Waspada 5 Pengeluaran Tambahan Ini Saat Bulan Puasa

by Hardian 630 views0

5 Pengeluaran Tambahan

Bulan puasa datang lagi.Sudah siap menambah tebal pahala dan iman? Tunggu dulu, jangan lupa siapkan juga diri buat pengeluaran tambahan.

Di Indonesia, bulan puasa bukan hanya soal pahala dan iman yang kian bertambah. Pengeluaran pun begitu.

Lihat saja rutinitas tiap menjelang Ramadan. Harga-harga pada naik, terutama bahan pokok seperti gula, minyak, daging, dan bawang putih.

Pemerintah dari tahun ke tahun berusaha mengatasi, tapi hasilnya belum terlihat jelas. Pada 2017 ini, pemerintah menerapkan harga eceran tertinggi untuk tiga bahan pokok buat menekan harga. Bila ada penjual yang melanggar, bakal kena sanksi.

Untungnya, ketentuan ini lumayan manjur. Kita pun bisa sedikit lega karena pengeluaran tambahan saat bulan puasa bisa lebih diminimalkan.

Namun ada sederet pengeluaran tambahan lain yang perlu kita waspadai. Berikut ini 5 di antaranya:

1. Biaya buka puasa di luar

Buka puasa bersama memang penting buat menjaga tali silaturahmi. Tapi bukan lantas semua tawaran bukber diiyain.

5 pengeluaran tambahan
Bulan puasa emang paling enak buka puasa bareng teman-teman (Bukber / jobsmart)

Atau malah kita sendiri yang bikin jadwal bukber hampir tiap hari? Meski punya kartu kredit sehingga dapat diskon, tetap saja kita keluar duit buat keperluan ini.

Minimal bukber seminggu sekali lah. Tapi gak apa-apa sih tiap hari kalau ada yang bayarin.

2. Biaya bensin lebih mahal

Lalu lintas makin parah macetnya pas bulan puasa, terutama menjelang waktu berbuka. Bahkan sampai pada sikut-sikutan di jalan biar lebih cepat sampai rumah sepulang kerja.

Agak aneh sih. Seharusnya Ramadan jaga emosi kok malah begitu ya. Apa pun itu, kondisi ini bikin ongkos transportasi lebih mahal.

Karena macet, makin banyak bensin yang menguap percuma di jalan. Mungkin tertarik beralih ke angkutan umum? Coba bandingkan ongkos transportasi menggunakan keduanya. Siapa tahu lebih murah pakai alat transportasi umum.

3. Belanja keperluan Lebaran

Biaya belanja bahan pokok mungkin bisa ditekan berkat kebijakan pemerintah. Tapi ada pos keperluan lain selama Ramadan, yakni serba-serbi Lebaran.

Beli baju, misalnya. Karena ada THR, belanja jadi gak terkontrol. Keluarga dibelikan baju, celana, sepatu, dan lain-lain. Tahu-tahu duit THR habis, tabungan ikut keambil.

5 pengeluaran tambahan
Belanjanya jangan heboh ya ibu-ibu, nanti THR keburu habis deh! (Belanja / pikiran-rakyat)

Padahal duit THR bisa dialokasikan buat hal lain yang gak kalah bermanfaat, misalnya ditabung buat beli rumah. Harga rumah makin lama makin mahal, lho.

4. Bagi-bagi THR

Bagi-bagi amplop pas Lebaran lumrah dilakukan orang yang sudah bekerja kepada anggota keluarga yang masih kecil. Ini tradisi bagus, tapi bukan berarti kita asal saja dalam bagi-bagi THR.

Lihat kemampuan keuangan sendiri dulu. Lalu pilah anggota keluarga yang bakal diberi THR. Kalau masih kecil-kecil, usia SD misalnya, duit Rp 100 ribu jelas kebanyakan. Rp 20.000 cukuplah buat mereka.

Pol mentok Rp 50.000. Nah, kalau yang udah SMP, SMA, atau kuliah, baru bisa deh kasih Rp 100 ribu.

5. Biaya untuk mudik dan pengeluaran selama di kampung halaman

Harga tiket mudik Lebaran selalu lebih tinggi ketimbang hari biasa. Bahkan sampai dua kali lipat. Namun biasanya harga yang ditawarkan jauh-jauh hari sebelum Lebaran itu lebih murah.

Tiket kereta, misalnya. Ada beberapa harga untuk kategori tempat duduk berbeda. Bila kita pesan lebih awal, bisa dapet harga paling murah.

Tiket ini pun udah bisa dipesan H-90. Bila telat pesan, bisa-bisa gak kebagian tiket. Ujungnya, beli di calo dengan harga berlipat-lipat. Boncos, deh.

5 pengeluaran tambahan
Ayo mudik, mudik! Hati-hati bu anaknya hilang, awas copet hehehe! (Pemudik / tempo)

Itu belum termasuk pengeluaran selama di kampung halaman. Sebaiknya, tetapkan bujet pengeluaran selama pulang mudik. Misalnya bujet dipatok Rp 1 juta selama 7 hari di rumah. Tinggal atur deh pengeluaran tiap hari biar gak melebihi batas itu.

Bulan puasa adalah momentum yang tepat dalam kaitan dengan pengaturan keuangan. Selain menahan emosi, kita bisa menekan nafsu untuk belanja di luar keperluan.

Prioritaskan pengeluaran yang penting-penting dulu dalam rencana keuangan. Bila gak hati-hati, pengeluaran tambahan saat bulan puasa itu bisa bikin keuangan berantakan.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Bisnis Ramadan: Yuk, Tengko Bisnis Laundry yang Bikin Ngiler Meski Lebaran Udah Lewat]

[Baca: Curhat Ide Bisnis Manfaatkan THR Saat Mudik]

[Baca: Kalau Sudah Lakukan 5 Hal Ini, Tandanya Kamu Sudah Melakukan Perencanaan Keuangan]

Hardian

Sebagai penulis dan penyunting, saya sangat akrab dengan tenggat alias deadline. Dua profesi ini mengajari saya tentang betapa berharganya waktu, termasuk dalam urusan finansial. Tanpa rencana dan kedisiplinan soal waktu, kehidupan finansial pastilah berantakan. Cerita inilah yang hendak saya bagikan kepada semuanya lewat beragam cara, terutama tulisan.

Masih banyak lagi dari duitpintar.com