Wahai Pebisnis Pemula, Kredit Tanpa Jaminan KTA Bisa Jadi Comblang Bersahabat dengan Bank

by DuitPintar 2.903 views2

kredit tanpa jaminan kta

Memang bukan perkara mudah mengajukan kredit usaha ke bank. Apalagi yang baru berencana merintis usaha, menggenapi modal dengan kredit usaha jelas sebuah tantangan tersendiri. Bahkan bisa disebut, mendapat kucuran kredit usaha dari bank seperti langkah yang mustahil.

Pilihan paling logis ya manfaatkan utang konsumtif seperti kredit tanpa agunan (KTA) maupun kartu kredit. Hanya perlu ditekankan pinjaman dari KTA atau kartu kredit adalah utang mahal. Kenapa? Ya karena bunga dari dua kredit itu terbilang tinggi.

Tapi inilah risikonya untuk mendapatkan utang lebih cepat seperti kredit tanpa jaminan KTA. Dalam dunia bisnis pun, berutang bukan hal yang aib. Utang bisa dimanfaatkan dalam permodalan agar bisnis bisa lari lebih kencang. Tengok saja pengusaha kelas kakap yang rata-rata juga mengandalkan utang untuk memutar roda bisnisnya.

Terlepas dari itu, pertanyaan intinya adalah bijakkah memanfaatkan utang konsumtif macam KTA atau kartu kredit untuk keperluan usaha?

Secara teori bisa saja memanfaatkan pinjaman KTA untuk kepentingan produktif dalam hal ini berbisnis. Memang secara prosedur, mengajukan KTA lebih simpel ketimbang kredit usaha.

Tak perlu ada tetek bengek seperti memenuhi syarat bisnis telah berjalan minimal dua tahun dengan performa yang bagus, agunan berupa sertifikat tanah, rumah, atau BPKB. Itu pun masih belum jadi jaminan kredit cair.

Meski begitu, sebelum melangkah lebih jauh ajukan KTA, camkan dulu beberapa poin di bawah ini.

  • Utang KTA atau kartu kredit sebagai modal tambahan

Sebaiknya utang konsumtif itu difungsikan untuk menambal kekurangan modal. Langkah ini bisa menekan besaran utang. Misalnya saja punya duit Rp 70 juta tapi modal yang dibutuhkan Rp 100 juta. Nah, sisa Rp 30 juta ini bisa diambil dari KTA.

  • Kenali syarat dan ketentuan KTA/kartu kredit

Pelajari syarat dan ketentuannya seperti jatuh tempo, besaran bunga, denda keterlambatan, biaya pelunasan dipercepat, dan lain sebagainya.

  • Bisnis yang dilakoni sebaiknya perputaran arus kasnya cepat.

Angsuran dari utang sebaiknya langsung ditutup dari perputaran keuntungan bisnis, bukan dari uang pribadi. Benefit lainnya adalah sekalian bisa melihat performa bisnis apakah sesuai dengan harapan bisa diandalkan untuk menutup utang. Bisnis yang punya prospek adalah bisnis yang keuntungannya bisa menutupi utang.

  • Buat perencanaan keuangan

Ingat, utang ke bank tidaklah gratis. Semakin lama mencicil, maka beban bunga semakin besar. Atas dasar itu, buatlah perencanaan keuangan dengan matang agar keuntungan yang diperoleh tidak tergerus untuk membayar cicilan.

Cara ajukan K TA

KTA masuk golongan unsecured loan yang pada dasarnya produk kredit yang bersifat pendek dan menengah. Sebelum ajukan, perlu diingat lagi perhitungan bunga KTA itu langsung berjalan begitu kredit dicairkan.

Maka itu, pastikan dulu urusan bisnis ini bisa menalangi angsuran KTA sampai lunas. Setelah itu baru deh berpikir mengajukan KTA.

Sederhana kok, yuk simak berikut ini:

1. Pilih bank di mana kita sudah jadi nasabah

Ini sekadar rekomendasi saja karena bank sudah mengenal Anda. Tapi kalau ada bank lain yang menawarkan produk KTA dengan bunga lebih rendah, tak ada salahnya dilirik.

2. Ada kartu kredit

Cara paling gampang KTA disetujui adalah punya kartu kredit. Yup, kartu plastik menjadi sarana paling valid bagi bank untuk menakar kemampuan finansial Anda.

3. Penuhi semua persyaratan

Syaratnya standar kok seperti salinan identitas diri, kartu keluarga, NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak).

  • Datang ke bank atau ajukan via online

Bank selalu terbuka dalam urusan pengajuan aplikasi KTA. Bisa datang ke bank atau lewat online. Silakan pilih cara yang dinilai lebih efektif.

  • Verifikasi dan tunggu kabar

Bank akan memeriksa aplikasi pengajuan KTA, termasuk juga melakukan sesi wawancara jika diperlukan.

Pelajari skema

Ketika proses pengajuan KTA sudah direspons bank, langkah berikutnya adalah mempelajari skema kreditnya. Hitung dengan seksama berapa tawaran bunga dan masa kredit. Catatan penting di sini, makin lama masa kredit maka beban bunga semakin besar. Begitu pun sebaliknya.

Biasanya bank sudah punya table-tabel yang berisi kolom utang, besaran bunga, masa kredit, dan cicilan per bulan. Data-data di tabel itu perlu diverifikasi lagi dan dihitung dulu dengan seksama. Gampang kok cara hitungnya.

Contoh;

Uang KTA = Rp 10.000.000

Angsuran = Rp  953.888

Masa kredit = 12 bulan

Hitung besaran bunga =: (Angsuran x masa kredit )– utang awal

= Rp 11.446656 –  Rp 10.000.000

= Rp 1.446.656

Artinya jika meminjam KTA Rp 10 juta maka total utang selama setahun bertambah Rp 1,4 jutaan menjadi Rp 11,4 jutaan. Itu kalau masa kreditnya setahun, kalau lebih lama lagi bisa membengkak tentunya.

Selain itu perlu dicamkan juga, pencairan KTA dikenakan biaya adminsitrasi di mana masing-masing bank punya kebijakan berbeda. Misalnya saja ajukan KTA Rp 10 juta, maka yang masuk ke rekening sudah dikurangi biaya-biaya tersebut.

Ya itu konsekuensinya berutang dengan cara KTA. Secara prosedur mudah tapi termasuk utang yang mahal. Sepanjang bisnis yang dijalani omsetnya sebagian bisa menutupi angsuran bulanan, tentunya tak masalah.

Tambahan lagi, pinjaman KTA ini bisa menjadi langkah awal ‘berkomunikasi’ dengan bank. Sudah jadi rahasia umum bank bakal ‘nempel’ dengan orang yang sering berutang dan disiplin mengembalikan. Ketika butuh modal lagi, bank akan dengan senang hati mengabulkannya.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Biar Gak Merasa Tertipu, Tanyakan 8 Hal Ini Sebelum Ngambil KTA]

[Cekidot Infographic: Mengenal proses KTA lewat Gambar]

[Baca: 4 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Pakai KTA untuk Usaha]

Masih banyak lagi dari duitpintar.com