, berarti total pengeluaran buat cat tembok dan pagar:

Rp 600 ribu + Rp 600 ribu + Rp 100 ribu = Rp 1.300.000.

3. Bangun tanggul

Khusus buat yang sering jadi langganan banjir, ada baiknya membangun tanggul di depan rumah. Atau setidaknya di depan pintu masuk. Jika sudah ada, mungkin bisa dinaikkan agar gak kemasukan air lebih banyak.

Uang Rp 5 Juta
Tanggul juga penting untuk mencegah banjir lho (tanggul di teras/dakwatuna)

Dengan hitungan panjang tanggul 5 meter, gak perlu banyak semen, 5 kg cukup. Batu bata yang dibutuhkan dengan ukuran standar 20 cm adalah 25 biji dengan harga Rp 1.500 per biji.

Adapun pasir tidak sampai 1 meter kubik. Kita bisa langsung menjatuhkan duit ke toko bahan bangunan Rp 50 ribu untuk beli pasir. Atau tanya ke penjualnya, kira-kira berapa yang dibutuhkan untuk tanggul 5 meter depan rumah.

Rincian biaya:

Semen: Rp 20.000 per 5 kg
Batu bata: 25 biji x Rp 1.500 = Rp 37.500.
Pasir: Rp 50.000

Total: Rp 107.500

Dengan perkiraan harga di atas, total dibutuhkan dana Rp 2.780.000 + Rp 600.000 + Rp 107.500 = Rp 3.487.000. Gak sampai Rp 5 juta, kan?

Tapi angka itu hanya perkiraan, dan perbaikan menyasar hal-hal yang diprioritaskan saja. Jika ada bujet Rp 5 juta, sisanya mungkin bisa dialokasikan ke hal lain yang bersifat mempercantik, misalnya pelitur furnitur.

Prioritas utama tetaplah bagian rumah yang perlu diperbaiki agar gak menimbulkan bahaya bagi penghuninya. Jika ternyata perbaikan butuh dana lebih besar, kita bisa menggunakan produk pinjaman dari bank, salah satunya kredit tanpa agunan (KTA).

KTA relatif lebih cepat proses pencairannya dan gampang syaratnya. Kita gak perlu ngasih aset sebagai jaminan pinjaman. Namun umumnya bunganya lebih besar, tenor pendek, dan jumlah pinjaman terbatas.

Gak ada salahnya ambil KTA buat renovasi rumah. Toh, rumah adalah investasi masa depan. Tapi tetap sesuaikan antara kebutuhan dana dengan kemampuan. Pilih yang tenor dan bunganya paling cocok.

Akan lebih baik lagi kalau KTA kamu itu hanya berfungsi sebagai dana tambahan untuk menutupi biaya renovasi. Dengan begitu, dana yang kamu pinjam tak perlu terlalu besar, sehingga pelunasannya pun lebih mudah.

CTA Standard Chartered

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Mana yang Lebih Cocok Buatmu, KTA konvensional atau Pinjaman Dana Online?]

[Baca: Ini Dia KTA yang Plafonnya Sampai Rp 200 Juta]

[Baca: Tips Merancang Rumah Impian dengan Hemat tapi Gak Kelihatan Murah]

Hardian

Sebagai penulis dan penyunting, saya sangat akrab dengan tenggat alias deadline. Dua profesi ini mengajari saya tentang betapa berharganya waktu, termasuk dalam urusan finansial. Tanpa rencana dan kedisiplinan soal waktu, kehidupan finansial pastilah berantakan. Cerita inilah yang hendak saya bagikan kepada semuanya lewat beragam cara, terutama tulisan.

Masih banyak lagi dari duitpintar.com